Pengertian Migrasi, Jenis-Jenis Migrasi, Faktor Penyebab Migrasi serta Dampak Positif dan Negatif Migrasi dan Usaha Penganggulangannya

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 01 November 2016

Loading...

Pengertian migrasi

Pengertian migrasi penduduk secara umum adalah gerakan perpindahan penduduk secara horizontal untuk pindah tempat tinggal melintasi batas-batas  administrasi. Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Perpindahan penduduk yang berlangsung dalam masyarakat ada dua macam yaitu sebagai berikut :
  • Perpindahan vertikal yaitu pindahnya status manusia dari kelas rendah ke kelas menengah, dari pangkat yang rendah ke pangkat yang lebih tinggi dan sebaliknya.
  • Perpindahan horizontal adalah perpindahan secara ruang atau secara geografis dari suatu tempat ke tempat lain. Peristiwa inilah yang sering disebut deengan migrasi, meskipun tidak setiap gerak horizontal disebut dengan migrasi.



Jenis-jenis migrasi


Migrasi interasional (migrasi antarnegara)


Migrasi internasional atau migrasi antarnegara adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Biasanya dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik. Migrasi internasional meliputi imigrasi, emigrasi, dan remigrasi.

Imigrasi yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan untuk menetap. Emigrasi yaitu berpindahnya penduduk atau keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan untuk menetap. Sedangkan remigrasi adalah kembalinya penduduk dari suatu negara ke negara asalnya.


Migrasi internal (migrasi nasional)


Migrasi nasional adalah perpindahan penduduk yang masih berada dalam suatu wilayah negara. Perpindahan penduduk yang merupakan migrasi internal atau nasional antara lain sebagai berikut :
  1. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan.
  2. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk, yang diprakarsai dan diselenggarakan oleh pemerintah, dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang belum padat penduduknya.
  3. Evakuasi, yaitu perpindahan penduduk karena adanya bencana alam atau keamanan.
  4. Weekend, yaitu perginya orang-orang kota ke tempat berudara sejuk.
  5. Forensen, yaitu orang-orang yang tinggal di desa akan tetapi bekerja di kota, sehingga setiap hari harus pergi dan pulang.
  6. Turisme, yaitu orang-orang yang berpergian ke luar untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di daerah/negara yang dituju.
  7. Ruralisasi, yaitu kembalinya para pelaku urbanisasi ke pedesaan.
  8. Migrasi musiman, yaitu perpindahan penduduk yang terjadi pada musim-musim tertentu. Misalnya pada musim padi banyak penduduk dari daerah lain datang untuk memoting padi.
  9. Migrasi sirkuler, yaitu perpindahan penduduk sementara karena mendekati tempat pekerjaan.


pengertian migrasi dan jenis-jenis migrasi

Faktor penyebab migrasi


Secara umum, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi adalah sebagai berikut :
  1. Faktor ekonomi, yaitu keinginan untuk mencari kehidupan yang lebih baik di tempat yang dituju.
  2. Faktor keselamatan, di mana banyak orang yang berada di daerah rawan bencana seperti tanah longsor atau gempa bumi menyebabkan masyarakat daerah tersebut mencari daerah lain yang lebih aman untuk pindah.
  3. Faktor keamanan, yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan di tempat mereka sebelumnya. Misalnya konflik yang terjadi di Suriah saat ini mendorong terjadinya migrasi besar-besaran ke Eropa.
  4. Faktor politik, yaitu migrasi yang terjadi karena adanya perbedaan politik antara warga masyarakat.
  5. Faktor agama, yaitu migrasi yang terjadi karena perbedaan agama sehingga banyak orang yang merasa kurang bebas dalam menjalankan agamanya berpindah tempat tinggal.
  6. Faktor sosial yaitu faktor penyebab migrasi yang terjadi Karena adanya tekanan sosial dari tetangga maupun masyarakat kepada seseorang karena orang tersebut dianggap mengganggu orang lain dan merugikan sehingga dikucilkan dari masyarakat.
  7. Faktor kepentingan pembangunan juga berpengaruh terhadap terjadinya migrasi, misalnya saja beberapa desa yang harus dipindahkan karena adanya kepentingan pembangunan waduk sebagai pembangkit listrik tenaga air.
  8. Faktor pendidikan, yaitu migrasi yang terjadi karena keinginan seseorang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  9. Faktor tugas, yaitu migrasi yang disebabkan karena penugasan yang diberikan oleh pimpinannya.
  10. Faktor keluarga, misalnya migrasi yang dilakukan oleh orang tua karena tidak ingin jauh dari anaknya yang bekerja di luar kota.



Dampak positif dan negatif migrasi


Dampak positif migrasi terhadap daerah yang ditinggalkan antar lain adalah :
  1. Berkurangnya jumlah penduduk sehingga mengurangi angka pengangguran.
  2. Meningkatnya kesejahteraan keluarga di desa, karena mendapat kiriman dari yang pergi, terutama yang berhasil di daerah tujuannya.
  3. Seimbangnya jumlah lapangan kerja di desa dengan angkatan kerja yang tersisa karena banyak orang yang meninggalkan desa.


Dampak negatif migrasi terhadap daerah yang ditinggalkan antara lain :
  1. Berkurangnya tenaga kerja mudah di daerah.
  2. Kurang kuatnya stabilitas keamanan karena hanya tinggal penduduk tua.
  3. Semakin berkurangnya tenaga penggarap lahan pertanian.
  4. Semakin berkurangnya tenaga penggerak pembangunan di desa.
  5. Terbatasnya jumlah kaum intelektual di desa karena penduduk desa yang berhasil memperoleh pendidikan tinggi  di kota pada umumnya enggan kembali ke desa.

Dampak positif migrasi terhadap daerah yang dituju antara lain adalah :
  1. Meningkatnya jumlah tenaga kerja.
  2. Integrasi penduduk desa kota semakin tampak.


Dampak negatif migrasi terhadap daerah yang dituju adalah :
  1. Semakin padatnya jumlah penduduk.
  2. Banyak terdapat pemukiman kumuh.
  3. Lalu lintas jalan yang semakin padat.
  4. Lapangan kerja yang semakin berkurang sehingga banyak dijumpai tuna wisma, tuna susila, dan tindakan kejahatan lainnya.
  5. Terdapat kesenjangan ekonomi di dalam masyarakat.



Usaha-usaha pemerintah dalam menanggulangi permasalahan akibat migrasi 


Adapun usaha-usaha yang biasa diambil pemerintah dalam upaya untuk mengatasi masalah akibat migrasi adalah sebagai berikut :
  1. Membuka lapangan kerja baru di desa melalui kegiatan padat karya.
  2. Membangun sarana dan prasarana baru di bidang transportasi antardesa.
  3. Melaksanakan pembangunan regional melalui pembangunan kota-kota satelit di sekitar kota utama seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor yang merupakan kota satelit Jakarta.
  4. Melaksanakan program pembangunan pedesaan dengan mengembangkan potensi desa sehingga penduduk  desa tidak pelu lagi meninggalkan desanya untuk mencari pekerjaan.
  5. Mengadakan “politik kota tertutup” yaitu larangan keras bagi penduduk yang tidak ber-KTP dan tidak mempunyai penghasilan tetap untuk menetap di kota yang dituju.
  6. Menggalakkan kegiatan industri kecil/industri rumah tangga di desa.
  7. Meningkatkan produktivitas pertanian  dengan cara insentifikasi (sapta usaha tani) dan diversifikasi pertanian.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian migrasi, jenis-jenis migrasi, faktor penyebab migrasi, dampak terjadinya migrasi, serta usaha penanggulangan migrasi. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 04.53

0 komentar:

Posting Komentar