Pengertian Sosiologi Hukum dan Ruang Lingkup Sosiologi Hukum serta Objek dan Karakteristik Sosiologi Hukum

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 05 November 2016

loading...

Pengertian sosiologi hukum


Istilah sosiologi hukum untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh seorang yang bernama Anzilotti pada tahun 1882. Dari sudut perkembangannya, dapat dijelaskan bahwa sosiologi hukum pada hakikatnya lahir dari hasil pemikiran para ahli filsafat hukum, ilmu hukum serta sosiologi. Semenjak Anzilotti mengemukakan istilah sosiologi hukum, timbul berbagai pemikiran tentang  ruang lingkup sosiologi hukum dan perspektif lainnya.

Sosiologi hukum merupakan bagian dari ilmu kenyataan (menyoroti hukum sebagai sikap tindak). Dengan demikian, sosiologi hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara empiris dan analitis mempelajari hubungan timbal balik  antara hukum sebagai gejala sosial dengan gejala sosial lainnya.


Pengertian Sosiologi Hukum dan Ruang Lingkup Sosiologi Hukum serta Objek dan Karakteristik Sosiologi Hukum


Ruang lingkup sosiologi hukum


Ruang lingkup sosiologi hukum secara umum berkisar pada :
  1. Mempelajari dasar sosial dari hukum, berdasarkan anggapan bahwa hukum timbul dari proses sosial lainnya.
  2. Mempelajari efek hukum terhadap gejala-gejala sosial lainnya dalam masyarakat.

Adapun perspektif penelitian sosiologi hukum dapat dibedakan menjadi  :
  1. Sosiologi hukum secara teoritis bertujuan untuk menghasilkan generalisasi/abstrak setelah pengumpulan data, pemeriksaan terhadap keteraturan sosial, dan pengembangan hipotesis.
  2. Sosiologi hukum empiris atau praktis, yang bertujuan untuk menguji berbagai hipotesis tersebut melalui pendekatan yang sistematis dan metodologis.

Ada perbedaan pendapat antara mahzab sosiologi neopositivis (analitis) dengan mahzab sosiologi dialektis (kritis). Pada mahzab sosiologi analitis beranggapan bahwa sosiologi hukum merupakan sarana ilmiah untuk mejelaskan gejala sosial. Sedangkan mahzab sosiologi kritis menyatakan bahwa sosiologi hukum bukan hanya sebagai sarana untuk menjelaskan gejala sosial, terlebih dari itu merupakan sarana untuk melakukan evaluasi sosial mengenai gejala sosial yang dihadapi.


Objek sosiologi hukum


Untuk mengamati bagaimana organisasi atau lembaga tertentu menjalankan tugasnya sehari-hari dalam praktik, sosiologi hukum bisa memulai dengan menelaah tujuan dari organisasi tersebut. Oleh karena itu, Satjipto Raharjo pernah menjelaskan : 

“ sosiologi hukum diantaranya mempelajari pengorganisasian sosial hukum. Objek sasaran di sini adalah badan-badan yang terlibat dalam penyelenggaraan hukum, seperti pembuatan undang-undang, pegadilan, polisi, advokat, dan sebagainya.”

Dalam studi tentang perundang-undangan, sosiologi hukum secara mendalam berusaha mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas undang-undang, mengapa orang menaati hukum, golongan mana yang diuntungkan dan dirugikan oleh undang-undang yang dikeluarkan, sampai sejauh mana kebenaran undang-undang melindungi buruh, dan sebagainya, sedemikian rupa sehingga dapat dipahami benar perhatian dan objek penyelidikan sosiologi hukum.

Untuk pengadilan, sosiologi hukum mempelajarinya sebagai suatu institusi yang menghimpun beberapa pekerjaan, hakim-hakim yang mempunyai kecenderungan berbagai ideologi. Dipelajari pula dampak keputusan pengadilan terhadap masyarakat.

Polisi dilihat dari sosiologi hukum, adalah sekaligus hakim, jaksa, bahkan juga pembuat undang-undang.  Di dalam diri polisi hukum secara langsung dihadapkan kepada rakyat yang diatur oleh hukum tersebut.  Dalam kedudukan yang sedemikian rupa, polisi bisa menjadi hakim dan sebagainya, sekalipun semua itu hanya dalam garis-garis besarnya saja. Pekerjaan polisi adalah melayani masyarakat, tetapi dengan cara mendisiplinkan masyarakat.

Di bidang advokat atau kepengacaraan juga merupakan objek studi bagi sosiologi hukum yang mengamati pengorganisasian sosial dari hukum, apakah sesungguhnya yang diharapkan dari advokat. Advokat dapat mempunyai dwifungsi, di satu sisi sebagai pejuang hukum dan di sisi lain sebagai pengusaha menjalankan kepengacaraannya secara komersil.


Karakteristik sosiologi hukum


Adapun karakteristik sosiologi hukum menurut Soedjono Dirdjosisworo adalah sebagai berikut :
  1. Sosiologi hukum bertujuan untuk memberikan penjelasan  terhadap praktik hukum, seperti dalam pembuatan undang-undang, praktik peradilan, dan sebagainya.
  2. Sosiologi hukum senantiasa menguji keabsahan empiris, dengan usaha mengetahui antara isi kaedah  dan di dalam kenyataannya, baik dengan data emiris maupun nonempiris.
  3. Sosiologi hukum tidak melakukan penelitian terhadap hukum. Tingkah laku yang menaati hukum  dan yang menyimpang dari hukum sama-sama  merupakan objek pengamatan yang setaraf.

Dari ketiga karakterstik atau ciri-ciri sosiologi hukum di atas, menurut Satjipto Raharjo, sekaligus merupakan kunci bagi orang yang berminat untuk melakukan penyelidikan dalam bidang sosiolog hukum. Dengan cara-cara menyelidiki hukum yang demikian itu, orang langsung berada di tengah-tengah sosiologi hukum.

Demikianlah penjelasan  mengenai pengertian sosiologi hukum, ruang lingkup sosiologi hukum, objek sosiologi hukum, dan karakteristik sosiologi hukum. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 21.50

0 komentar:

Posting Komentar