Pengertian Tanah, Jenis-Jenis Tanah, Persebaran dan Manfaatnya di Indonesia

Posted by Ensikloblogia on Kamis, 03 November 2016

loading...

Pengertian tanah


Pengertian tanah menurut Sitanala Arsyad, Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat, cair,  dan gas yang mempunyai sifat serta perilaku dinamis.
Tanah merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia karena tanah merupakan sumber daya alam yang dapat memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan manusia  dalam mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya. 

Tanah dapat diartikan sebagai bagian teratas permukaan bumi yang merupakan tempat tumbuhnya tumbuh-tumbuhan dan tempat bermukimnya manusia dan makhluk hidup lainnya. 

Dapat juga kita katakan bahwa definisi tanah adalah lapisan kulit bumi terluar yag merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan yang banyak mengandung bahan organic maupun anorganik. Keadaan tanah pada umumnya berkenaan dengan nilai sumber dayany terutama dari segi pemberdayaan tanah.


Jenis-jenis tanah, persebaran dan manfaatnya di Indonesia


Ada beragam jenis tanah yang ada di Indonesia dan tentu saja , karena perbedaan itu, maka tidak semua jenis tanah di Indonesia termasuk tanah yang subur. Tanah yang subur cocok untuk ditanami berbagai jeis tanaman yang berguna untuk kehidupan manusia. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis tanah di Indonesia, persebarannya dan pemanfaatannya.


pengertian tanah dan jenis-jenis tanah


1. Tanah Vulkanis / ondosol


Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah yang dekat dengan gunung api. Tanah ini terbentuk dari abu vulkanis yang telah mengalami pelapukan. Cirinya antara lain adalah sifatnya yang berbutir halus, mudah tertiup angina, dan jika terkena hujan, maka lapisan atas tanah menutup tanah sehingga tidak mudah terjadi erosi. Jenis tanah ini sangat subur sehingga dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Tanah ini tersebar di wilayah Pulau Jawa bagian utara, Bali, Lombok, Kalimantan selatan dan Sumatera.


2. Tanah Aluvial


Tanah alluvial sering pula disebut sebagai tanah endapan, yaitu berupa lumpur dan pasir halus yang terbawa oleh arus sungai, lalu diendapkan di dataran rendah, lembah, dan cekungan sepanjang daerah aliran sungai. Tanah jenis ini banyak dimanfaatkan sebagai lahan pertanian atau persawahan karena kondisi keasamannya yang sesuai dan letaknya di dataran rendah. Jenis tanah alluvial banyak tersebar di wilayah Jawa bagian utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Sumatera bagian timur.


3. Tanah Laterit


Tanah laterit biasanya berwarna merah atau kekuningan. Tanah ini tergolong tidak subur dan miskin unsur hara. Jenis tanah ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, melainkan dilakukan proses reboisasi agar bisa subur kembali. Jenis tanah ini tersebar di daerah Kalimantan Barat, Gunung Kidul, Pacitan, dan Banten. Jenis tanah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri gerabah atau keramik.


4. Tanah Litosol


Tanah litosol disebut juga tanah berbatu. Tanah ini terbentuk karena proses pelapukan bantuan yang belum sempurna sehingga jenis tanah ini miskin unsur hara. Jenis tanah  ini tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Hanya sebagian dari tanah litosol yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk menanam tanaman keras, tegalan, palawija, dan padang rumput untuk makanan ternak.


5. Tanah Gambut atau Tanah Organosol


Tanah gambut adalah tanah yang berasal dari bahan organic yang terbentuk karena genangan air, karena itu peredara udara di dalamnya sangat kurang dan proses penghancurannya menjadi tidak sempurna karena kekurangan unsur hara. Tanah gambut banyak digunakan sebagai persawahan pasang surut. Tanah ini tersebar di wilayah pantai timur Sumatera, Papua bagian selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.


6. Tanah Mergel


Tanah mergel adalah jenis tanah yang mengandung bermacam-macam batuan karena proses penghancuran oleh air hujan yang tidak merata. Tanah ini terdiri atas batu kapur, pasir, dan tanah liat. Tanah ini subur dan terdapat di lereng-lereng pegunungan. Tanah ini banyak dimanfaatkan untuk menanam pohon jati dan banyak terdapat di daerah Kediri, Madiun, serta Nusa Tenggara.


7. Tanah Regosol


Tanah regosol merupakan jenis tanah yang berasal dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butiran-butiran kasar. Jenis tanah regosol banyak dijumpai di daerah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera Bagian Timur dan Sumatera Bagian barat. Tanah regosol sangat sesuai untuk ditanami padi, palawija, tebu dan kelapa.


8. Tanah Kapur atau Tanah Mediteran


Tanah kapur adalah jenis tanah yang batu induknya berasal dari gamping, abu gunung berapi, dan batuan endapan yang mengalami pelapukan. Pada umumnya jenis tanah ini kurang subur. Namun demikian, jenis tanah ini sangat cocok untuk ditanami pohon jati, palawija, dan lain-lain. Tanah  kapur atau mediteran tersebar di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara, dan Sumatera Selatan.


9. Tanah Grumusol atau tanah margalit


Tanah grumusol terbentuk dari batuan kapur dan batuan gunung api. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah yang memiliki curah hujan antara 1.000 mm sampai dengan 2.000 mm pertahun. Sifat tanah ini sangat berat sehingga mudah erosi dan longsor. Jenis tanah grumusol banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Madura, dan Nusa Tenggara. Tanah grumusol banyak dimanfaatkan untuk ditanami kapas, jagung, kedelai, tebu, bahkan padi.


10. Tanah Podzolit


Jenis tanah podzolit terbentuk di daerah yang memiliki curang hujan  tinggi dengan suhu yang rendah. Warna tanah kuning kelabu. Di Indonesia jenis tanah ini tersebar di daerah pegunungan yang curah hujannya tinggi. Tanah podzolit tergolong tanah yang subur.


11. Tanah Pasir


Tanah pasir terbentuk dari batuan beku dan batuan sedimen yang mengalami pelapukan. Ciri tanah pasir adalah berpasir, berkerikil dan butirannya kasar. Tanahnya kurang subur sehingga tidak baik untuk pertanian. Di Indonesia jenis tanah ini banyak terdapat di pantai barat Sumatera, Sulawesi, dan Jawa Timur.


12. Tanah Humus


Tanah humus berasal dari tumbuh-tumbuhan yang telah mengalami pembusukan. Daun-daun yang jatuh ke tanah serta pohon-pohon yang telah mati mengalami pembusukan, sehingga akhirnya menjadi tanah. Pada hutan-hutan yang masih sangat lebat, bagian atas tanah terdiri dari tanah humus. 
Sifat tanah ini sangat subur.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian tanah, jenis-jenis tanah, serta persebaran jenis tanah dan pemanfaatannya di Indonesia. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 05.24

0 komentar:

Posting Komentar