Tujuan Negara Menurut Para Ahli

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 26 November 2016

Loading...

Negara mempunyai tujuan untuk kesejahteraan rakyat bukan untuk kepentingan pemerintah. Negara hanya sebagai alat bagi rakyat untuk mencapai tujuan bersama  bukan mempunyai tujuan pada dirinya sendiri. Pada umumya, tujuan setiap negara di dunia ini hampir sama, yaitu menciptakan kesejahteraan bagi warga negaranya.

Para ahli mempunyai pandangan yang berbeda-beda mengenai tujuan negara. Berikut ini adalah beberapa pandangan ahli mengenai tujuan-tujuan negara.

Dalam bukunya berjudul Republic, Plato menyebutkan bahwa negara timbul karena adanya kebutuhan-kebutuhan umat manusia. Karena tidak ada manusia yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sendiri dan memiliki banyak kebutuhan, maka dibentuklah negara. Tujuan negara berdasarkan pendapat Plato ini adalah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia.

Aristoteles menyatakan bahwa negara dibentuk dan dipertahankan karena  negara bertujuan menyelenggarakan hidup yang baik bagi semua warga negaranya.

Menurut Roger H. Soltau, tujuan negara adalah memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin. 

Menurut Harold J. Laski, tujuan negara adalah mencapai keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal.

Tujuan negara menurut Lord Shang Yang ialah membentuk kekuasaan. Untuk pembentukan kekuasaan ini ia mengadakan perbedaan tajam antara negara dengan rakyat. Perbedaan ini diartikan sebagai perlawanan atau kebalikan satu terhadap yang lainnya. Shang Yang menyatakan bahwa jika ingin membuat negara yang kuat dan berkuasa mutlak, maka ia harus membuat rakyatnya menjadi lemah dan miskin, sebaliknya jika orang hendak membuat rakyatnya kuat dan makmur, maka ia harus menjadikan negaranya lemah.

Menurut Nicollo Machiavelli dalam bukunya Il Principle, pemerintahan itu sebagai cara untuk memperoleh kekuasaan dan menjalankan kekuasaan. Ia tidak setuju dengan moral kebudayaan, agama, dan sebagainya karena semuanya akan melemahkan raja dalam memerintah negaranya. Penguasa harus mempunyai sifat sebagai serigala dan singa. Sebagai serigala ia dapat mengetahui dan membongkar rahasia yang bisa merobohkan negara karena kelicikannya. Sebagai singa ia bisa menaklukkan binatang-binatang buas lainnya.

Kesamaan antara pandangan Machiavelli dan Shang Yang terletak pada sifat-sifat kekuasaan yang harus dimiliki oleh negara, tetapi bedanya ialah bagi Machiavelli di belakang tujuan negara kekuasaan, masih tersembunyi  tujuan yang lebih jauh lagi yaitu untuk kepentingan kehormatan dan kebahagiaan bangsa. Sedangkan bagi Shang Yang tujuan negara adalah kekuasaan untuk kekuasaan itu sendiri, lain tidak.

Berbeda dengan Shang Yang dan Machiavelli, pada abad pertengahan Dante memiliki cita-cita yang dikemukakan dalam bukunya yang berjudul De Monarchie Libri III. Tujuan negara dari Dante bahwa seluruh negara-negara di dunia itu menjadi satu kekuasaan seorang raja.

Menurut Emmanuel Kant, tujuan negara adalah membentuk dan mempertahankan hukum. Untuk mencapai tujuan negara itu, maka negara harus mengadakan pemisahan kekuasaan  di mana masing-masing kekuasaan itu mempunyai kedudukan yang sama tinggi dan sama rendah, tidak boleh pengaruh mempengaruhi, saling campur tangan dan saling menguji.

Bagi negara yang menganut aliran Marxisme-Leninisme, tujuan negara adalah untuk membangun masyarakat komunis, sehingga bonum pablicum (kebahagiaan bagi rakyatnya) selalu ditafsirkan dalam rangka tercapainya masyarakat komunis.

Menurut ajaran Islam, tujuan negara adalah terlaksananya ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasul dalam kehidupan masyarakat, menuju pada tercapainya kesejahteraan hidup di dunia, materiil dan spiritual, perseorangan dan kelompok serta mengantarkan pada tercapainya  kebahagiaan hidup di akhirat kelak.

tujuan negara menurut ahli


Demikianlah penjelasan mengenai tujuan negara menurut para ahli. Kita juga bisa melihat bagaimana tujuan negara menurut ajaran Marxisme dan tujuan negara menurut Islam. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 22.49

0 komentar:

Posting Komentar