Pengertian Gempa Bumi, Tanda-Tanda dan Macam-Macam Gempa Bumi serta Penyebab Gempa Bumi dan Dampak Gempa Bumi

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 20 Desember 2016

Loading...

Pengertian gempa bumi

Gempa bumi atau earthquake adalah peristiwa alam berupa getaran atau goncangan tanah yang terjadi pada kulit bumi dan umumnya diawali oleh patahnya lapisan tanah/batuan di dalam kulit bumi, gunung meletus, runtuhnya dinding/atap gua serta lepasnya energi secara mendadak. Gempa yang terjadi akibat proses pergerakan lempeng disebut gempa bumi tektonik.

Sebenarnya, gempa bumi terjadi setiap hari, hanya saja skalanya sangat kecil dan lemah sehingga tidak terasa dan tidak menimbulkan kerusakan yang besar. Pada umumnya, gempa bumi yang terjadi dalam skala besar biasanya diikuti dengan gempa susulan dalam skala kecil  secara beriringan.

Ukuran besar kecilnya kerusakan di suatu tempat akibat adanya gempa bumi disebut magnitude atau yang umumnya dinyatakan dengan intensitas gempa. Intensitas merupakan fungsi dari magnitudo, jarak ke episentrum, lama getaran, kedalaman gempa, kondisi tanah, dan keadaan bangunan. Skala yang umum digunakan untuk menghitung kekuatan gempa adalah skala Richter.


Tanda-tanda terjadinya gempa bumi


Pada umumnya ada beberapa gejala atau tanda terjadinya gempa bumi. Gempa vulkanik biasanya didahului oleh terjadinya gempa bumi lokal di sekitar gunung api dengan intensitas yang sering, adanya suara gemuruh di dalam gunung, meningkatnya suhu di kawah gunung, keringnya mata air di sekitar gunung, dan turunnya hewan dari puncak gunung.

Adapun gejala atau pertanda yang muncul sebelum terjadinya gelombang tsunami  akibat gempa bumi tektonik yang terjadi di dasar laut adalah airnya surut secara tiba-tiba. Selang beberapa menit kemudian akan muncul ombak dengan gelombang besar. Tanda-tanda tersebut dapat dijadikan acuan untuk mengenal fenomena alam sebelum terjadinya gempa bumi.


macam-macam gempa bumi

Macam-macam gempa bumi


Ada tiga macam gempa bumi yang kita kenal, yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik dan gempa runtuhan. Gempa runtuhan jarang terjadi dan hanya terjadi di daerah kapur. Berikut ini adalah penjelasan mengenai gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulkanik.

Gempa tektonik terjadi karena adanya pelepasan tenaga akibat adanya pergeseran lempeng. Teori lempeng tektonik (tectonic plate) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, yang sebagian besar lapisan kerak bumi akan hanyut dan mengapung pada lapisan batuan di bawahnya. Lapisan kerak bumi akan bergerak perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lain. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa bumi tektonik. Contoh gempa tektonik pernah menghancurkan kota Yogyakarta pada tahun 2006 lalu.

Gempa bumi gunung berapi atau gempa vulkanik (volcanic earthquake) terjadi akibat adanya aktivitas vulkanisme gunung berapi. Pola persebaran titik gempa vulkanik berada dekat atau mengikuti jalur gunung berapi, seperti rangkaian pegunungan di Pulau Sumatera dan Jawa, Pegunungan Cascade di barat laut Pasifik Jepang, dataran Tinggi Islandia, titik merah gunung berapi, dan Hawaii.


Penyebab terjadinya gempa bumi


Pada umumnya gempa bumi terjadi akibat adanya pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan lempeng bumi yang bergerak. Semakin lama tekanan lempeng tersbeut semakin kuat getaran yang akan ditimbulkan. Apabila tekanan tersebut tidak dapat ditahan oleh tepi lempeng yang ditabraknya, terjadilah gempa bumi.

Gempa bumi dengan tingkat kerusakan paling kuat biasanya terjadi di daerah pertemuan lempeng. Gempa tersebut terjadi karena lapisan litosfer tertekan ke dalam dan mengalami tahap peralihan pada kedalaman lebih dari 600 km. Selain itu, gempa bumi vulkanik  juga terjadi di jalur pegunungan api. Bahkan, gempa tersebut dapat menjadi pertanda bahwa akan terjadi letusan gunung berapi.

Letak Indonesia yang berada di antara tiga lempeng utama dunia (lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik) serta berada di jalur cincin api dunia (world ring of fire) menjadikan sebagian besar wilayah Indonesia rawan terjadi gempa vulkanik maupun tektonik.


Dampak gempa bumi terhadap lingkungan alam dan sosial


Gejala alam seperti gempa bumi sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup, terutama manusia. Gempa vulkanik dapat diketahui sumbernya, yaitu melalui aktivitas vulkanisme. Tidak dapat diperkirakan kapan dan di mana  lokasi gempa bumi tektonik terjadi. Gempa ini dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan harta benda serta lingkungan.

Berdasarkan pengalaman, dampak negatif akibat gempa bumi di beberapa wilayah Indonesia serta belahan negara di dunia adalah  adanya korban jiwa sehingga mengancam keberlangsungan kehidupan penduduk dan lingkungan hidupnya. Korban meninggal akibat gempa bumi umumnya terjadi akibat terkubur reruntuhan, terhantam serpihan atau puing, kebakaran, dan lain-lain.

Kerusakan lingkungan di wilayah yang dilanda gempa bumi antara lain adalah kerusakan pemukiman, bendungan, gedung, perindustrian, sarana transportasi, dan lain-lain.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian gempa bumi, macam-macam gempa bumi, tanda-tanga terjadinya gempa bumi, penyebab gempa bumi, dan dampak gempa bumi terhadap lingkungan dan masyarakat. 

Loading...
Blog, Updated at: 18.34

0 komentar:

Posting Komentar