Pengertian Zakat dan Macam-Macam Zakat serta Ketentuan Zakat dalam Undang-Undang (LENGKAP)

Posted by Ensikloblogia on Kamis, 22 Desember 2016

Loading...

Pengertian zakat

Arti zakat dari segi bahasa adalah berkah, suci, berkembang, dan kebaikan. Ibadah ini dinamakan zakat karena dapat menyucikan dan mengembangkan harta benda orang yang telah  mengeluarkan zakat dan menjauhkan orang tersebut dan hartanya dari segala kerusakan. Arti zakat dari segi hukum Islam adalah sebagian harta yang telah diwajibkan oleh Allah swt. untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Zakat merupakan rukun Islam keempat dan salah satu panji Islam yang harus ditegakkan. Hukum zakat adalah fardhu atau wajib bagi yang mampu. Orang yang mampu yang enggan membayar zakat boleh dibenci dan orang yang menolak kewajiban mengeluarkan zakat dianggap kafir.


Macam-macam zakat


Zakat terbagi dalam dua macam, yaitu zakat fitrah (zakat diri pribadi) dan zakat mal (zakat harta).

Zakat fitrah


Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan setiap orang Islam, pada akhir bulan Ramadhan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Zakat fitrah dikeluarkan ketika seseorang  memiliki harta berlebih atas kebutuhan primer diri sendiri atau keluarganya untuk sehari semalam. Besar zakat fitrah adalah sekitar 3,1 liter atau 2,5 kg makanan pokok.

Orang atau pihak yang berhak menerima zakat fitrah adalah :
  1. Fakir, yaitu orang yang tidak memiliki pekerjaan dan harta.
  2. Miskin, yaitu orang yang mempunyai pekerjaan dan harta, tetapi tidak mencukupi.
  3. Mualaf, yaitu orang yang baru masuk Islam.
  4. Riqab, yaitu orang yang ingin membayar tebusan untuk merdeka.
  5. Garim, yaitu orang yang banyak utang untuk tujuan baik.
  6. Sabilillah, yaitu segala kepentingan agama yang bersifat umum.
  7. Ibnu sabil, yaitu musafir yang kehabisan bekal.
  8. Amil, yaitu orang atau badan penyelenggara distribusi zakat.

Berdasarkan hukum taklifi, waktu pelaksanaan zakat fitrah digolongkan sebagai berikut :
  1. Zakat fitrah hukumnya mubah apabila dikeluarkan pada awal bulan Ramadhan hingga hari terakhir bulan Ramadhan sebelum berakhirnya Ibadah puasa.
  2. Zakat fitrah hukumnya wajib apabila dikeluarkan setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan.
  3. Zakat fitrah hukumnya sunnah  apabila dikeluarkan setelah salat subuh hingga menjelang salat Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal.
  4. Zakat fitrah hukumnya makruh jika dikeluarkan setelah shalat Idul Fitri hingga sebelum matahari terbenam pada 1 Syawal.
  5. Zakat fitrah hukumnya haram apabila dikeluarkan setelah matahari terbenam pada tanggal 1 Syawal, dan dinilai sebagai sedekah biasa.


macam-macam zakat

Zakat mal


Zakat mal adalah zakat yang diambil berdasarkan jumlah harta. Harta yang wajib dizakati adalah harta penuh, dapat dikembangkan, cukup besar jumlahnya, dan telah dimiliki dalam jangka waktu tertentu, dan telah sampai nisabnya. Yang tergolong dalam harta yang harus dizakati adalah sebagai berikut :
  1. Hewan ternak.
  2. Emas dan perak (termasuk investasi mata uang).
  3. Makanan pokok dan buah-buahan.
  4. Hasil tambang.
  5. Harta perniagaan.
  6. Harta terpendam.


Wajib zakat dan kewajiban pemerintah


Menurut Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, yang menjadi wajib zakat adalah setiap Warga Negara Indonesia beragama Islam yang mampu, atau badan yang dimiliki oleh orang Islam.

Pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan, dan pelayanan kepada muzakki (orang yang membayar zakat), mustahik (orang yang menerima zakat), dan amil zakat.


Asas dan tujuan zakat


Pengelolaan zakat berdasarkan iman dan takwa, keterbukaan dan kepastian hukum sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Adapun tujuan pengelolaan zakat adalah sebagai berikut :
  1. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai dengan tuntutan agama.
  2. Meningkatkan fungsi dan peran pranata keagamaan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial.
  3. Meningkatkan hasil guna dan daya guna zakat.


Organisasi dan pengelolaan zakat


Pengelolaan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat dan Lembaga Amil Zakat. Berikut ini adalah penjelasannya.


Badan amil zakat


Badan amil zakat adalah organisasi pengelolaan zakat yang dilakukan oleh pemerintah, terdiri dari unsur-unsur  masyarakat dan pemerintah.

Kepengurusan Badan Amil Zakat terdiri dari unsur-unsur masyarakat, yaitu ulama, cendekiawan, serta tokoh masyarakat setempat dan pemerintah. Syarat untuk menjadi pengurus  antara lain harus memiliki sifat amanah, adil, berdedikasi, professional dan berintegritas tinggi.


Lembaga amil zakat


Lembaga amil zakat adalah institusi pengelolaan zakat yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan kemaslahatan umat Islam.

Lembaga amil zakat dikukuhkan, dibina, dan dilindungi oleh pemerintah. Untuk dapat dikukuhkan, lembaga amil zakat harus mengajukan permohonan kepada pemerintah setempat setelah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Berbadan hukum.
  2. Memiliki data muzaki dan mustahik.
  3. Memiliki program kerja.
  4. Memiliki pembukuan.
  5. Melampirkan surat pernyataan bersedia diaudit.

Bersama Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat bertugas mengumpulkan, mendistribusikan, dan mendayagunakan zakat sesuai dengan ketentuan agama. Selain itu, kedua badan ini juga bertugas memberikan penyuluhan dan pemantauan tentang pengelolaan data dan pendistribusian zakat.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai pengertian zakat, macam-macam zakat, dan ketentuan zakat dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat.  

Loading...
Blog, Updated at: 18.55

0 komentar:

Posting Komentar