Pengertian dan Macam-Macam Sistem Ekonomi serta Ciri-Cirinya

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 20 Juni 2017

loading...

Pada kesempatan ini, kita khusus akan membahas mengenai pengertian sistem ekonomi dan macam-macam sistem ekonomi. Kita semua tahu bahwa sistem ekonomi merupakan suatu cara yang dilakukan oleh sebuah negara untuk menjalankan kegiatan ekonomi dan memecahkan masalah-masalah ekonomi sehingga bisa mensejahterakan rakyat. Ada berbagai macam sistem ekonomi di dunia, yaitu sistem ekonomi tradisional, liberal, sosialis atau terpusat dan sistem ekonomi campuran. Perbedaan sistem ekonomi tentunya memberikan dampak pada perbedaan kesejahteraan rakyat karena semua sistem ekonomi memiliki ciri dan kelebihan serta kekurangan masing-masing. 


Pengertian Sistem Ekonomi


Pengertian sistem ekonomi secara umum adalah cara suatu negara mengatur kehidupan ekonominya dengan menggunakan perangkat tertentu, seperti peraturan- peraturan dan kebijakan-kebijakan. Secara umum, dikenal lima sistem ekonomi di dunia, yaitu sistem ekonomi trandisional, sistem ekonomi liberal, sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi campuran.

Sistem ekonomi yang dianut oleh setiap negara berbeda-beda. Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara bergantung pada keputusan dari lembaga tertinggi atau yang paling berkuasa dari negara tersebut yang didasarkan pada pertimbangan filsafat, budaya, sejarah, cita-cita rakyat serta motif-motif tertentu dari pemerintah. 

Beberapa ahli memberikan definisi sistem ekonomi adalah sebagai berikut :

Menurut Chester A Bermand, pengertian sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri.   

Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.

Sedangkan Menurut Dumatry mengungkapkan bahwa Sistem ekonomi yaitu suatu sistem yang mengatur serta menjalin sebuah hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan.

Sistem ekonomi suatu negarapun bisa berubah bergantung pada keputusan tertinggi dari negara tersebut. Sebagai contoh, Indonesia pernah menganut sistem ekonomi terpimpin untuk kemudian berubah menganut sistem ekonomi kerakyatan (sesuai Tap MPR No. IV/MPR/1999). Berikut ini akan diuraikan secara terperinci macam-macam sistem ekonomi.


pengertian dan macam-macam sistem ekonomi

Sistem Ekonomi Tradisional 


Sistem ekonomi tradisional banyak dimanfaatkan manusia pada zaman dulu. Pada zaman ini cara berproduksi masih mengandalkan tenaga manusia dan sumber daya alam. Jadi hanya menggunakan faktor produksi asli. Dan kalaupun menggunakan alat produksi, bentuk alatnya masih sangat sederhana seperti kapak batu, sumpit, dan sejenisnya. 

Di zaman modern, sistem ekonomi tradisional masih dipakai oleh suku- suku yang terasing di pedalaman atau oleh suku-suku yang sengaja mengasingkan diri dan tidak mau menerima pengaruh dunia luar. Di Indonesia, masih terdapat suku-suku seperti ini. Adapun ciri-ciri yang dimiliki sistem ekonomi tradisional, yaitu: 
  1. belum ada pembagian kerja yang jelas; 
  2. kehidupan masyarakat sangat bersifat kekeluargaan; 
  3. pertukaran dilakukan dengan cara barter (belum mengenal uang); 
  4. adat (kebiasaan turun-temurun) sangat berperan dalam mengatur kehidupan sehari-hari; 
  5. teknologi yang digunakan masih sangat sederhana; 
  6. belum ada pemisahan yang tegas antara rumah tangga konsumsi dengan rumah tangga produksi sehingga tidak akan ditemukan adanya pabrik- pabrik.


Sistem Ekonomi Komando 


Sistem ekonomi komando (terpusat atau terpimpin) adalah sistem ekonomi yang segala sesuatunya diatur oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini pemerintah pusat memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi. Sistem ekonomi komando dijalankan berdasarkan ajaran Karl Marx (1818-1883) yang tercantum dalam bukunya Das Kapital dan Manifesto Komunis. 

Menurut Karl Marx, dengan sistem ekonomi yang direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah pusat maka fungsi-fungsi produksi akan lebih efisien dibandingkan dengan sistem ekonomi bebas. Sistem ekonomi komando memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:
  1. Segala kegiatan ekonomi diatur pemerintah. 
  2. Hak milik perorangan tidak diakui, kecuali yang sudah dibagikan. 
  3. Semua sumber dan alat produksi adalah milik negara. 
  4. Tidak ada kebebasan berusaha bagi individu, karena pembagian kerja diatur oleh pemerintah. 
  5. Harga-harga ditentukan oleh pemerintah.

Sistem ekonomi komando pernah dianut oleh negara-negara Eropa Timur, seperti Rusia, Rumania, dan Polandia. Akan tetapi, karena dirasakan tidak memberikan kemakmuran seperti yang diharapkan oleh mereka, sistem ekonomi komando akhirnya direformasi (perbarui) secara besar-besaran. Di Rusia reformasi tersebut dikenal dengan gerakan glasnost (keterbukaan) dan perestroika (pembaruan) yang diprakarsai oleh Presiden Mikhail Gorbachev pada tahun 1987.


Sistem Ekonomi Liberal 


Apabila pada sistem ekonomi komando pemerintah yang memegang peran utama dalam mengatur kehidupan ekonomi maka pada sistem ekonomi liberal pengaturan kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan pada masyarakat. Masyarakatlah yang menentukan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi. 

Pada sistem ekonomi liberal, segala kegiatan ekonomi akan ditentukan oleh kekuatan pasar, yakni kekuatan yang dibentuk oleh pertemuan antara permintaan dan penawaran. Apabila seseorang ingin menguasai kekuatan pasar maka orang tersebut harus memiliki modal (kapital), teknologi, dan kemampuan wirausaha yang tinggi. Sistem ekonomi liberal sesuai dengan pendapat Adam Smith yang sangat menghendaki adanya kebebasan pasar dan tidak menginginkan adanya campur tangan pemerintah. 

Pada saat ini, sistem ekonomi liberal dianut oleh Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, dan Jepang. Hanya saja pelaksanaan di negara-negara tersebut sudah disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing. Ciri-ciri sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut: 
  1. Seluruh kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat. 
  2. Masyarakat bebas berusaha, berinovasi, dan berkreativitas dalam melakukan kegiatan ekonomi. 
  3. Hak milik perorangan diakui. 
  4. Kegiatan ekonomi ditujukan untuk mencari laba sebesar-besarnya (profit oriented). 
  5. Keikutsertaan pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat dibatasi. 
  6. Adanya persaingan antarpengusaha dalam mengejar keuntungan. 
  7. Harga-harga yang terjadi ditentukan oleh kekuatan pasar. 


Sistem Ekonomi Campuran 


Sistem ekonomi campuran merupakan gabungan atau campuran dari sistem ekonomi komando dengan sistem ekonomi liberal. Pada sistem ini masyarakat diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi, tetapi pemerintah masih berperan untuk mengendalikan dan mengawasi kegiatan ekonomi masyarakat. Tujuan sistem ini adalah agar tidak terjadi dampak negatif (keburukan) dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi liberal.

Adapun peran pemerintah dalam sistem ekonomi campuran adalah, sebagai berikut:
  1. Membuat peraturan-peraturan untuk mengendalikan kegiatan ekonomi masyarakat.
  2. Melakukan kebijakan fiskal dan moneter. 
  3. Melakukan kegiatan ekonomi secara langsung, seperti mendirikan perusahaan-perusahaan negara dengan tujuan utama memberikan pelayanan untuk kepentingan masyarakat banyak dan menambah pendapatan negara.

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran antara lain adalah :
  1. Adanya campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
  2. Adanya peran pihak swasta dalam kegiatan ekonomi.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian sistem ekonomi, macam-macam sistem ekonomi dan ciri-ciri sistem ekonomi di dunia. semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 20.40

0 komentar:

Posting Komentar