Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional, Ciri-Ciri, Kelebihan serta Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 20 Juni 2017

loading...

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi sederhana yang dijalankan berdasarkan adat kebiasaan secara turun temurun dengan hanya mengandalkan faktor produksi alam dan faktor produksi tenaga kerja. Dalam sistem ekonomi ini, masyarakat menjalankan fungsi dan memenuhi kebutuhan hidup secara bersama-sama. Pemerintah memiliki peran yang sangat kecil, bahkan hampir-hampir tidak ada. 

Pengertian sistem ekonomi tradisional


Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi sederhana yang berkembang pada masyarakat yang sederhana yang hanya memanfaatkan faktor produksi asli, yaitu sumber daya alam dan tenaga manusia. 

Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter  (natura), belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.

Sistem ekonomi tradisional berkembang sejak zaman dahulu ketika manusia masih menggunakan alat-alat sederhana seperti batu. Di era moderen, sistem ekonomi tradisional masih dipakai oleh suku-suku pedalaman yang masih tertutup dari dunia moderen dan dunia luar.


sistem ekonomi tradisional

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional


Beberapa ciri sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut :
  1. Belum ada pembagian kerja.
  2. Pertukaran dengan sistem barter.
  3. Jenis produksi ditentukan sesuai dengan kebutuhan. 
  4. Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan. 
  5. Bertumpu pada sektor agraris .
  6. Keadaan masyarakatnya masih statis, tradisional, dan miskin.
  7. Adat istiadat memegang peran penting dalam segala kegiatan manusia.
  8. Teknologi yang sangat sederhana.
  9. Belum ada pemisahan antara rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsi, sehingga tidak akan ditemukan pabrik-pabrik.

Belum adanya pembagian kerja pada masyarakat yang menganut sistem ekonomi tradisional menyebabkan tidak jelasnya jenis produksi yang dihasilkan. Umumnya masyarakat menghasilkan barang dari kegiatan agraris seperti pertanian dan perkebunan. Selain itu, kegiatan berburu juga menjadi salah satu cara untuk menghasilkan makanan.


Kelebihan sistem ekonomi tradisional


Beberapa kelebihan sistem ekonomi tradisional antara lain sebagai berikut :
  1. Setiap masyarakat memiliki motivasi untuk menjadi produsen.
  2. Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan. 
  3. Dengan sistem pertukaran barter, masyarakat cenderung bertindak jujur.

Kelebihan sistem ekonomi tradisional di mana tidak ada pembagian kerja yang jelas mendorong setiap rumah tangga menjadi produsen, bukan hanya sebagai konsumen. Kegiatan produksi pun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama yang mereka perlukan untuk menghadapi masa berikutnya.

Kegiatan produksi yang dilakukan masyarakat tidak ditujukan untuk mencari keuntungan sehingga tidak ada jarak atau jurang pemisah ekonomi antara yang kaya dengan yang miskin. Ditambah dengan adanya sistem barter sebagai pertukaran barang menjadikan masyarakat pada sistem ekonomi tradisional lebih jujur.


Kekurangan sistem ekonomi tradisional


Adapun kekurangan sistem ekonomi tradisional adalah sebagai berikut :
  1. Tidak ada kerja sama antarindividu atau masyarakat 
  2. Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan 
  3. Jenis dan jumlah barang yang diproduksi sering tidak mencukupi kebutuhan 
  4. Sulit menetapkan ukuran dari barang yang dipertukarkan

Sistem ekonomi tradisional memiliki banyak kekurangan seperti yang disebutkan di atas. Pembagian kerja yang tidak jelas menyebabkan masyarakat tidak memiliki hubungan kerja sama. Setiap orang bekerja untuk kepentingannya masing-masing.

Sistem barter yang masih digunakan masyarakat pada sistem ekonomi tradisional menyebabkan banyak kendala. Hal ii disebabkan karena sulit menetapkan standar barang yang dipertukarkan. Misalnya saja menukarkan daging dengan beras. Berapa karung beras setara dengan berapa ekor ayam ? 

Selain itu, sistem barter juga menyebabkan masyarakat sulit menemukan barang yang dibutuhkan. Jika si A memiliki padi dan si B memiliki ayam, belum tentu mereka bisa saling barter karena si A membutuhkan daging sedangkan si B membutuhkan garam. 

Demikianlah penjelasan mengenai sistem ekonomi tradisional, ciri-ciri sistem ekonomi tradisional, serta kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional.  

loading...
Blog, Updated at: 21.29

0 komentar:

Posting Komentar