Peran Rumah Tangga dalam Kegiatan Ekonomi

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 21 Juni 2017

Loading...

Pada kesempatan ini, akan dibahas mengenai peran rumah tangga dalam kegiatan ekonomi. Rumah tangga adalah sebuah unit pelaku ekonomi. Rumah tangga merupakan sebuah keluarga yang terdiri dari beberapa orang anggota. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, maka rumah tangga keluarga akan berperan dalam kegiatan ekonomi. Dalam kegiatan ekonomi, rumah tangga (rumah tangga konsumen), memiliki dua peran, yaitu :
  1. Sebagai konsumen terhadap barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidup. 
  2. Sebagai penyedia faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, bahan baku, modal dan pengusaha (kewirausahaan). Sebagai penyedia bahan baku, misalnya rumah tangga mempunyai ladang yang ditumbuhi kayu mahoni, kemudian kayunya dijual kepada perusahaan mebel agar diolah menjadi perabot rumah tangga.


peran rumah tangga dalam kegiatan ekonomi

Peran rumah tangga sebagai konsumen barang dan jasa


Untuk melansungkan kehidupan sehari-hari, maka sebuah rumah tangga memerlukan barang dan jasa. Tentu saja, untuk melakukan kegiatan konsumsi itu, maka rumah tangga memerlukan pengorbanan. Kegiatan konsumsi rumah tangga antara lain kebutuhan primer berupa sandang, pangan dan papan, kebutuhan sekunder seperti televisi, meja, kursi, dan tempat tidur, dan juga kebutuhan tersier seperti sepeda motor dan mobil. Tanpa adanya kegiatan konsumsi yang dilakukan rumah tangga, maka kegiatan ekonomi tidak akan terjadi.


Peran rumah tangga sebagai penyedia faktor produksi 


Rumah tangga berperan sebagai penyedia faktor produksi tenaga kerja. Untuk melakukan konsumsi, rumah tangga memerlukan pendapatan berupa uang. Dari mana pendapatan tersebut diperoleh dan apa saja bentuknya? Pendapatan rumah tangga umumnya diperoleh dari perusahaan dalam bentuk sebagai berikut:
  1. Upah atau gaji, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga karena telah mengorbankan tenaga dalam kegiatan produksi. 
  2. Sewa, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga karena telah menyewakan tanah atau bangunan untuk pelaku kegiatan produksi. 
  3. Bunga, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga karena telah meminjamkan sejumlah uang sebagai modal untuk melakukan kegiatan produksi. 
  4. Laba, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga karena telah mengorbankan pikiran, tenaga, dan keahliannya untuk mengelola perusahaan sehingga perusahaan mampu memperoleh laba. 
  5. Hasil penjualan, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga dari menjual bahan baku kepada perusahaan.

Dari semua penjelasan di atas diketahui adanya interaksi antara rumah tangga dengan perusahaan. Interaksi tersebut menyebabkan terjadinya arus uang dan barang serta jasa antara rumah tangga dan perusahaan.

Rumah tangga membutuhkan perusahaan untuk mendapatkan pekerjaan dan memiliki penghasilan sehingga bisa membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan perusahaan membutuhkan rumah tangga sebagai tenaga kerja agar bisa menghasilkan  barang dan jasa.

Rumah tangga memiliki peran sebagai penyedia faktor produksi dalam kegiatan ekonomi. Faktor produksi yang disediakan rumah tangga antara lain adalah faktor produksi modal, tenaga kerja, dan lahan. Setiap anggota rumah tangga bisa menjadi faktor produksi tenaga kerja yang apabila digunakan oleh perusahaan, maka akan mendapatkan upah.

Demikianlah penjelasan mengenai peran rumah tangga dalam kegiatan ekonomi. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Loading...
Blog, Updated at: 05.14

0 komentar:

Posting Komentar