Sistem Ekonomi di Indonesia

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 25 Juni 2017

Loading...

Apakah sistem ekonomi Indonesia ? Ada banyak sistem ekonomi yang ada di dunia, antara lain adalah sistem ekonomi komando, liberal, tradisional dan sistem ekonomi campuran. Sistem ekonomi yang dianut oleh negara-negara di dunia umumnya adalah sistem ekonomi campuran. Termasuk Indonesia. Hanya saja, di Indonesia sistem ekonomi yang dianut disebut sistem ekonomi  Pancasila atau demokrasi ekonomi atau ekonomi kerakyatan. 

Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi maka dikenal juga dengan Sistem Demokrasi Ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat. Dalam pembangunan ekonomi masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Negara sangat mengakui setiap upaya dan usaha warga negaranya dalam membangun perekonomian.

sistem ekonomi di indonesia


Sistem ekonomi Indonesia memiliki landasan pokok dalam konstitusi. Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah Pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD 1945 hasil Amendemen, yang berbunyi sebagai berikut. 
  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. 
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.


Selain tercantum dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945, demokrasi ekonomi tercantum dalam Tap MPRS No. XXII/MPRS/1966 sebagai cita-cita sosial dengan ciri-cirinya. Selanjutnya, setiap Tap MPR tentang GBHN mencantumkan demokrasi ekonomi sebagai dasar pelaksanaan pembangunan dengan ciri-ciri positif yang selalu harus dipupuk dan dikembangkan. Ciri-ciri positif sistem ekonomi Indonesia diuraikan dalam poin-poin berikut. 
  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas- asas kekeluargaan. 
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 
  3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 
  4. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula. 
  5. Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
  6. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak. 
  7. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat. 
  8. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.


Adapun ciri negatif yang harus dihindari dalam sistem ekonomi Indonesia  karena bersifat kontradiktif dengan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia adalah sebagai berikut. 
  1. Sistem ”Free Fight Liberalism”, yang menumbuhkan eksploitasi manusia dan bangsa lain. 
  2. Sistem ”Etatisme”, negara sangat dominan serta mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara. 
  3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Sistem ekonomi di Indonesia juga dipengaruhi oleh ajaran agama Islam, sehingga terkadang kita juga mengenal istilah ekonomi syariah di Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan penganut agama Islam terbesar di dunia. Tidak heran, jika perkembangan sistem ekonomi syariah di Indonesia kini semakin pesat. 

sistem ekonomi syariah di Indonesia mengedepankan pembagian keuntungan dan menghindari riba dan hal-hal berbahaya lainnya. Dalam sistem ekonomi syariah, dasar yang digunakan adalah syariat agama Islam. Pelaksanaan sistem ekonomi syariah tidak mengedepankan menghasilkan laba sebanyak-banyaknya. Saat ini, hampir semua bank di Indonesia memiliki cabang bank syariah.

Demikianlah penjelasan mengenai sistem ekonomi Indonesia semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 04.45

0 komentar:

Posting Komentar