Teori Nilai Objektif dan Teori Nilai Subjektif

Posted by Ensikloblogia on Senin, 26 Juni 2017

loading...

Perlu kamu ketahui, bahwa dalam teori nilai objektif lebih menitikberatkan pada kaum produsen, sedangkan konsumen lebih cenderung menilai barang dari segi subjeknya, atau siapa yang menilai. Oleh karena itu, teori perilaku konsumen merupakan teori nilai subjektif.

Tokoh-tokoh teori nilai objektif


Untuk lebih jelasnya berikut ini akan dibahas mengenai teori nilai objektif beserta tokoh-tokohnya.

  • Teori Nilai Pasar Menurut Humme dan Locke menganggap bahwa nilai suatu barang sangat tergantung pada permintaan dan penawaran barang di pasar. 
  • Teori Nilai Biaya Produksi  dikemukakan oleh Adam Smith. Menurutnya, nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh produsen untuk membuat barang tersebut. Menurutnya, semakin tinggi nilai pakai suatu barang, nilai tukarnya pun juga akan semakin tinggi. 
  • Teori Nilai Tenaga Kerja Menurut David Ricardo menyatakan bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk menghasilkan barang tersebut. 
  • Teori Nilai Biaya Reproduksi Menurut Carey mengemukakan bahwa nilai suatu barang ditentukan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang itu kembali (biaya reproduksi). Oleh karena untuk menentukan nilai suatu barang tidak berpangkal pada biaya produksi yang pertama kali, tetapi pada biaya produksi yang dikeluarkan sekarang.
  • Teori Nilai Kerja Rata-Rata atau Teori Nilai Lebih Menurut Karl Marx, tenaga kerja mempunyai nilai tukar dan nilai pakai bagi pengusaha. Dalam hal ini pengusaha harus membayar nilai tukarnya untuk mendapatkan nilai pakainya. Kelebihan nilai pakai atas nilai tukar inilah yang disebut nilai lebih.


teori nilai obyektif dan teori nilai subyektif

Tokoh-tokoh teori nilai subjektif


Adapun tokoh-tokoh yang mengemukakan teori nilai subjektif di antaranya sebagai berikut.

Herman Henrich Gossen (1854) 


Dalam teori nilai subjektif, Gossen mempelajari cara pemuasan kebutuhan yang dikemukakan dalam Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II. Hukum Gossen I, yaitu hukum kepuasan yang semakin berkurang (law of diminishing utility), yang berbunyi “Jika suatu kebutuhan dipenuhi terus-menerus, maka kenikmatannya makin lama makin berkurang, sehingga akhirnya dicapai rasa kepuasan”.
Hukum Gossen II, yaitu hukum perata nilai batas atau law of marginal utility, berbunyi “Manusia akan berusaha untuk memenuhi berbagai macam kebutuhannya sampai pada tingkat intensitas yang sama”.


Karl Menger 


Dalam Teori Nilai Austria, Karl Menger melanjutkan penelitiannya berdasarkan Hukum Gossen dengan membuat daftar kebutuhan konsumen, sehingga konsumen membagi pendapatannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan sampai mencapai tingkat intensitas yang harmonis.

Von Bohm Bawerk 


Teori Von Bohm Bawerk disebut Teori Nilai Batas. Nilai batas adalah nilai yang diberikan kepada barang yang dimilikinya paling akhir atau nilai pemuasan yang paling akhir.

Teori nilai subjektif menyatakan bahwa suatu barang yang memiliki nilai kegunaan umum akan memiliki harga lebih tinggi dari pada barang yang nilai kegunaannya sedikit. Teori ini tentu saja tidak mutlak. Air  misalnya, memiliki kegunaan yang sangat umum, akan tetapi masih memiliki harga yang rendah. Lain halnya dengan emas yang nilai kegunaannya rendah tetapi memiliki harga yang tinggi.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai teori nilai objektif dan teori nilai subjektif. semoga bermanfaat untuk kita semua.

loading...
Blog, Updated at: 19.32

0 komentar:

Posting Komentar