Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 28 Juli 2017

loading...

Secara umum, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan dari dalam, terdiri dari hereditas atau gen dan hormon pertumbuhan tanaman seperti auksin, giberelin, sitokinin, asam asbitat, dan lain-lain. Sedangkan faktor ekternal adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang berasal dari luar, antara lain adalah nutrisi, cahaya, kelembaban, suhu, jenis tanah, dan lain-lain. Berikut ini adalah penjelsannya;.

Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman


Telah disebutkan di atas, bahwa faktor internal  yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah gen dan hormon. Hormon pertumbuhan tanaman terdiri atas auksin, giberelin, sitokinin, asam asbitat, dan gas etilen

a. Gen atau Hereditas 

Sel dikatakan unit hereditas karena di dalamnya terdapat kromosom dan gen yang bertanggung jawab dalam pewarisan sifat keturunan atau heredi- tas melalui pembiakan. Gen menumbuhkan jaringan dan organ yang akhirnya membina karakter makhluk hidup. Dalam pertumbuhan tumbuhan, sel-sel membiak dengan membelah diri, menjadi besar, berdiferensiasi sesuai dengan pola hereditas dan menghasilkan sejumlah besar variasi sel yang terorganisasi dalam jaringan dan organ. Di samping itu, gen berperan pula dalam penyusunan enzim-enzim dan hormon tumbuh yang mengatur dan mengendalikan pertumbuhan.

b. Hormon 


Pada tumbuhan, tidak dikenal adanya kelenjar serta sistem sirkulasi seperti pada hewan, tetapi tumbuhan memiliki kemampuan menyusun suatu senyawa organik yang didistribusikan dari suatu bagian tertentu dan memberikan reaksi fisiologis pada bagian lain. Senyawa tersebut dinamakan fitohormon (hormon tumbuhan) yang berfungsi sebagai zat pengatur. Oleh karena itu, para ahli botani menyebutnya substansi regulator pertumbuhan. Dewasa ini dikenal beberapa fitohormon, yaitu auksin, giberelin, sitokinin, asam traumalin, kalin, asam asbitat dan gas etilen.
  • Hormon auksin berperan dalam mendorong perpanjangan batang, pertumbuhan akar, differensiasi sel dan percabangan, pertumbuahan buah, dominasi epikal, fototropisme, geotropisme. Homon auksin diproduksi pada embrio dalam biji, meristem batang dan daun-daun muda.
  • Hormon giberelin diproduksi oleh meristem batang, meristem akar, daun muda, dan embrio. Hormon giberelin berfungsi dalam mendorong pertumbuhan tinggi tanaman, mempengaruhi perpanjangan sel dan pembelahan sel, serta pertumbuhan pada akar daun dan bunga serta buah. 
  • Hormon sitokinin berperan untuk merangsang pembelahan sel (sitokinesis) yang banyak berpengaruh pada pertumbuhan akar dan tunas.
  • Gas etilen berperan dalam proses pematangan buah.
  • Asam traumalin berperan dalam regenerasi sel yang luka.
  • Kalin, yaitu hormon yang berperan dalam pembentukan organ tumbuhan.
  • Asam asbitat, yaitu hormon tumbuhan yang berperan dalam penghambat pertumbuhan, menutup stomata ketika kekurangan air dan menunda pertumbuhan.


Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman


Faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan diantaranya adalah nutrisi atau makanan, kelembaban, suhu, cahaya, dan jenis tanah.

a. Nutrisi 


Nutrisi atau zat makanan berupa unsur-unsur atau senyawa kimia lainnya diperlukan tumbuhan sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Unsur-unsur tersebut sebagian diperoleh dari dalam tanah yang diserap melalui bulu-bulu akar. Unsur-unsur yang diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah  relatif besar disebut unsur makro, yaitu C, O, H, N, S, F, K, Ca, dan Mg. Unsur-unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro, yaitu Fe, Cl, Cu, Mn, Zn, Mo, Bo, dan Ni, sedangkan unsur-unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah sangat sedikit oleh tumbuhan tertentu disebut unsur tumbuhan. Hal ini berdasarkan pada hasil percobaan dari W. Pfeffer, Julius sach, dan W. Knop. 

Setiap unsur yang dibutuhkan tumbuhan memiliki peranan dan menimbulkan gejala tertentu apabila terjadi kekurangan atau kelebihan. Berikut ini beberapa unsur yang dibutuhkan tumbuhan beserta fungsinya, dan gejala yang timbul apabila kekurangan unsur tersebut. 
  • Nitrogen (N) merupakan komponen struktural protein, asam nukleat, hormon, dan enzim. Gejala kekurangan N, yaitu pertumbuhan terhambat (tumbuhan menjadi kerdil), serta daun menjadi pucat dan kuning. 
  • Kalium (K) berfungsi untuk mengatur keseimbangan ion di dalam sel serta merupakan kofaktor enzim dan berperan di dalam metabolisme karbohidrat. Gejala kekurangan kalium, yaitu perubahan karbohidrat terhambat dan daun berwarna kuning. 
  • Fosfor (P) merupakan penyusun fosfolipid asam nukleat dan ATP (adenosin triposfat). Gejala kekurangan P, yaitu pertumbuhan terhambat dan daun berwarna hijau tua serta ada bagian yang mati. 
  • Sulfur (S) merupakan komponen asam amino, sistein, metionin, dan beberapa vitamin. Gejala kekurangan S, yaitu daun menjadi kuning. 
  • Magnesium (Mg) merupakan penyusun klorofil dan kofaktor beberapa enzim. Gejala kekurangan Mg, yaitu klorosis, daun menguning dan kering mulai dari ujung.
  • Kalsium (Ca) berfungsi untuk mempertahankan permeabilitas membran plasma dan menyusun asam pekat dalam lamela tengah (middle lamela). Gejala kekurangan Ca, yaitu pertumbuhan terhambat karena lamela tengah tidak terbentuk sehingga pembelahan sel terganggu. 
  • Besi (Fe) berperan dalam pembentukan klorofil dan merupakan bagian terpenting dari enzim sitokrom, peroksidase, dan katalase. Gejala kekurangan Fe, yaitu klorosis, helai daun menguning. 
  • Boron (B) belum diketahui fungsinya secara jelas, diduga berperan dalam transpor glukosa. Gejala kekurangan B, yaitu ujung-ujung batang mengering dan rusak. 
  • Mangan (Mn) merupakan kofaktor enzim pernapasan, fotosintesis, dan metabolisme nitrogen. Gejala kekurangan Mn, yaitu daun berwarna pucat (klorosis). 
  • Seng (Zn) berperan dalam sintesis asam amino serta merupakan oktivator enzim dehidroginase. Gejala kekurangan Zn, yaitu pertumbuhan terhambat. 
  • Tembaga (Cu) berperan dalam transfer elektron  di dalam kloroplas dan merupakan bagian dari enzim reaksi oksidasi-reduksi. Gejala kekurangan Cu, yaitu daun-daunan berguguran dan ujung daun menjadi kisut. 
  • Molibdenum (Mo) merupakan bagian dari enzim pereduksi nitrat dan fiksasi nitrogen. Gejala kekurangan Mo, yaitu pertumbuhan terhambat.

Pengetahuan tentang berbagai nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dimanfaatkan oleh para petani untuk bercocok tanam secara hidroponik. Hidroponik merupakan pengembangan teknik bercocok tanam dengan air yang mengandung nutrien tertentu sebagai medium tanam. Banyak industri pertanian yang berkembang pesat berawal dari hidroponik.

b. Cahaya 


Cahaya mutlak diperlukan sebagai sumber energi terbesar bagi makhluk hidup. Tumbuhan hijau memanfaatkan cahaya secara langsung dalam proses fotosintesis dan secara tidak langsung energinya dibutuhkan oleh hewan dan manusia.

Umumnya cahaya merupakan faktor yang menghambat pertumbuhan karena cahaya dapat menyebabkan translokasi hormon (regulator pertumbuhan). Hal ini dapat dibuktikan dengan menempatkan dua pot kecambah, yang satu disimpan di tempat yang gelap dan yang satunya lagi disimpan di tempat yang terang atau banyak cahaya. Dalam beberapa hari kecambah di tempat gelap lebih cepat tumbuh dengan ruas-ruas yang panjang, tetapi keadaannya lemah. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap ini disebut etiolasi.

Fotoperiodisme Lamanya penyinaran juga memengaruhi pertumbuhan. Di daerah subtropik, beberapa jenis tanaman termasuk tumbuhan hari panjang. Bunga mekar pada akhir musim panas, yaitu setelah tumbuhan mendapat penyinaran lebih dari 12 jam. Pertumbuhan vegetatif dan generatif suatu tumbuhan sangat dipengaruhi oleh lamanya penyinaran. Tanggapan suatu tumbuhan terhadap panjang pendeknya hari disebut fotoperiodisme. Cahaya juga merangsang pertumbuhan bunga. Ada tumbuhan yang berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek daripada waktu malam). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamanya penyinaran matahari lebih panjang daripada waktu malam). Hal ini berkaitan dengan aktivitas hormon fitokrom pada tumbuhan.

Sebagai contoh tanaman kol (Brassica Sp) di Indonesia tidak pernah berbunga. Akan tetapi, jika diberi cahaya dalam waktu yang lebih lama secara periodik, tanaman kol dapat tumbuh memanjang dan berbunga. Beberapa tumbuhan hari panjang dapat berbunga jika diberi Giberelin atau sitokinin.

c. Suhu 


Dengan percobaan dan pemeliharaan pertumbuhan dalam berbagai suhu, dapat diketahui pengaruh suhu terhadap proses tumbuh. Umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0⁰C dan di atas 40⁰C. Suhu yang dikehendaki atau yang baik bagi pertumbuhan adalah 20⁰C – 37⁰C. Untuk tumbuh normal pada habitatnya, makhluk hidup memiliki kisaran suhu tertentu, yaitu sebagai berikut. 1) Suhu minimum adalah suhu terendah. Pada suhu ini tum- buhan masih dapat tumbuh. Suhu minimum untuk tum- buhan di daerah tropis adalah 10⁰C, sedangkan di daerah subtropis 5⁰ C. 2) Suhu maksimum adalah suhu tertinggi. Pada suhu ini tum- buhan masih dapat tumbuh. 3) Suhu optimum adalah suhu yang paling sesuai bagi pertum- buhan tumbuhan.

Apabila suhu lingkungan suatu tumbuhan di bawah suhu minimum, segala aktivitas fisiologi tubuhnya akan terhenti, dan ini disebut masa tidur (Dormansi), keadaan ini terjadi pada beberapa tumbuhan pada musim dingin di negara-negara yang memiliki 4 musim.

d. Kelembapan 


Kelembapan udara dan tanah sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhan. Kelembapan udara memengaruhi proses penguapan air yang berkaitan dengan penyerapan unsur hara. Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan besar sehingga penyerapan unsur hara pun makin banyak. Hal ini dapat memacu pertumbuhan.

Kelembapan tanah bergantung pada kandungan organik di dalamnya. Makin tinggi kandungan bahan organik dalam tanah, makin banyak pula jumlah air yang dapat diikat. Hal tersebut dapat mengurangi kepadatan struktur tanah sehingga porositas dan sirkulasi menjadi lebih baik. Hal ini penting karena sel-sel akar tanaman memerlukan oksigen untuk respirasi sel yang energinya diperlukan untuk proses transpor aktif dalam penyerapan unsur hara tanaman. Beberapa tumbuhan yang berkembang biak secara generatif, memerlukan kelembapan lebih rendah sehingga tumbuhan tersebut berbunga pada awal musim kemarau.

e. Jenis tanah


Jenis tanah juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tidak semua tumbuhan cocok pada semua jenis tanah. Tanaman kurma misalnya, hanya cocok jika dikembangbiakkan di tanah Arab dan timur tengah yang bergurun. Sedangkan di Indonesia, tanaman kurma bisa tumbuh, tetapi tidak berbuah.

Demikianlah penjelasan mengenai faktor eksternal dan faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Semoga bermanfaat untuk kita semua. 

loading...
Blog, Updated at: 19.37

0 komentar:

Posting Komentar