Langkah-Langkah Metode Ilmiah untuk Memecahkan Masalah

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 26 Juli 2017

Loading...

Sebelum membahas mengenai langkah-langkah metode ilmiah, maka perlu diperjelas bahwa metode ilmiah berbeda dengan penelitian ilmiah. Metode ilmiah adalah suatu cara dan proses berpikir secara sistematis dan terkontrol untuk menyelesaikan dan memecahkan masalah. Dalam berpikir dengan metode ilmiah, seseorang diharuskan untuk berpikir secara kritsis, analitis, objektif, logis dan konseptual agar bisa memperoleh penyelesaian masalah yang tepat.

Semua penelitian ilmiah wajib dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Akan tetapi, tidak semua metode ilmiah bisa dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Perlu pengujian untuk menarik kesimpulan bahwa sebuah penelitian termasuk dalam penelitian ilmiah yang benar karena telah menggunakan metode ilmiah yang tepat.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki kemampuan  berfikir paling cerdas dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Dengan kecerdasan tersebut manusia selalu berkeinginan untuk tahu dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diketahuinya. Dengan demikian manusia akan selalu mengembangkan rasa keinginantahuan tersebut melalui pengetahuannya. Sifat keingintahuan manusia dapat berkembang melalui tahapan sistematis yang telah ditentukan, yaitu melalui  metode ilmiah.

Metode ilmiah mengarah pada pola berfikir logis, analitis (menggunakan analisis), dan empiris (sesuai dengan kenyataan). Adanya sifat empiris inilah yang menyebabkan kebenaran itu bersifat objektif, artinya  kebenaran melekat pada objek, siapa pun yang memandang objek itu pasti sama. Langkah yang ditempuh oleh para ahli biologi dalam memecahkan suatu masalah adalah langkah yang sesuai dengan metode ilmiah. Secara garis besar langkah tersebut terdiri atas: Perumusan masalah, penyusunan kerangka berfikir/landasan teori, perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, dan pengambilan kesimpulan.

langkah-langkah metode ilmiah

1. Perumusan masalah


Perumusan masalah dimulai dari ketertarikan manusia terhadap hal-hal tertentu yang menarik dan menjadi perhatiannya. Perumusan masalah merupakan langkah untuk mengetahui masalah yang akan dipecahkan, sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan, dan alternatif cara untuk pemecahannya.

2. Penyusunan kerangka berpikir


Dalam menyusun kerangka berpikir diperlukan kemauan untuk  mempelajari laporan hasil penelitian orang lain, membaca referensi-referensi, observasi langsung pada lingkungan atau hasil wawancara dengan para ahli. Kerangka berfikir ini merupakan alasan yang menjelaskan keterkaitan antara berbagai faktor dengan objek dan jawaban terhadap suatu permasalahan. Kerangka berfikir disusun secara rasional berdasarkan penemuan-penemuan yang telah teruji kebenarannya.

3. Menyusun hipotesis


Hipotesis berfungsi sebagai jawaban sementara terhadap permasalahan yang timbul berdasarkan kesimpulan kerangka berpikir. Hipotetis hanyalah kesimpulan sementara yang dilakukan saat berpikir dengan metode ilmiah. Hipotetis ini kemudian akan diuji dengan melakukan eksperimen.

4. Pengujian hipotesis


Pengujian hipotesis dilakukan dengan eksperimen/ percobaan. Data yang diperoleh dari melakukan percobaan kemudian dianalisis untuk membuktikan apakah terdapat fakta- fakta yang mendukung hipotesis.


5. Penarikan kesimpulan


Penarikan kesimpulan merupakan evaluasi terhadap sebuah hipotesis yang telah dirumuskan, apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak. Pada tahap penarikan kesimpulan inilah sebuah hipotetis dianggap gugur atau tetap diterima hingga ada hasil penelitian baru yang menggugurkannya.

Contoh urutan metode ilmiah dan penerapannya :
  1. Rumusan masalah : Apakah konsentrasi warna kuning telur itik dipengaruhi oleh jenis makanannya?
  2. Kerangka berfikir : Dari berbagai informasi yang diperoleh dan dikembangkan secara logis, analitis dan sintesis, sangat masuk akal bahwa warna kuning telur itik ditentukan oleh jenis makanannya.
  3. Rumusan hipotesis : Warna kuning telur itik dipengaruhi oleh jenis makanannya.
  4. Pengujian hipotesis :  Melakukan percobaan dengan memberi makanan pellet untuk itik sebagai kontrol dan memberi makan selain pellet (jagung, padi) untuk itik yang lainnya. Setelah semua itik bertelur dan telur dipecah warna kuning telurnya ternyata berbeda konsentrasinya.
  5. Kesimpulan : Konsentrasi warna kuning telur itik dipengaruhi oleh jenis makanannya.


Demikianlah penjelasan mengenai langkah-langkah metode ilmiah yang digunakan untuk menyelesaikan dan memecahkan masalah. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Loading...
Blog, Updated at: 07.11

0 komentar:

Posting Komentar