PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 28 Juli 2017

loading...

Tumbuhan adalah salah satu jenis makhluk hidup. Salah satu ciri fisiologis makhluk hidup adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Proses pertumbuhan ditandai dengan dua ciri dasar, yaitu sebagai berikut: 
  1. Kenaikan volume yang ireversible (tidak dapat kembali seperti asalnya) disertai dengan pertumbuhan substansi dan diferensiasi. k
  2. Kenaikan jumlah sel sebagai hasil kegiatan sel meristem. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk kurva, dengan menggunakan auksanometer.


Perkembangan adalah suatu proses menuju tingkat kedewasaan, yang ditandai dengan adanya peningkatan kualitas sebagaimana layaknya makhluk hidup dewasa. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran.

Kurva pertumbuhan tumbuhan menahun dan tumbuhan semusim berbeda. Tumbuhan semusim terus-menerus tumbuh, sedangkan tumbuhan menahun berhenti tumbuh setelah matang (dewasa). Berikut ini adalah penjelasan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

Pertumbuhan Akar 


Bagian tumbuhan di atas permukaan tanah tumbuh dan meluas selama masa hidupnya, demikian pula bagian akar serta cabang-cabangnya jauh menembus  tanah. Titik tumbuh pada ujung akar terdiri atas jaringan meristem yang sel-selnya aktif membelah. Daerah (zona) meristem dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra. Di belakang zona meristem terdapat sel-sel hasil pembelahan meristem yang mengalami pertumbuhan memanjang, disebut juga zona perpanjangan. Sel-sel yang telah memanjang sepenuhnya (matang) berdiferensiasi membentuk struktur-struktur khusus.

1) Tudung Akar 

Ujung akar ditutupi oleh tudung akar yang terdiri atas sel-sel parenkim yang tidak berdiferensiasi. Sel-sel tersebut menyekresikan lendir yang berfungsi untuk membasahi per- mukaan tudung akar sehingga me- mudahkan ujung akar menembus tanah pada waktu sel-sel akar ter- sebut memanjang. Jika sel-sel tudung akar aus atau rusak akan digantikan oleh sel-sel baru yang berasal dari meristem apikal yang berada di bagian belakang.

2) Zona Meristematis 

Zona meristematis tersusun atas kumpulan sel-sel kecil yang teratur dengan bentuk yang relatif sama atau seragam. Karena kemampuannya membelah diri tak terbatas, maka dinamakan sel-sel meristematis (embrional). Sel-sel meristematis berbeda dengan sel dewasa (matang) dalam beberapa hal terutama ukurannya.

3) Zona Pemanjangan 

Sel-sel yang terletak di belakang zona meristematis segera menjadi besar dan bagian akar tersebut menjadi zona pemanjangan. Sel-sel pada bagian tersebut sebagian besar membesar dan memanjang. Hal ini menyebabkan vakuola bertambah besar. Pembesaran vakuola tersebut menekan sitoplasma ke arah dinding sel dan membentuk lapisan seperti garis tipis. Perubahan pada sitoplasma dialami pula oleh inti, akhirnya inti memipih dan melekat pada dinding sel, tetapi masih terendam sitoplasma. Pada zona meristematis bentuk sel-selnya serupa, sedangkan pada zona pemanjangan kelompok sel-selnya membentuk jaringan khusus, dan pada bagian akar yang matang (dewasa) mulai tampak sel-sel yang berbeda ukuran ataupun bentuknya. Bahkan akan tampak jelas bilamana sel-sel yang sama telah matang berdiferensiasi menjadi bagian tengah (stele) dikelilingi bagian yang bentuk dan ukurannya berbeda (korteks) serta lapisan terluar yang terdiri atas selapis sel yang tipis (epidermis).

4) Zona Pematangan 

Perbedaan bentuk dan ukuran pada zona pematangan menjadi lebih jelas. Pemanjangan yang penuh (maksimum) merupakan ciri bahwa sel-sel tersebut telah matang atau dewasa. Biasanya dinding sel yang matang mengalami penebalan karena penumpukan substansi di sebelah dalam dinding tersebut. Pada jaringan yang berbeda, jenis dan jumlah substansi yang menumpuk berbeda pula sehingga menyebabkan perbedaan struktur.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA TUMBUHAN


Pertumbuhan Batang 


Seperti halnya akar, pada ujung batang terdapat pula titik tumbuh.Titik tumbuh batang pada umumnya tidak mempunyai pelindung yang khusus, tetapi balutan bakal daunnya berfungsi sebagai pelindung. Pada ujung batang terdapat tiga daerah pertumbuhan perkembangan seperti pada ujung akar. Bagian-bagian batang menurut irisan memanjang, terdiri atas zona meristem, zona memanjang, dan zona pematangan (diferensiasi). 

Pada zona meristem terdapat meristem apikal (titik tumbuh) dan bakal daun. Permukaan bawah daun lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan bagian permukaan atas sehingga daun muda melengkung di atas titik tumbuh. Pada zona pemanjangan sel-sel tumbuh memanjang dan membesar serta mulai tampak bakal jaringan pembuluh. Pada daerah diferensiasi terdapat bermacam-macam jaringan, tetapi pada dasarnya batang memiliki lapisan- lapisan jaringan yang sama dengan akar, yaitu epidermis, korteks, dan silinder pusat (stele). Pertumbuhan pada batang dibagi menjadi dua, yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

1) Pertumbuhan Primer 

Titik tumbuh pada ujung akar dan ujung batang telah terbentuk sejak tumbuhan masih embrio. Oleh karena itu, titik tumbuh tersebut dinamakan titik tumbuh primer. Pertumbuhan yang disebabkan oleh aktivitas titik tumbuh primer disebut pertumbuhan primer.

2) Pertumbuhan Sekunder 

Pertumbuhan sekunder merupakan lanjutan pertumbuhan primer. Pertumbuhan yang ditimbulkan titik tumbuh sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan ini hanya terdapat pada tumbuhan dikotil dan gimnospemae.

Aktivitas kambium menghasilkan jaringan baru yang menyebabkan akar dan batang tumbuh membesar. Oleh karena itu, kambium memegang peranan utama dalam proses pertumbuhan sekunder. Kambium yang memengaruhi pertumbuhan sekunder terdiri atas kambium primer dan kambium sekunder.

a) Kambium Primer 

Kambium primer terdiri atas kambium fasikuler dan kambium interfasikuler yang bersangkutan antara yang satu dan yang lain sehingga membentuk suatu lingkaran. Aktivitas  kambium pada akar dan batang menghasilkan unsur-unsur kayu (xilem) ke arah dalam dan menghasilkan kulit kayu (floem) ke arah luar. Aktivitas kambium ke dalam jauh lebih besar daripada aktivitas ke luar sehingga bagian kayu jauh lebih tebal daripada bagian kulit kayu. Kambium juga menghasilkan sel-sel hidup yang berderet-deret menurut arah jari-jari dari bagian kayu sampai kulit dan disebut jari-jari empulur.

b) Kambium Sekunder (Kambium Gabus) 

Pembentukan jaringan ke arah dalam oleh kambium lebih cepat daripada pertumbuhan jaringan ke arah luar. Hal ini menyebabkan jaringan-jaringan sebelah luar pecah-pecah dan rusak. Akibat kerusakan tersebut, di bawah epidermis terbentuk kambium gabus atau felogen yang bersifat meristematis. Jaringan felogen membentuk floem ke arah luar dan membentuk feloderm ke arah dalam. Floem terdiri atas sel-sel mati, sedangkan feloderm terdiri atas sel-sel hidup. Pembentukan felerm dan feloderm, yang merupakan jaringan gabus, bersifat impermeabel terhadap air dan udara sehingga menyebabkan pertukaran gas melalui epidermis batang terhambat. Oleh karena itu, di tempat-tempat tertentu pada epidermis terdapat celah yang dinamakan lenti sel .

Pertumbuhan sekunder tidak berlangsung terus-menerus sepanjang tahun. Pada musim hujan, ketika air dan zat makanan cukup, terjadi pertumbuhan pesat, sedangkan pada musim kemarau pertumbuhan tersebut terhenti. Pertumbuhan jaringan sekunder selama satu masa tumbuh, yaitu dari musim kemarau ke musim kemarau lagi, tampak seperti lingkaran konsentris lingkaran tahun. Tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium. Oleh karena itu, tidak terjadi pertumbuhan sekunder. Batang monokotil setelah mencapai ukuran tertentu tidak akan bertambah besar lagi.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 18.55

0 komentar:

Posting Komentar