Struktur Sel dan Fungsi Organel-Organel Sel

Posted by Ensikloblogia on Kamis, 27 Juli 2017

Loading...

Sel merupakan unit terkecil kehidupan makhluk hidup yang didalamnya memiliki struktur sel dan terdiri dari organel-organel sel. Fungsi organel-organel sel berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.  Sel adalah suatu pabrik yang di dalamnya dapat  disintesis ribuan  molekul yang sangat dibutuhkan oleh  organisme. Ukuran sel bervariasi tergantung fungsinya.   Bentuk sel juga tergantung fungsinya.  Garis tengah sel bervariasi antara 1 – 100 zm. Sel paling besar adalah sel telur angsa, sedangkan sel terpanjang adalah sel otot dan sel saraf.  Berdasarkan jumlah sel penyusunnya, maka organisme dibedakan menjadi  organisme uniseluler (terdiri atas satu sel, misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah fungi dan Protozoa) dan multiseluler (terdiri atas banyak sel).  Pada  organisme multiseluler terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya. Struktur sel yang hidup pada dasarnya mempunyai bagian-bagian yang sama, yaitu: membran sel/ membran plasma, inti sel ( nukleus),  sitoplasma, dan  organel sel.

1. Membran Sel/Membran Plasma 


Membran sel adalah selaput yang terletak paling luar dan tersusun dari senyawa kimia  lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau lipid dengan senyawa protein). Membran sel disebut juga membran plasma atau selaput plasma. Lemak bersifat  hidrofobik karena tidak larut dalam air, sedangkan protein bersifat hidroſ lik karena larut dalam air. Oleh karena itu, selaput plasma bersifat selektif permeabel (hanya dapat memasukkan/dilewati molekul tertentu saja) atau semipermeabel. Membran sel membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar. 

Fungsi dari membran sel ini adalah sebagai pintu gerbang yang dilalui zat, baik menuju atau meninggalkan sel. Khusus pada sel tumbuhan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut dinding sel. Umumnya dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa selulosa, di antara kedua lapisan  selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan lamela tengah  yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti lignin, kitin,  pektin, suberin, dan lain-lain. Selain itu, pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut noktah. Pada  noktah/ pit sering terdapat penjuluran sitoplasma yang disebut  plasmodesma yang berfungsi menghubungkan sel satu dengan yang lain.

2.   Inti Sel ( Nukleus) 


Nukleus bertugas mengontrol kegiatan yang terjadi di sitoplasma. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi  DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai  protein terutama enzim. E nzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di s itoplasma. Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu:
  • Selaput inti (karioteka),
  • Nukleoplasma (kariolimfa),
  • Kromatin/kromosom,
  • Nukleolus (anak inti). 

Fungsi dari inti sel adalah mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi DNA untuk mengatur sintesis protein.

3.   Sitoplasma dan  Organel Sel 

Struktur Sel dan Fungsi Organel-Organel Sel


Bagian yang cair dalam sel dinamakan sitoplasma, khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan nukleoplasma. Fungsi utama kehidupan berlangsung di sitoplasma. Hampir semua kegiatan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cairan kental ini. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayang-layang dalam cairan kental (merupakan koloid, namun tidak homogen) yang disebut  matriks. Organel sel menjalankan banyak fungsi kehidupan seperti sintesis bahan,  respirasi (perombakan), penyimpanan, serta reaksi terhadap rangsang. Sebagian besar proses di dalam  sitoplasma diatur secara enzimatik.

Penyusun utama dari  sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. Organel sel adalah benda-benda yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup serta menjalankan fungsi-fungsi kehidupan. Organel Sel tersebut antara lain ribosom, retikulum endoplasma, mitokondria, lisosom, badan golgi, sentrosom, plastida, vakuola, mikrotubulus, mikroſ lamen, dan peroksisom. 

a. Ribosom (ergastoplasma) 

Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang r etikulum endoplasma dan ada pula yang soliter atau bebas. Ribosom merupakan organel sel terkecil di dalam sel. Fungsi dari ribosom adalah  tempat sintesis protein. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

b. Retikulum endoplasma (RE) 

Retikulum endoplasma yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Dikenal dua jenis retikulum endoplasma, yaitu:
  • Retikulum endoplasma granuler (retikulum endoplasma kasar). RE kasar tampak kasar karena ribosom menonjol di permukaan sitoplasmik membran. 
  • Retikulum endoplasma agranuler (retikulum endoplasma halus). RE halus diberi nama demikian karena permukaan sitoplasmanya tidak mempunyai ribosom. Fungsi organel sel ini adalah sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur retikulum endoplasma hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.


c. Mitokondria (the power house) 

Struktur mitokondria berbentuk seperti cerutu ini, mempunyai dua lapis  membran. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan krista. 

Fungsi mitokondria adalah organel sel yang berfungsi sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak energi ATP. Respirasi merupakan proses perombakan atau  katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup, karena itu mitokondria diberi julukan the power house (pembangkit tenaga) bagi sel. Secara garis besar, tahap  respirasi pada tumbuhan dan hewan melewati jalur yang sama, yang dikenal sebagai daur atau  siklus Krebs yang berlangsung di dalam mitokondria. 

d.  Lisosom 


Fungsi dari  organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Contohnya enzim lisozim, yang berfungsi untuk menghancurkan struktur sel, misalnya dinding sel. 

e. Badan golgi (aparatus golgi/diktiosom) 

Badan golgi terdiri dari kantung membran yang pipih (sisterne) yang tampak sebagai tumpukan pita. Kedua permukaan tumpukan membran pipih (sisterne) disebut sebagai muka cis dan muka trans. Muka cis berfungsi sebagai penerima vesikula transpor dari RE, sedangkan muka trans berfungsi mengirim vesikula transpor. Vesikula transpor adalah bentuk transfer dari protein yang disintesis RE. Apabila protein ini tidak 

f. Sentrosom (sentriol) 

Struktur sentrosom berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel baik  mitosis maupun meiosis. Sentrosom bertindak sebagai benda kutub yang merupakan tempat melekatnya ujung benang gelendong pada kedua kutub tersebut. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. 

g. Plastida 

Plastida berperan dalam  fotosintesis. Plastida adalah bagian dari sel yang bisa ditemui pada alga dan tumbuhan (kingdom plantae). Plastida dapat dilihat dengan  mikroskop cahaya biasa. Dikenal tiga jenis plastida, yaitu: 

1)  Leukoplas 

Plastida jenis ini berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan, terdiri atas: •   Amiloplas, berfungsi untuk menyimpan amilum. •   Elaioplas (lipidoplas), berfungsi untuk menyimpan lemak/minyak. •   Proteoplas, berfungsi untuk menyimpan protein. 

2)   Kloroplas 

Kloroplas adalah plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan  klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya  fotosintesis.

dikeluarkan oleh badan golgi, maka akan disimpan di dalam sel sebagai lisosom.Badan golgi berhubungan dengan fungsi menyortir dan mengirim produk sel. Badan golgi berperan penting dalam sel-sel yang secara aktif terlibat dalam sekresi. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.

3)  Kromoplas 
Kromoplas merupakan plastida yang mengandung  pigmen, misalnya: •   Karoten (kuning). •  Fikosianin (biru). •  Fikosantin (cokelat). •  Fikoeritrin (merah). 

h. Vakuola (rongga sel) 

Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai  organel sel karena tidak menjalankan sebuah fungsi tertentu secara aktif. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan  sitoplasma disebut tonoplas. Vakuola berisi: • garam-garam organik • glikosida •  tanin (zat penyamak) •   minyak eteris (misalnya jasmine pada melati, roseine pada mawar, zingiberine pada jahe) •  alkaloid (misalnya kafein, kinin, nikotin, likopersin, dan lain-lain) •   enzim •  butir-butir pati Pada beberapa spesies dikenal adanya v akuola kontraktil dan vakuola non kontraktil. 

i. Mikrotubulus 

Mikrotubulus berbentuk benang silindris dan kaku. Mikrotubulus berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai r angka sel. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelendong pembelahan. Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentukan  sentriol, ƀ agela, dan silia. 

j. Mikrofilamen 

Mikrofilamen seperti mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan  miosin (seperti pada otot). Mikroſ lamen berperan dalam  pergerakan sel. 

k. Peroksisom (badan mikro) 

Peroksisom ukurannya sama seperti l isosom. O rganel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).

Demikianlah penjelasan mengenai struktur sel dan fungsi organel-organel sel yang ada di dalamnya. Sel yang terdiri dari bagian-bagian sel memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan karena segalanya berawal dari sel. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 01.21

0 komentar:

Posting Komentar