Tahap Rancangan Penelitian Ilmiah

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 26 Juli 2017

loading...

Sebelum melakukan penelitian ilmiah, maka diperlukan sebuah rancangan penelitian. Rancangan penelitian ilmiah merupakan sub bagian utama perencanaan seluruh penelitian yang dibuat dalam bentuk naskah secara ringkas, jelas, dan utuh yang dibuat dengan tujuan agar pelaksanaan penelitian dapat berjalan secara benar, baik, dan lancar. Rancangan penelitian ilmiah umumnya memuat judul penelitian, latar belakang masalah penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan dan fungsi penelitian, tinjauan kepustakaan, hipotesis (kalau diperlukan), batasan konsep, metodologi penelitian dan daftar kepustakaan. Rancangan penelitian ilmiah yang baik harus memenuhi syarat yaitu sistematis, konsisten, dan operasional. 

1. Judul penelitian 

Judul penelitian merupakan hal utama yang harus disiapkan . Judul penelitian harus ringkas, spesifik, padat dan jelas untuk memberi gambaran umum  mengenai masalah yang diteliti. Judul penelitian contohnya: “Penelitan Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang Dengan Pupuk Kompos dan Pupuk Urea“

2. Latar belakang masalah 

Latar belakang berisi alasan mengapa peneliti mengambil judul tersebut sebagai objek penelitiannya. Dalam uraian latar belakang, peneliti perlu memberikan asalan mengapa dari sekian banyak objek yang bisa diteliti, ia memilih untuk meneliti masalah itu.  

3. Rumusan masalah 

Rumusan masalah penelitian  berisi mengenai masalah masalah yang akan dijawab melalui penelitian tersbebut. Rumusah masalah berupa pertanyaan- pertanyaan yang memudahkan untuk merancang penelitian. Rumusan masalah umumnya dibuat dengan singkat sesuai dengan jawaban yang akan dicari di judul penelitian.

4. Tujuan penelitian 

Tujuan penelitian dimaksudkan sebagai jawaban atas keingintahuan suatu masalah dalam penelitian. Perumusan tujuan penelitian harus sejalan dengan rumusan masalah penelitian. Tujuan penelitian dirumuskan dalam kalimat pernyataan. Jadi tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan keinginan peneliti untuk mencapai sesuatu melalui penelitian. 

5. Manfaat penelitian 

Manfaat penelitian perlu dikemukakan agar diketahui hasil yang hendak dicapai dari penelitian dan untuk siapa penelitian itu digunakan. Sebagai contoh, penelitian tentang pertumbuhan kacang panjang di atas memiliki manfaat kepada para petani untuk menentukan jenis pupuk terbaik agar bisa menghasilkan kacang panjang yang bukan hanya tumbuh dengan baik tapi juga berkualitas. 

6. Proposal penelitian 

Proposal penelitian meliputi: identifikasi variabel, latar belakang masalah, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, hipotesis (jika ada), dan metode penelitian. 

7. Tinjauan pustaka 

Tinjauan pustaka merupakan sumber ilmu awal yang digunakan oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya. Pada tahap awal tinjauan pustaka, biasanya peneliti akan mengandalkan ilmu dari perpustakaan ataupun hasil penelitian sebelumnya. Dalam melakukan tinjauan pustaka, biasanya peneliti akan mempelajari hasil yang diperoleh dari setiap sumber yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan, metode penelitian yang telah digunakan, termasuk metode pengambilan sampel, pengumpulan data, sumber data, dan satuan ukuran data. 

8. Menyusun Hipotesis 

Hipotesis bukanlah hal yang mutlak ada dalam suatu penelitian ilmiah. Akan tetapi, biasanya hipotetis tetap ada untuk menguji hasil penelitian. Hipotetis merupakan kesimpulan sementara yang ditarik oleh seorang peneliti setelah melakukan penelitian. Hipotesis sifatnya tidak mutlak dan bukan hal yang harus dipertahankan. Hipotetis penelitian ilmiah bisa saja salah dan bisa saja memang benar. 

9. Metode penelitian 

Metode penelitian menguraikan bagaimana cara melakukan penelitian tersebut, mulai dari menentukan populasi dan sampel, operasional variabel, prosedur pengumpulan data, dan analisis data.

Tahap Rancangan Penelitian Ilmiah


Demikianlah penjelasan mengenai tahap rancangan penelitian  ilmiah. Rancangan penelitain ilmiah melalui sebuah proses yang sangat panjang sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.  Tanpa adanya rancangan penelitian, maka sebuah penelitian perlu dipertanyakan keabsahannya. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 06.42

0 komentar:

Posting Komentar