Unsur-Unsur Peta

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 30 Juli 2017

Loading...

Sebuah peta yang bermanfaat harus bisa menjelaskan gambaran suatu daerah dengan baik. Oleh karena itu, maka sebuah peta harus terdiri dari unsur-unsur peta sehingga bisa dibaca oleh penggunanya dan bisa bermanfaat. Pengertian peta secara umum adalah gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dituangkan dalam bidang datar yang diperkecil dengan skala untuk menggambarkan suatu daerah atau wilayah. Suatu peta dikatakan lengkap dan baik bila memenuhi unsur-unsur sebagai berikut.

Judul Peta

Judul peta harus menggambarkan isi dan karakteristik peta yang digambar. Pemberian judul peta tidak harus berada di atas, penempatannya bisa di mana saja selama tidak mengganggu makna dari peta, dan masih berada pada garis tepi peta. Dengan adanya judul, maka pembaca akan mengetahui isi peta tersebut. Misal, peta iklim, peta curah hujan, peta persebaran objek wisata, dan sebagainya.

Garis Tepi (Border)

Garis tepi atau border adalah garis yang terletak di bagian tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Biasanya garis ini dibuat rangkap dua dan tebal.

Orientasi

Orientasi merupakan arah penunjuk mata angin. Pada peta biasanya arah mata angin menunjuk ke utara. Penempatan mata angin ini boleh di sembarang tempat, asal  masih berada dalam garis tepi dan tidak mengganggu pembacaan peta.

Skala Peta

Skala peta menunjukkan perbandingan jarak, antara jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Misalnya, peta berskala 1 : 100.000 artinya tiap jarak 1 cm di peta sama dengan jarak 100.000 cm di lapangan.

Legenda

Legenda adalah keterangan mengenai simbol-simbol yang terdapat di dalam peta. Legenda biasanya terletak di sebelah kiri, kanan ataupun bawah dari peta yang digambar.

unsur-unsur peta

Garis Bujur dan Garis Lintang

Garis bujur dan garis lintang disebut juga dengan garis astronomi. Garis bujur biasanya ditunjukkan dengan satuan derajat.

Simbol Peta 

Simbol merupakan tanda konvensional yang terdapat di dalam peta untuk mewakili keadaan sebenarnya yang ada di lapangan. Syarat-syarat simbol yang baik adalah:
  1. kecil, agar tidak terlalu banyak memerlukan ruang pada peta, 
  2. sederhana, supaya mudah dan cepat digambar, dan 
  3. jelas, agar tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca peta.

Secara garis besar, simbol-simbol yang digunakan pada peta tematik hanya mempunyai ketentuan-ketentuan menurut temanya saja. Umumnya tema tersebut mempunyai sifat kualitatif dan kuantitatif. Menurut artinya, simbol dibagi menjadi dua, yaitu simbol kualitatif dan kuantitatif. 
  • Simbol Kualitatif Simbol kualitatif menyatakan identitas atau melukiskan keadaan asli unsur- unsur yang diwakilinya. Simbol ini mempunyai keuntungan yaitu, mudah untuk dikenali, sedangkan kekurangannya adalah simbol tersebut sulit untuk digambar. Simbol ini tidak menyajikan besar atau banyaknya unsur yang diwakilinya. 
  • Simbol Kuantitatif Simbol ini melukiskan keadaan aslinya dan menunjukkan besar atau banyaknya unsur yang diwakilinya. Umumnya pemetaan simbol kuantitatif menggunakan data-data statistik, sehingga sering disebut pemetaan statistik.

Berdasarkan bentuknya, simbol dibagi menjadi 3 sebagai berikut: 
  1. Simbol titik/dot, digunakan untuk menyatakan posisi atau lokasi suatu tem- pat. Simbol yang digunakan dapat berupa simbol pictorial (gambar) maupun huruf. 
  2. Simbol garis, digunakan untuk menggambarkan batas-batas administrasi, jalan, maupun sungai. 
  3. Simbol luas, digunakan untuk menunjukkan suatu tempat tertentu, seperti hutan atau rawa.


Lettering 

Lettering adalah semua tulisan yang bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk huruf meliputi huruf kapital, huruf kecil, kombinasi huruf kapital-kecil, tegak (Roman), dan miring (Italic). Beberapa contoh cara penulisan pada peta adalah sebagai berikut: 
  1. Judul peta ditulis dengan huruf kapital dan tegak.
  2. Hal-hal yang berkaitan dengan air ditulis dengan huruf miring. Tulisan untuk sungai sejajar dengan arah sungai dan dapat terletak di atas atau di bawahnya. 
  3. Besar kecilnya huruf disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu memerhatikan unsur keindahan dan seni peta. 
  4. Tulisan nama ibu kota lebih besar daripada tulisan nama kota-kota lain.

Sumber Data dan Tahun Pembuatan 

Sumber data dan tahun pembuatan perlu dimasukkan dalam peta agar bisa diketahui dari mana asal datanya dan tahun pembuatannya.

Warna Peta 

Warna mempunyai peranan yang sangat penting dalam membedakan berbagai unsur yang terdapat dalam peta. Warna-warna tersebut  antara lain: 
  1. hitam, warna ini digunakan untuk menunjukkan batas administrasi, lettering, maupun detail penghunian, 
  2. biru, warna ini digunakan untuk menunjukkan tubuh air, seperti sungai, danau, serta laut. Degradasi warna biru muda hingga biru tua mununjukkan tingkat kedalaman dari tubuh air. Semakin tua warna birunya, maka semakin dalam tubuh air tersebut,
  3. hijau, warna ini digunakan untuk menunjukkan dataran rendah, vegetasi atau tumbuhan, serta hutan, 
  4. coklat, warna ini menunjukkan daerah yang mempunyai kemiringan lereng yang amat besar, misalnya dataran tinggi atau daerah pegunungan, dan 
  5. merah, warna ini digunakan untuk menunjukkan jalan raya atau untuk menunjukkan letak kota atau ibu kota.
Demikianlah penjelasan mengenai unsur-unsur peta. unsur peta sangat penting adanya agar peta dapat dibaca dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembacanya. semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 00.21

0 komentar:

Posting Komentar