Kredit Aktif dan Kredit Pasif serta Contoh Kredit Aktif dan Kredit Pasif

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 30 Agustus 2017

Loading...

Kita tentu sering mendengar istilah kredit, apalagi ketika berbicara mengenai kegiatan bank dan perbankan. Istilah kredit biasa kita tujukan pada kegiatan melakukan pinjaman kepada bank. PNS biasa akrab dengan kredit jenis ini. Dalam dunia perbankan, ada dua jenis kredit, yaitu kredit aktif dan kredit pasif. Kredit pasif dan kredit aktif merupakan sebagian dari jasa-jasa bank. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian dan contoh kredit aktif dan pasif.

Kredit Pasif


Kredit pasif merupakan kegiatan bank menghimpun dana dari masyarakat. kredit pasif dilakukan dalam 7 bentuk. Berikut ini adalah contoh  kredit pasif :
  1. Tabungan, adalah simpanan yang penyetoran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Dan untuk mempermudah nasabah, bank kini menyediakan ATM (Automatic Teller Machine) yang melayani penarikan (pengambilan) uang selama 24 jam nonstop.
  2. Tabungan berjangka (deposito berjangka), adalah simpanan yang penarikannya hanya bisa dilakukan setelah jangka waktu tertentu, misalnya setelah satu bulan, tiga bulan, enam bulan atau dua belas bulan.
  3. Sertifikat deposito, adalah salah satu bentuk deposito berjangka yang surat buktinya dapat diperjualbelikan.
  4. Giro, adalah simpanan yang penarikannya bisa dilakukan setiap saat, dengan catatan hanya bisa diambil dengan menggunakan cek atau giro bilyet.
  5. Deposit on Call, adalah simpanan yang tetap berada di bank, dan bisa diambil setelah ada pemberitahuan terlebih dulu dari nasabah.
  6. Loan Deposit, adalah pinjaman dari bank yang kemudian dititipkan lagi di bank untuk diambil sewaktu-waktu.
  7. Deposit Automatic Roll Over, adalah jenis deposito yang jika saat jatuh tempo uangnya tidak diambil, secara otomatis deposito tersebut langsung diperpanjang disertai dengan penghitungan bunganya.


Kredit Aktif


Kredit aktif merupakan kegiatan bank dalam menyalurkan dana kepada masyarakat. Ada 5 bentuk kredit aktif. Berikut ini penjelasan mengenai contoh kredit aktif :
  1. Kredit rekening koran, adalah kredit (pinjaman) yang diberikan kepada nasabah sesuai kebutuhannya. Jaminan dari kredit rekening koran bisa berupa surat-surat berharga, barang-barang yang ada di gudang peminjam, barang-barang bergerak (seperti mobil) dan barang-barang tidak bergerak (seperti tanah, bangunan).
  2. Kredit aksep, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan cara bank menandatangani aksep yang ditarik oleh nasabah. Sesudah aksep ditandatangani, aksep dapat diperjualbelikan oleh nasabah.
  3. Kredit dokumenter, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan jaminan dokumen milik nasabah. Contoh dokumen yang bisa diberi kredit adalah surat pengiriman barang dan sejenisnya.
  4. Kredit reimburs (letter of credit) adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dalam rangka membantu pembayaran atas barang-barang yang diimpor dari luar negeri. Bank bersedia memberikan pinjaman setelah melihat bukti-bukti pengiriman barang (bukti-bukti impor). Setelah memiliki dana maka nasabah akan membayar kepada bank seperti perjanjian semula.
  5. Kredit surat berharga, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah untuk membantu pembelian surat-surat berharga. Dalam pembelian tersebut, semua atau sebagian harga pembelian dibayar oleh bank. Dan sebagai jaminan, untuk sementara surat-surat berharga tersebut dipegang oleh bank.

Kredit Aktif dan Kredit Pasif  serta Contoh Kredit Aktif dan Kredit Pasif


Demikianlah penjelasan mengenai kredit aktif dan kredit pasif. Ada beberapa bentuk kredit aktif dan kredit pasif yang disediakan oleh bank. Sebagai konsumen, maka kita perlu memilih yang terbaik. Kredit aktif memang terlihat menggiurkan bagi sebagian konsumen, karena kita bisa memperoleh banyak uang dalam waktu singkat. Akan tetapi, kita juga perlu tahu resiko apa yang akan kita tanggung. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 19.36

0 komentar:

Posting Komentar