Masalah-Masalah yang Dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 29 Agustus 2017

loading...

Sebagai salah satu negara yang sedang berkembang, Indonesia mengalami banyak masalah di bidang ekonomi. Seringklai kita melihat banyaknya demonstrasi yang dilakukan masyarakat sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memuaskan. Ada begitu banyak masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi, diantaranya adalah perumbuhan ekonomi, inflasi, kemiskinan, pengangguran, defisit anggaran, hingga utang luar negeri yang semakin hari semakin menumpuk. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai beberapa masalah pemerintah di bidang ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi bisa diartikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah. Dalam praktik, pertumbuhan ekonomi dihitung degan membandingkan PDB (Produk Domestik Bruto)) tahun tertentu dengan PDB tahun sebelumnya. Saat ini pertumbuhan ekonomi pemerintah berada pada angka 5%. Pemerintah memiliki peran yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik demi mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Tingginya Angka Kemiskinan

Angka kemiskinan di Indonesia tergolong tinggi dan menjadi salah satu masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi. Kemiskinan seperti telah menjadi wabah dan merupakan masalah pelik yang dihadapi oleh dunia saat ini. Kemiskinan terjadi karena banyak faktor, diantaranya adalah ketidakmmapuan untuk memperoleh pekerjaan yang layak akibat kurangnya tingkat pendidikan seseorang. Salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di Indonesia adalah kurangnya pendapatan yang tidak diimbangi dengan pengeluaran sehingga mendorong seseorang untuk terlibat utang piutang.

Ketidakstabilan Kegiatan Perekonomian 

Pada umumnya perekonomian tidak selalu berkembang secara teratur. Suatu saat bisa naik dan suatu saat bisa turun. Terkadang kegiatan perekonomian berkembang sangat cepat. Dan pada waktu lain berkembang sangat lambat bahkan mengalami kemerosotan.  Kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk di antaranya adalah stabilitas politik dalam negeri. Pergerakan naik turun kegiatan perusahaan-perusahaan dalam jangka panjang di suatu perekonomian disebut konjungtur atau siklus kegiatan perusahaan.

Masalah Kependudukan 

Indonesia mengalami masalah kependudukan yang secara langsung berimbas pada masalah ekonomi. Angka pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan kerja. Dampaknya, pengangguran di mana-mana. Masalah kependudukan yang berdampak pada kegiatan perekonomian antara lain adalah tingginya angka urbanisasi. masyarakat yang memilih untuk melakukan kegiatan urbanisasi terkadang bahkan tidak memiliki skil yang cukup mumpuni agar memperoleh pekerjaan di kota.  Di samping itu, rendahnya tingkat pendidikan juga menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran.  

masalah masalah ekonomi pemerintah

Pengangguran 

Penganguran menjadi masalah pelik yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi. Bahkan saat ini, banyak pengangguran yang berasal dari golongan terpelajar dan berpendidikan. Pada umumnya, faktor utama yang menyebabkan terjadinya pengangguran adalah kekurangan permintaan agregat (kekurangan permintaan secara keseluruhan). Kehidupan manusia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak dimulainya Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-17. Banyak pekerjaan yang saat ini sudah tidak lagi mengandalkan kekuatan manusia. Peran manusia telah tergantikan oleh mesin-mesin yang bisa bekerja lebih baik dan lebih produktif dalam waktu singkat. Masalah pengangguran sepertinya masih akan menjadi masalah ekonomi utama yang akan dihadapi pemerintah di masa depan.

Kurang Tersedianya Lapangan Pekerjaan

Kebanyakan generasi muda Indonesia memiliki ambisi untuk bekerja sebagai karyawan pada perusahaan, baik swasta ataupun milik pemerintah. Kita tahu bahwa pekerjaan pada wilayah seperti itu sangat terbatas. Akibatnya, hanya sedikit yang akan terserap lapangan kerja dan memiliki pekerjaan yang memuaskan. Generasi muda kita kurang berminat untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru yang bisa megurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Kurang tersedianya lapangan pekerjaan ini menjadi masalah yang harus diatasi oleh pemerintah agar kondisi ekonomi Indonesia lebih baik kedepannya. 

Masalah Inflasi 

Masalah inflasi sebenarnya bukan hanya dihadapi oleh pemerintah Indonesia, tetapi oleh negara lain pun mengalami masalah yang sama. Inflasi adalah keadaan perekonomian yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang secara umum yang terjadi terus-menerus. Harga yang naik secara terus-menerus tentu sangat merugikan banyak pihak. Inflasi memiliki dampak yang sangat buruk bagi kehidupan masyarakat dan perekonomian. Beberapa dampak dari terjadinya inflasi antara lain adalah menurunya pendapatan riil masyarakat yang berdampak pada masyarakat berpendapatan tetap, menurunkan investasi dan ekspor, serta menyulitkan para perngusaha untuk menghitung pengeluaran dan modal.

Pembangunan yang belum Merata

Pembangunan yang ada di Indonesia masih jauh dari kata merata. Jika kita melihat perkembangan antara wilayah Indonesia bagian barat dengan wilayah Indonesia bagian timur, maka kita bisa melihat ketimpangan yang sangat jauh. Jalan-jalan penghubung antar kota dan kabupaten di Pulau Jawa sangat baik dibandingkan yang ada di wilayah Indonesia timur. 

Ketidakseimbangan Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran adalah suatu catatan sistematis yang berisi transaksi- transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama periode tertentu, umumnya satu tahun. Defisit neraca pembayaran terjadi bila pembayaran ke luar negeri melebihi penerimaan dari luar negeri. Penyebab terjadinya defisit neraca pembayaran di antaranya adalah nilai impor yang melebihi ekspor, dan pengaliran modal ke luar negeri yang melebihi pengaliran modal ke dalam negeri. Neraca pembayaran yang defisit memiliki dampak buruk terhadap kegiatan dan kestabilan ekonomi negara. Defisit yang terjadi akibat impor yang berlebihan dapat mengakibatkan penurunan kegiatan ekonomi di dalam negeri, karena konsumen lebih suka menggunakan barang impor dibanding barang dalam negeri. Impor yang berlebihan juga mengakibatkan peningkatan permintaan atas valuta asing yang digunakan untuk membayar impor. Akibat selanjutnya, harga valuta asing akan bertambah. Harga valuta asing yang bertambah akan menyebabkan harga barang-barang dalam negeri menjadi lebih mahal. Selain itu, penurunan kegiatan ekonomi di dalam negeri menyebabkan para pengusaha tidak bersemangat melakukan kegiatan produksi, apalagi untuk membangun unit usaha baru.

Besarnya Utang Luar Negeri

Indonesia memiliki utang luar negeri yang cukup besar. Sayangnya, banyaknya utang luar negeri ini tidak diimbangi dengan pendapatan negara baik dari pajak maupun non pajak. Indonesia masih perlu melakukan banyak pembangunan di masa mendatang dan tentu saja hal itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kemungkinan Indonesia terlepas dari hutang masih sulit untuk terealisasikan. Utang luar negeri merupakan masalah ekonomi pemerintah yang perlu diatasi sesegera mungkin.

Demikianlah penjelasan mengenai masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi. Masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi begitu pelik, sehingga butuh bantuan dan dukungan dari rakyat untuk mengatasi semua masalah di atas. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

loading...
Blog, Updated at: 05.39

0 komentar:

Posting Komentar