Etika Lingkungan, Pengelolaan Limbah dan Pencemaran Ekosistem

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 13 September 2017

loading...

Salah satu hal yang dihadapi manusia seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah masalah limbah dan kerusakan lingkungan. Limbah adalah sisa sisa produksi yang sudah tidak terpakai lagi. Dalam kehidupan, limbah hanya akan menjadi sampah lingkungan dan dalam jumlah besar bisa menghancurkan ekosistem itu sendiri. Untuk itu, maka diperlukan etika lingkungan dalam pengelolaan limbah agar tidak semakin berbahaya dan tidak menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan.

Etika Lingkungan adalah sikap dan tingkah laku manusia yang objektif terhadap kelestarian lingkungan sehingga dihasilkan manusia yang sadar lingkungan. Sebagai bagian dari lingkungan manusia hendaknya memiliki sikap dan kebijaksanaan moral dalam pergaulannya dengan lingkungan. 

Beberapa prinsip yang sejalan dengan etika lingkungan di antaranya berikut ini: 
  1. Manusia bukan sumber dari semua nilai, manusia bagian dari lingkungan. 
  2. Manusia harus menjadi pengelola sumber daya yang bijaksana dari generasi ke generasi. 
  3. Sumber daya digunakan seoptimal mungkin untuk kesejahteraan manusia. 
  4. Perbaikan lingkungan harus disesuaikan dengan produksi benda dan materi. 
  5. Hubungan manusia dengan alam harus saling menguntungkan berdasarkan pengertian ekologi. 
  6. Lingkungan diciptakan tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk makhluk hidup lainnya. 
  7. Sumber daya alam bersifat tidak tak terbatas, karena itu pemanfaatannya  harus seefisien mungkin dan menghindarkan sikap boros.


Diharapkan setiap manusia mampu menyelaraskan pola pikir, sikap, dan tindakannya sesuai dengan prinsip-pinsip etika lingkungan. Upaya ini dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat dan akhirnya oleh seluruh warga negara. Dengan demikian setiap warga negara diharapkan memiliki peran dan partisipasi masing-masing dalam pelestarian lingkungan.

Etika Lingkungan, Pengelolaan Limbah dan Pencemaran Ekosistem


Lingkungan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan dalam kehidupannya. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya makhluk hidup memanfaatkan lingkungan sebagai sumber untuk memperoleh kebutuhan hidupnya. Agar lingkungan tetap memiliki kemampuan dalam mendukung manusia dan makhluk hidup lainnya maka pelestarian lingkungan sangat diperlukan. 

Pelestarian lingkungan bukanlah masalah nasional, tetapi sudah merupakan isu global. Berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta sangat berkepentingan dalam mengupayakan pelestarian lingkungan. Bagi pemerintah pelestarian lingkungan memiliki arti strategis berkaitan dengan program pembangunan nasional yang berkelanjutan (Sustainable Development) dan pembangunan berwawasan lingkungan (Ecodevelopment). 

Dalam UUD 1945 Pasal 33 telah diamanatkan bahwa “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat “. Oleh karena itu pemerintah berusaha mengimplementasikan amanat tesebut dalam program-program pembangunan yang terencana dan berkelanjutan. Pemerintah telah membuat undang-undang untuk mendukung pelaksanaan  UUD 1945. 

Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Lingkungan Hidup, yaitu berikut ini: 
  1. Undang-Undang Nomor 4 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Lingkungan Hidup, diperbaiki dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1987 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 
  2. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. 

Pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya terpadu dalam penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup memiliki azas tanggung jawab, azas berkelanjutan, azas manfaat yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Sasaran pengelolaan lingkungan hidup adalah: 
  1. tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dengan lingkungan,
  2. terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan pelindung dan pembina lingkungan, 
  3. terjaganya kepentingan dari generasi ke generasi, 
  4. tercapainya keselarasan fungsi lingkungan hidup, 
  5. terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana, 
  6. terlindunginya negara dari dampak usaha/kegiatan yang menyebabkan pencemaran dan perusakan lingkungan. 

Peran serta masyarakat dalam pelestarian lingkungan dapat diwujudkan dengan melakukan pengelolaan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah rumah tangga dapat dilakukan dengan memisahkan sampah yang dapat didaur ulang dengan sampah yang tidak dapat didaur ulang, melakukan daur ulang sampah organik dengan pengomposan sampah, serta membuang sampah pada tempatnya. Upaya lain dapat dilakukan dengan menggalakkan gerakan penghijauan di lingkungan sekitar tempat tinggal masing- masing. Hendaknya masyarakat lebih memilih menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti bahan-bahan yang mudah didaur ulang dan  tidak mencemari lingkungan.

loading...
Blog, Updated at: 06.59

0 komentar:

Posting Komentar