Penyebab Terjadinya Perubahan Lingkungan

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 13 September 2017

loading...

Secara umum, ada 2 faktor penyebab terjadinya perubahan lingkungan. Lingkungan dapat mengalami perubahan baik karena kegiatan manusia atau peristiwa alam. Perubahan lingkungan dapat menurunkan mutu lingkungan, yang pada akhirnya dapat menurunkan daya dukung lingkungan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai penyebab terjadinya perubahan lingkungan karena faktor alam dan faktor manusia.

Penyebab Terjadinya Perubahan Lingkungan Karena Manusia


Beberapa tindakan manusia yang dapat menyebabkan perubahan lingkungan di antaranya adalah penebangan hutan, pembangunan sarana dan prasarana, serta penggunaan bahan-bahan intensifikasi pertanian.

1. Penebangan hutan 

Secara alamiah hutan memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan. Di samping sebagai sumber plasma nutfah karena menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Hutan juga berfungsi sebagai sumber perekonomian yang penting bagi negara. Dari hasil hutan negara mendapatkan penghasilan yang cukup besar. Hutan menghasilkan kayu untuk bahan baku industri maupun sebagai komoditas ekspor. 

Beberapa jenis anggrek langka yang bernilai ekonomi dan ekologi sangat tinggi terdapat di hutan Kalimantan dan Papua.  Hutan memiliki peran penting dalam daur  hidrologi karena kemampuannya menyerap dan menyimpan air hujan, sehingga mengurangi tingkat erosi tanah dan bahaya banjir. Tindakan yang kurang bijaksana seperti penebangan hutan secara liar dan tanpa disertai upaya-upaya pelestariannya sangat menurunkan fungsi hutan. 

Kegiatan perambahan hutan oleh warga sekitar hutan makin memperparah kerusakan ekosistem hutan. Hampir setiap musim kemarau tiba selalu terjadi kebakaran hutan akibat dari pembukaan lahan pertanian dan perkebunan dengan cara membakar semak belukar. Di samping mengganggu keseimbangan ekosistem hutan, pembakaran atau kebakaran hutan menimbulkan dampak terjadinya polusi udara. Kabut asap yang terjadi setiap tahun menimbulkan kerugian secara ekonomi, seperti tertundanya jadwal penerbangan pesawat, terganggunya aktivitas warga untuk bekerja, bahkan timbul berbagai penyakit yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan yang memerlukan biaya untuk  pengobatan dan penyembuhannya. 

Kerusakan hutan juga berdampak pada terganggunya daur hidrologi, penebangan hutan akan menghilangkan kemampuan hutan menyerap dan menyimpan air hujan. Sabuk hutan tidak dapat menahan derasnya air hujan, akar tumbuhan tidak dapat menahan tanah dan menyimpan air hujan. Akibatnya air hujan mengikis permukaan lapisan tanah di dasar hutan. Di samping bahaya kekeringan pada musim kemarau, sebagai dampak kerusakan hutan banjir dan tanah longsor selalu mengancam pada saat musim hujan. Oleh karena itu pemberian sanksi yang tegas bagi pengusaha pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang melakukan perusakan ekosistem hutan sangat perlu ditegakkan. 

Masyarakat perlu diberi penyuluhan dan penyadaran arti pentingnya hutan bagi kehidupan, pemanfaatan hutan secara bijaksana dan berkelanjutan, serta upaya pelestariannya. Melakukan pengawasan lingkungan hutan diperlukan untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan sedini mungkin. Pemerintah secara khusus telah menugaskan polisi hutan dan manggala agni  untuk melaksanakan upaya pelestarian hutan dan mencegah bahaya kebakaran hutan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah upaya memberdayakan dan memperbaiki tingkat perekonomian warga sekitar hutan, dengan demikian kegiatan perambahan hutan diharapkan makin berkurang.

Penyebab Terjadinya Perubahan Lingkungan

2. Penggunaan pestisida dan sistem pertanian monokultur 


Untuk mengimbangi peningkatan populasi penduduk yang sangat pesat, diperlukan  upaya peningkatan produksi pertanian. Usaha yang dapat ditempuh di antaranya dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama pertanian, di samping mampu meningkatkan produksi pertanian namun juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. 

Selain membunuh hama pestisida dapat menyebabkan kematian hewan lain yang bukan sasaran, seperti parasitoid yang merupakan musuh alami dari hama tersebut. Pestisida juga dapat menyebabkan kematian organisme pengurai dan bakteri dalam tanah. Penyemprotan pestisida dalam dosis yang kurang tepat bahkan dapat meningkatkan resistensi  hama terhadap jenis pestisida tersebut. Oleh karena itu penggunaan pestisida sebaiknya dibatasi atau dihentikan. 

Pemberantasan dan pengendalian populasi hama dapat dilakukan dengan kontrol biologi, yaitu memanfaatkan musuh alami hama dan parasitoid yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan pupuk anorganik dalam pertanian juga menimbulkan dampak negatif berupa perubahan struktur fisik dan sifat tanah. Oleh karena itu sebaiknya digunakan pupuk organik, seperti kompos dan pupuk hijau. Pertanian sistem monokultur yaitu cara bercocok tanam dengan cara menanami lahan pertanian dengan satu jenis tanaman saja. 

Secara ekologis pertanian monokultur akan meningkatkan kompetisi antartanaman dalam memenuhi kebutuhan zat hara. Setiap jenis tanaman memerlukan macam zat hara yang relatif sama. Jika pertanian monokultur dilakukan terus-menerus akan terjadi pengurasan zat hara tertentu sehingga tanah menjadi miskin zat hara. Sistem monokultur juga menyebabkan lemahnya ekosistem. Hama dan penyakit tanaman lebih mudah berkembang. Sistem monokultur juga mengurangi diversitas tanaman, yang mengarah pada terjadinya penyederhanaan ekosistem. Dalam jangka panjang, penggunaan pestisida menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.


3. Pembangunan sarana dan prasarana

Di era pembangunan, maka pemerintah perlu untuk meningkatkan kualitas sarana dan prassarana agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Di sisi lain, pembangunan sarana dan prasarana itu tentu saja akan menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Memang sebuah masalah yang dilematis.

Pembangunan sarana dan prasarana seperti jalan raya akan membutuhkan lahan yang luas dan bisa merusak bagian ekosistem yang sudah berjalan dengan normal. Selain itu, terkadang pembangunan perusahaan yang ada di kawasan pertambangan juga dipastikan akan menyebabkan perubahan lingkungan karena potensi limbah dan penebangan hutan yang akan terjadi.Untuk itu, maka diperlukan etika lingkunganhttp://www.ensikloblogia.com/2017/09/etika-lingkungan-pengelolaan-limbah-dan.html demi mencegah kerusakan akibat pembangunan.


Penyebab Terjadinya Perubahan Lingkungan Karena Faktor Alam


Alam memiliki peran yang sangat besar akan terjadinya perubahan lingkungan. Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami hingga erosi dan abrasi akan menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan.

Banjir yang terjadi di musim penghujan bisa memberikan dampak yang sangat besar pada lingkungan. Akibat banjir, maka lingkungan akan menjadi kotor sehingga berpotensi untuk menyebabkan terjadinya berbagai macam penyakit yang sangat berbahaya bagi masyarakat.

Gempa bumi yang terjadi pada suatu daerah memberikan dampak yang besar terhadap terjadinya perubahan lingkungan. Gempa akan menyebabkan tanah retak, rusaknya fasilitas sarana dan prasarana yang telah dibangun, hingga terbentuknya gunung api yang menyebabkan terjadinya perubaha  lingkungan.

Erosi dan abrasi yang terjadi di pantai akan mengikis permukaan tanah. Dampaknya, tanah yang ada tidak bisa ditanami tanaman karena tidak subur lagi. Abrasi pantai juga bisa menyebakan rusaknya ekosistem dan lingkungan sekitar pantai.

Selain banjir, gempa bumi dan erosi, ada banyak peristiwa alam lainnya yang mampu menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan. Meletusnya gunung berapi adalah salah satu hal yang berdampak besar pada perubahan lingkungan. Di satu sisi, letusan gunung api bisa menyuburkan tanah, tapi di sisi lain gunung api juga merusak lingkungan yang ada di sekitarnya.

Demikianlah penjelasan mengenai penyebab terjadinya perubahan lingkungan yang disebabkan baik oleh faktor manusia maupun karena faktor alam. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 06.57

0 komentar:

Posting Komentar