Ciri-Ciri dan Klasifikasi Archaebacteria dan Eubacteria

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 21 November 2017

Loading...

Kita tetu sering mendengar kata bakteri. Dalam ilmu taksonomi, bakteri termasuk dalam kingdom monera. Berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh Carl Woese yang mengacu pada analisis variasi RNAr, monera secara fundamental dipisahkan menjadi dua kelompok yang berbeda, yaitu Archaebacteria dan Eubacteria. Monera merupakan organisme uniseluler bersel tunggal yang sangat unik. Berikut ini adalah penjelasan mengenai ciri-ciri archaebacteria dan eubacteria serta klasifikasi archaebacteria dan eubacteria.

Ciri-Ciri Archaebacteria 


Archaebacteria adalah bakteri purba yang hanya hidup pada daerah yang ekstrim. Archaebacteria merupakan bakteri tertua di muka bumi. Archaebacteria bereproduksi dengan cara membelah diri dan membentuk tunas. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri atau karakteristik yang dimilik oleh Archaebacteria : 
  • sel penyusun tubuhnya bertipe prokariotik; 
  • memiliki simple RNA polymerase; 
  • dinding sel bukan dari peptidoglikan; 
  • tidak memiliki membran nukleus dan tidak memiliki organel sel; 
  • ARNt nya berupa metionin; 
  • sensitive terhadap toksin dipteri. 


Klasifikasi Archaebacteria


Berdasarkan habitatnya Archaebacteria dikelompokkan menjadi 3, yaitu kelompok methanogen, halofit ekstrim(suka garam) dan termo asidofil (suka panas dan asam). 

Methanogen 

Methanogen ini hidupnya bersifat anaerob atau tidak memerlukan oksigen dan heterotrof, dapat menghasilkan methan (CH4), tempat hidupnya di lumpur, rawa-rawa, saluran pencernaan anai-anai (rayap), saluran pencernaan sapi, saluran pencernaan manusia dan lain-lain. Contoh: – Lachnospira multiparus, organisme ini mampu menyederhanakan pektin – Ruminococcus albus, organisme ini mampu menghidrolisis selulosa– Succumonas amylotica, memiliki kemampuan menguraikan amilum. – Methanococcus janashii, penghasil gas methane 

Halofit ekstrim 

Sebagian besar mikroorganisme ini bersifat aerob heterotrof meskipun ada yang bersifat anaerob dan fotosintetik dengan pigmen yang dimilikinya berupa bakteriorodopsin. Habitat pada lingkungan berkadar garam tinggi, seperti di danau Great Salt (danau garam), Laut Mati, atau di dalam makanan yang bergaram. 

Thermo asidofil 

Archaebacteria merupakan organisme uniseluler, tak berklorofilprokariot, hidup pada lingkungan yang ekstrim Thermoasidofil merupakan mikroorganisme kemoautotrof yang dapat memanfaatkan H2S sebagai sumber energi. Hidup di lingkungan panas (60 – 80)o C dan    pH 2 – 4, habitat di sumber air panas seperti Sulfolobus di taman nasional Yellow stone atau kawah gunung berapi di dasar laut. 

Ciri-Ciri Eubacteria 


Eubakteria disebut juga bakteri sejati, sama dengan archaebacteria yang bersifat prokariotik. Ciri-ciri yang dimiliki oleh eubacteria antara lain: 
  • memiliki dinding sel yang mengandung peptidoglikan  
  • telah mempunyai organel sel berupa ribosom yang mengandung satu jenis ARN polymerase 
  • membran plasmanya mengandung lipid dan ikatan ester 
  • sel bakteri memiliki kemampuan untuk mensekresikan lendir ke permukaan dinding selnya, lendir ini jika terakumulasi akan dapat membentuk kapsul dan kapsul inilah sebagai pelindung untuk mempertahankan diri jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan baginya. Bakteri yang berkapsul biasanya lebih patogen dari pada yang tidak memiliki kapsul 
  • Sitoplasma bakteri terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, ion organik, kromatofora, juga terdapat organel sel kecil-kecil yang disebut ribosom dan asam nukleat sebagai penyusun ADN dan ARN 

klasifikasi archaebacteria dan eubacteria

Klasifikasi Eubacteria


Bakteri dibagi menjadi beberapa kelompok antara lain: 
  • Berdasarkan cara memperoleh makanan, yaitu autotrof dan juga yang heterotrof.
  • Berdasarkan kebutuhan oksigennya dibedakan menjadi bakteri aerob dan anaerob. 
  • Berdasarkan alat geraknya ada yang memiliki alat gerak berupa flagel ada juga yang tidak berflagel. 
  • Pengelompokan berdasarkan bentuknya ada yang berbentuk batang, bola, dan spiral.

Demikianlah penjelasan mengenai ciri-ciri dan klasifikasi archaebacteria dan eubacteria. Archaebacteria hanya hidup di tempat-tempat ekstrem sehingga sulit ditemukan, sedangkan eubacteria adalah bakteri sejati yang bisa kita temukan dengan mudah di sekitar kita.

Loading...
Blog, Updated at: 04.16

0 komentar:

Posting Komentar