DAMPAK INFLASI TERHADAP PEREKONOMIAN

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 15 Desember 2017

Loading...

Loading...
Kebanyakan orang berpikir bahwa angka inflasi sangat berbahaya dan berdampak negatif pada perekonomian. Fakta menunjukkan bahwa, inflasi ringan di bawah 10% justru memiliki dampak positif. Dampak inflasi ringan antara lain meningkatkan semangat pengusaha untuk senantiasa meningkatkan produksi sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Inflasi ringan berdampak pada meningkatnya pendapatan dan meluasnya lapangan pekerjaan.

Inflasi baru betul-betul memberikan dampak buruk jika angka inflasi telah menyentuh 30-100% per tahun. Dampak inflasi bisa dirasakan oleh individu, pengusaha, dan bagi negara. Bagi perekonomian dan masyarakat, apalagi masyarakat yang berpendapatan tetap, maka inflasi akan menurunkan daya beli. Inflasi yang sangat tinggi tentu sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Jika sebelumnya dengan 1 juta rupiah seseorang telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, maka jika inflasi terjadi angka 1 juta rupiah tersebut tidak akan mampu menutupi kebutuhan hidupnya.

Dampak Inflasi terhadap Perekonomian Secara Umum 


Dampak inflasi terhadap hasil produksi (output) 

Ada dua dampak inflasi terhadap hasil produksi (output), yaitu:
  • Hasil produksi meningkat Terjadi jika kenaikan harga barang-barang lebih cepat daripada kenaikan gaji atau upah sehingga keuntungan pengusaha lebih meningkat. Peningkatan keuntungan, mendorong pengusaha memproduksi lebih banyak sehingga hasil produksi pun meningkat.
  • Hasil produksi menurun Terjadi jika inflasi sudah terlalu tinggi (hiperinflasi). Dalam hiperinflasi masyarakat tidak suka memiliki uang tunai, karena nilai riilnya yang semakin merosot. Karena tidak memegang uang tunai, pertukaran cenderung dilakukan dengan cara barter. Hal ini membuat produsen tidak bersemangat memproduksi sebab hasil produksi akan kurang laku, dan akibat selanjutnya hasil produksi pun turun.


Dampak inflasi terhadap bentuk penanaman modal 

Pada masa inflasi, para pemilik modal (uang) lebih suka menanamkan modalnya dalam bentuk pembelian harta-harta tetap seperti tanah dan rumah serta benda-benda berharga lain seperti emas dan mutiara. Mengapa demikian? Karena pada masa inflasi, nilai barang akan terus naik (semakin mahal), sedangkan nilai uang akan semakin turun. Oleh karena itu, pada masa inflasi para pemilik modal menyelamatkan uang mereka dengan cara membeli harta-harta tetap dan benda-benda berharga.

Dampak inflasi terhadap perdagangan internasional 

Jika di dalam negeri terjadi inflasi, harga barang-barang produksi dalam negeri akan lebih mahal dibandingkan produksi luar negeri sehingga barang- barang produksi dalam negeri kalah bersaing dengan produksi luar negeri. Akibatnya, nilai ekspor akan lebih kecil daripada nilai impor sehingga neraca perdagangan kita mengalami defisit, dan defisit ini bisa menghabiskan cadangan devisa negara.

Dampak inflasi terhadap efisiensi 

Inflasi bisa berdampak pada efisiensi produksi. Bagaimana caranya? Pertama-tama, inflasi mengakibatkan perubahan pada daya beli masyarakat. Bagi masyarakat yang dirugikan oleh inflasi (seperti pegawai yang berpendapatan tetap), inflasi telah menurunkan daya beli. Bagi masyarakat yang diuntungkan oleh inflasi (seperti pedagang yang persentase pendapatannya naik melebihi persentase inflasi), inflasi telah menaikkan daya beli. Adanya daya beli yang turun dan naik, membuat produsen sulit meramalkan struktur permintaan. Ketidakpastian struktur permintaan yang harus dipenuhi bisa mengakibatkan inefisiensi (pemborosan) dalam proses produksi. 

Dampak inflasi terhadap penghitungan harga pokok 

Inflasi bisa menyulitkan para produsen dalam menghitung harga pokok produksi. Sebab, persentase kenaikan inflasi sering tidak teratur. Akibatnya, penghitungan harga pokok menjadi tidak tepat (terlalu kecil atau terlalu besar). Penghitungan harga pokok yang tidak tepat pada akhirnya menyulitkan produsen dalam menetapkan harga jual produk.

Dampak Inflasi terhadap Individu dan Masyarakat 

DAMPAK INFLASI TERHADAP PEREKONOMIAN


Selain berdampak terhadap perekonomian secara umum, inflasi juga berdampak terhadap individu dan masyarakat. Dampak tersebut adalah sebagai berikut. 

1) Dampak inflasi terhadap pendapatan masyarakat 


Bagi masyarakat yang berpendapatan tetap, terjadinya inflasi sangat merugikan karena pendapatan riil menurun. Sebelum inflasi, untuk membeli 40 kg beras diperlukan uang Rp100.000,-. Setelah inflasi, beras 40 kg harus dibeli dengan uang Rp120.000,- karena harga beras telah naik dari Rp2.500,- per kg menjadi Rp3.000,- per kg. Hal ini jelas sangat merugikan, karena sebenarnya yang naik bukan hanya beras, tetapi hampir semua jenis barang. Bisa dibayangkan betapa sulitnya mereka yang berpendapatan tetap jika terjadi inflasi berkepanjangan. Sedangkan bagi masyarakat yang berpendapatan tidak tetap, inflasi bisa sangat merugikan atau bisa juga tidak merugikan. Bagi masyarakat yang berpendapatan rendah dan tidak tetap seperti tukang becak, tukang sayur, penyemir sepatu dan kuli angkat, inflasi jelas sangat merugikan. Pendapatan yang rendah dan tidak menentu jumlahnya tentu sangat membebani mereka dalam mengatur pendapatan tersebut agar bisa bertahan hidup. Adapun bagi masyarakat yang berpendapatan tinggi dan tidak tetap seperti para pedagang besar, inflasi dianggap tidak begitu merugikan, karena dengan pendapatan yang tinggi mereka masih bisa membeli berbagai kebutuhan hidup. Apalagi jika pendapatan mereka pada masa inflasi mengalami kenaikan yang persentasenya lebih besar dibandingkan persentase kenaikan inflasi.

2) Dampak inflasi terhadap minat menabung 


Pada masa inflasi, nilai riil tabungan merosot. Walaupun bank memberikan bunga, tetapi bisa jadi persentase bunga yang diberikan hampir sama dengan persentase inflasi. Misalnya, seseorang menabung dalam bentuk deposito dengan bunga 14% per tahun. Jika tingkat inflasi sebesar 13% per tahun, berarti bunga deposito yang dia peroleh hanya 1% (14% – 13%). Dengan demikian, pada masa inflasi masyarakat tidak berminat untuk menabung.


Dampak Inflasi terhadap Kehidupan Politik, Berbangsa dan Bernegara 


Dampak inflasi ternyata tidak terbatas pada kehidupan perekonomian saja, tetapi juga pada kehidupan politik, berbangsa dan bernegara. Adanya inflasi apalagi hiperinflasi, mampu menurunkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah sehingga timbul berbagai demonstrasi yang menuntut turunnya pemerintah. Kita tentu masih ingat peristiwa Tritura. Selain itu, inflasi juga telah memicu beberapa peristiwa di Indonesia yang ditandai dengan bergantinya presiden dan pemerintahannya yang terjadi saat Indonesia mengalami krisis moneter. Inflasi juga mampu memengaruhi tingkat keamanan dalam negeri. Daya beli masyarakat yang menurun drastis, telah menambah angka kemiskinan, bertambahnya angka kemiskinan akhirnya bisa menambah angka kejahatan seperti pencurian dan perampokan. Oleh karena itu, untuk mengatasi akibat negatif inflasi, selain melakukan kebijakan-kebijakan ekonomi, pemerintah juga harus melakukan kebijakan yang mendorong kegiatan-kegiatan keagamaan di seluruh lapisan masyarakat dengan tujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, sekaligus mengurangi terjadinya kejahatan.

Dari penjelasan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa inflasi  memang berbahaya jika telah menyentuh angka yang sangat tinggi. Inflasi mampu merusak sendi-sendi perekonomian bangsa, menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, menciptakan pengangguran, dan berbagai dampak buruk inflasi lainnya.

Oleh karena itu, maka pemerintah harus berjuang keras dan melakukan kebijakan-kebijakan yang mampu meredam dan mengatasi angka inflasi naik ke angka yang mengkhawatirkan. Jika pemerintah tidak mampu mengatasi dan meredam naiknya angka inflasi, maka dapat dipastikan dampaknya akan sangat buruk bagi kesejahteraan masyarakat.

Loading...
Blog, Updated at: 17.30

0 komentar:

Posting Komentar