Pengertian dan Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 17 Desember 2017

101 alasan
Loading...

Loading...

Pengertian ekonomi makro dan ekonomi mikro


Ekonomi makro adalah salah satu bidang ilmu ekonomi yang melihat dan menganalisis kegiatan ekonomi di suatu negara dengan analisis yang bersifat menyeluruh (agregat). Hal itu sejalan dengan pengertian makro, yakni besar dan menyeluruh. Adapun ekonomi mikro adalah salah satu bidang ilmu ekonomi yang melihat dan menganalisis kegiatan ekonomi dengan cara melihat dan menganalisis bagian- bagian kecil dari keseluruhan. Hal ini sejalan dengan pengertian mikro, yakni kecil . 

Menurut Gregory Mankew dalam buku “Pengantar Ekonomi”, ekonomi makro dan ekonomi mikro saling berkaitan satu dengan yang lain. Karena perubahan ekonomi secara menyeluruh (makro), tentulah hasil dari perubahan berjuta-juta individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Dengan kata lain, perubahan yang terjadi dalam ekonomi makro merupakan hasil dari seluruh perubahan yang terjadi dalam ekonomi mikro. 

Oleh karena itu, bila seorang pakar ekonomi ingin menganalisis efek (pengaruh) dari pemungutan pajak penghasilan terhadap produksi barang dan jasa secara menyeluruh, maka pakar ekonomi tersebut harus lebih dulu menganalisis efek dari pemungutan pajak penghasilan terhadap individu atau rumah tangganya. Yaitu, dengan menyelidiki berapa besar penghasilan yang dibelanjakan individu atau rumah tangga untuk membeli barang dan jasa, setelah adanya pemungutan pajak penghasilan. 

Mempelajari ekonomi makro dan ekonomi mikro sangatlah penting karena keduanya memiliki manfaat masing-masing. Seorang pengamat ekonomi tidak akan bisa memberikan pendapat dan alasan mengenai keadaan perekonomian dengan baik bila tidak memahami aspek-aspek yang dibahas dalam makro ekonomi. Berbagai aspek yang dibahas dalam makro ekonomi seperti pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan neraca pembayaran merupakan alat pengamat penting yang harus dimiliki. Oleh karena itu, bila kita ingin mengulas keadaan perekonomian dengan baik kita perlu mempelajari ekonomi makro. 

Lalu, apa manfaat mempelajari ekonomi mikro? Pada intinya, dengan mempelajari ekonomi mikro kita dapat melakukan penghematan (efisiensi) dalam penggunaan sumber daya yang serba terbatas. Selain itu, kita juga dapat mengetahui cara-cara mencapai kepuasan maksimum dalam penggunaan sumber daya yang serba terbatas tersebut. Mempelajari ekonomi makro diakui lebih sulit dibanding mempelajari ekonomi mikro. Ada tiga alasan yang menyebabkan ekonomi makro lebih sulit dipelajari, yaitu: 
  1. ekonomi makro sangat menyederhanakan pola kegiatan ekonomi negara dibanding kenyataan yang sebenarnya berlaku; 
  2. cara pendekatan dalam menerangkan makro yang digunakan para ahli ekonomi  berbeda satu dengan yang lain; 
  3. aspek-aspek yang dianalisis dalam ekonomi makro terus-menerus dikembangkan dan diperdebatkan.


Perbedaan Ekonomi Mikro dengan Ekonomi Makro


Perbedaan ekonomi mikro dengan ekonomi makro bisa dilihat dari tiga hal, yakni corak analisis, titik berat analisis, dan materi yang dibahas. Berikut  ini penjelasan mengenai perbedaan ekonomi mikro dengan ekonomi makro.

Pengertian dan Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro


Corak analisis ekonomi mikro bersifat mikro (bagian-bagian kecil). Titik berat analisis ekonomi mikro mengenai cara mewujudkan efisiensi (penghematan) dalam penggunaan sumber daya atau faktor produksi dan cara mencapai kepuasan maksimum.  Contoh materi yang dibahas ekonomi mikro antara lain adalah  Teori produks, Biaya produksi, Teori perilaku produsen, Struktur pasar , Teori konsumsi, Teori perilaku konsumen, Teori distribusi, Elastisitas, Permintaan seorang konsumen  serta Penawaran seorang produsen.

Dalam ekonomi makro, corak analisis bersifat makro (menyeluruh).  Titik berat analisis ekonomi makro mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi suatu negara, masalah-masalah utama yang dihadapi setiap perekonomian dan peranan pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi. Contoh materi yang dibahas dalam ekonomi makro antara lain adalah pendapatan Nasional, pertumbuhan ekonomi, Inflasi, Kebijakan ekonomi pemerintah, Neraca perdagangan, Neraca pembayaran, Pengangguran, Pendapatan per kapita, Permintaan seluruh konsumen dan Penawaran seluruh produsen.

Kadang-kadang materi yang dibahas dalam ekonomi mikro sama dengan yang dibahas dalam ekonomi makro. Bedanya ekonomi mikro hanya melihat bagian kecil (secara perorangan atau satuan), sedangkan ekonomi makro melihat secara keseluruhan. Para ahli ekonomi dan pengamat ekonomi senantiasa mengamati prestasi kegiatan perekonomian dari waktu ke waktu. Untuk melakukan pengamatan dengan baik diperlukan data-data statistik yang menggambarkan perubahan- perubahan kegiatan ekonomi negara. Data-data statistik tersebut disebut indikator makro ekonomi (macro economic indicator). Istilah lain indikator makro ekonomi adalah alat pengamat ekonomi. Ada banyak indikator makro ekonomi, tetapi yang terutama perlu diperhatikan adalah pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, angkatan kerja, indeks harga , inflasi, neraca perdagangan, neraca pembayaran, dan kurs valuta asing.

Loading...
Blog, Updated at: 21.41

0 komentar:

Posting Komentar