Pengertian Deflasi, Inflasi, Devaluasi, Revaluasi, Depresiasi, Sanering dan Apresiasi

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 15 Desember 2017

Loading...

Loading...
Ketika berbicara mengenai jumlah dan nilai uang, terutama berkaitan dengan perbankan dan kebijakan pemerintah di bidang perbankan, maka kita tidak bisa melepaskan diri dari istilah deflasi, inflasi, devaluasi, revaluasi, deapresiasi, sanering dan apresiasi. Istilah-istilah tersebut sangat erat kaitannya dengan kebijakan Bank Indonesia untuk mengatur nilai dan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian  deflasi, inflasi, devaluasi, revaluasi, deapresiasi, sanering dan apresiasi.

Devaluasi 

Devaluasi adalah kebijakan pemerintah menurunkan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing. Kebijakan ini dilakukan dengan tujuan memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Kebijakan devaluasi yang pernah dilakukan pemerintah Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut. (dalam hal ini sanering dianggap bagian dari kebijakan devaluasi).

Revaluasi 

Revaluasi merupakan kebalikan dari devaluasi. Revaluasi adalah kebijakan pemerintah menaikkan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing.

Inflasi

Inflasi adalah suatu keadaan di mana harga barang naik terus menerus akibat banyaknya uang yang beredar di masyarakat. Oleh karena itu, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan fiskal dan moneter untuk mengatasi inflasi agar tidak berdampak semakin buruk dalam perekonomian masyarakat.

Deflasi 

Lawan dari inflasi adalah deflasi. Deflasi adalah keadaan perekonomian yang menunjukkan turunnya harga barang-barang secara umum secara terus- menerus. Hal ini terjadi, karena jumlah uang yang beredar terlalu sedikit dibandingkan jumlah barang dan jasa. Deflasi juga mengakibatkan para pengusaha sulit mengadakan investasi (penanaman modal yang berbentuk pendirian perusahaan, dan lain-lain) karena pengusaha sulit mendapatkan uang.

Depresiasi 

Depresiasi memiliki persamaan dengan devaluasi, yaitu sama-sama merupakan penurunan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing. Bedanya, jika devaluasi terjadi karena adanya kebijakan dari pemerintah (disengaja) maka depresiasi terjadi karena kekuatan tarik menarik antara permintaan dan penawaran mata uang di pasar valuta asing.

Apresiasi 

Sebagai kebalikan dari depresiasi, apresiasi adalah kenaikan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing yang terjadi karena kekuatan tarik menarik antara permintaan dan penawaran mata uang di pasar valuta asing.

Pengertian Deflasi, Inflasi, Devaluasi, Revaluasi, Depresiasi, Sanering dan Apresiasi

Sanering

Sanering adalah kebijakan pemerintah untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memotong nilai mata uang. Sanering dilakukan jika berbagai cara lainnya tidak membawa hasil. Contoh sanering pernah dilakukan pemerintah pada 24 Agustus 1959. Pada saat itu, uang Rp. 10.000 dan uang Rp. 5.000 dipotong nilainya menjadi Rp100 dan Rp50.

Loading...
Blog, Updated at: 17.29

0 komentar:

Posting Komentar