Pengertian Inflasi, Macam-Macam Inflasi dan Penyebab Inflasi

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 15 Desember 2017

101 alasan
Loading...

Loading...
Pernahkah Anda berpikir mengapa pemerintah tidak menciptakan uang sebanyak-banyaknya untuk kemudian melunasi hutang-hutang negara ? jika Anda pernah berpikir demikian, maka berikut ini adalah jawabannya. INFLASI. Uang yang terlalu banyak beredar di masyarakat tidak akan bernilai dan berharga akibatnya harga barang akan semakin naik terus-menerus. Bayangkan, jika jumlah uang terlalu banyak, maka Anda akan memiliki uang 1 Milyar di dompet, begitupun tukang parker, tukang ojek, dan lain-lain. Manejer perusahaan mungkin memiliki uang 10 triliun d dompetnya. Akibatnya, harga sebungkus mie instan bisa saja 100 juta rupiah. Kebanyakan uang yang beredar justru menurunkan nilai uang dan menciptakan inflasi. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian inflasi, macam-macam inflasi dan penyebab terjadinya inflasi.

Pengertian Inflasi


Seperti yang sudah disebutkan di atas, inflasi adalah keadaan perekonomian yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum yang terjadi terus-menerus. Mengapa dikatakan kenaikan harga-harga barang secara umum? Karena dalam inflasi, sebagian besar barang mengalami kenaikan harga meskipun ada sebagian kecil barang yang harganya tidak naik atau bahkan mungkin turun. Mengapa pula dikatakan yang terjadi secara terus menerus? Karena, jika kenaikan itu hanya terjadi pada saat-saat tertentu, misalnya beberapa saat menjelang Lebaran, Natal dan Tahun Baru atau beberapa saat menjelang Pemilu maka kenaikan harga barang-barang tersebut tidak disebut sebagai inflasi.

Pengertian Inflasi, Macam-Macam Inflasi dan Penyebab Inflasi

Macam-Macam Inflasi 


Adapun macam-macam inflasi dapat golongkan sebagai berikut:

Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan 

  1. Inflasi ringan, yaitu inflasi yang besarnya kurang dari 10% per tahun. 
  2. Inflasi sedang, yaitu inflasi yang besarnya antara 10% – 30% per tahun. 
  3. Inflasi berat, yaitu inflasi yang besarnya antara 30% – 100% per tahun. 
  4. Inflasi sangat berat atau hiperinflasi, yaitu inflasi yang besarnya di atas 100% per tahun.

Inflasi Berdasarkan Benyebab 

  1. Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation), yaitu inflasi yang terjadi karena kelebihan permintaan atas barang dan jasa. Kelebihan permintaan yang tidak dapat dipenuhi produsen tersebut tentu akan mendorong kenaikan harga-harga, karena permintaan lebih besar daripada penawaran. 
  2. Inflasi Dorongan Biaya Produksi (Cost Push Inflation), yaitu inflasi yang terjadi karena kenaikan biaya produksi. Biaya produksi yang naik akan mendorong naiknya harga-harga barang dan jasa. Selain itu, kenaikan biaya produksi akan mengakibatkan turunnya jumlah produksi sehingga penawaran menjadi berkurang, jika penawaran berkurang sedangkan permintaan diasumsikan tetap, maka akibatnya harga-harga akan naik.
  3. Inflasi lain-lain, yaitu inflasi yang terjadi karena berbagai penyebab selain yang sudah disebutkan di atas. Seperti, Inflasi yang disebabkan karena pencetakan uang baru dan inflasi karena lambatnya produksi barang tertentu.


Inflasi Berdasarkan Asal Terjadinya 

  1. Inflasi dari Dalam Negeri (Domestic Inflation), yaitu inflasi yang hanya disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari dalam negeri. Faktor-faktor penyebab tersebut antara lain, adanya pencetakan uang baru untuk menutup anggaran negara yang defisit karena naiknya permintaan masyarakat dan karena kenaikan biaya produksi di dalam negeri (seperti naiknya upah buruh). 
  2. Inflasi dari Luar Negeri (Imported Inflation), yaitu inflasi yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab dari luar negeri. Inflasi ini timbul karena adanya perdagangan antarnegara. Jika suatu negara mengalami inflasi maka inflasi tersebut dapat menular ke negara-negara lain yang memiliki hubungan dagang dengannya. 

Contohnya, jika negara kita mengimpor faktor-faktor produksi (berupa bahan baku dan mesin) serta mengimpor barang-barang jadi (seperti motor, mesin cuci, dan kipas angin) dari Jepang, maka jika di Jepang harga faktor-faktor produksi dan barang jadi tersebut naik (inflasi), otomatis negara kita juga akan mengalami inflasi. Sebab barang-barang yang kita buat dengan faktor- faktor produksi dari Jepang tentu akan dijual lebih mahal, dan barang- barang jadi dari Jepang pun dijual lebih mahal.

Penyebab-Penyebab Inflasi 


Ada banyak teori inflasi yang dikemukakan oleh para ahli untuk menjelaskan penyebab terjadinya inflasi. Dari teori-teori inflasi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa inflasi bisa terjadi karena adanya berbagai faktor penyebab, yang meliputi:

Kelebihan Permintaan 

Inflasi terjadi jika ada kelebihan permintaan yang tidak bisa dipenuhi oleh produsen, yang disebut dengan istilah demand pull inflation (lihat lagi di macam-macam inflasi berdasarkan penyebab).


Kenaikan Biaya Produksi 

Inflasi terjadi jika biaya produksi meningkat, yang selanjutnya berakibat pada naiknya harga jual barang-barang dan jasa.


Pencetakan Uang Baru oleh Pemerintah

Inflasi terjadi jika pemerintah mencetak uang baru untuk menutupi anggaran negara yang defisit. Pencetakan uang baru bisa menyebabkan jumlah uang yang beredar lebih banyak dan tidak seimbang dengan jumlah barang dan jasa sehingga harga-harga akan naik (inflasi).


Lambatnya Produksi Barang Tertentu, Terutama Produksi Makanan 

Produksi makanan (pertanian) berbeda dengan produksi pabrik, sebab produksi makanan (pertanian) dibatasi oleh faktor musim atau genetika. Misalnya, jika produksi sepatu bisa dipercepat dari satu  bulan menjadi hanya satu pekan, maka produksi padi tidak bisa dipercepat dari empat bulan menjadi satu bulan. Di samping itu, karena pertambahan penduduk lebih cepat dibanding pertambahan bahan makanan, maka jumlah penawaran produk makanan jauh lebih kecil dibandingkan permintaannya. Akibatnya, bisa dipastikan harga makanan akan naik. Harga makanan yang naik biasanya akan diikuti oleh naiknya harga barang-barang yang lain (terjadi inflasi). Penyebab inflasi ini terutama terjadi di negara-negara berkembang.


Sikap Konsumen (Masyarakat) terhadap Informasi 

Kenaikan Harga Apabila konsumen mendapat informasi bahwa harga-harga akan naik, misalnya disebabkan oleh naiknya harga BBM, biasanya konsumen akan berlomba membeli barang-barang sebelum harga betul-betul naik. Akibatnya, permintaan akan meningkat tajam dan tidak seimbang dengan jumlah barang yang tersedia sehingga pasti terjadi inflasi.


Sikap Produsen terhadap Informasi Kenaikan 

Harga Apabila produsen mendengar bahwa harga-harga akan naik maka sebagian produsen justru akan menimbun barang sambil menunggu harga betul-betul naik, dengan tujuan agar mendapat keuntungan yang lebih besar. Ketika harga betul-betul naik tetap saja ada sebagian dari produsen yang tidak menjual barangnya, karena masih menunggu kenaikan harga yang lebih tinggi lagi. Perilaku produsen seperti ini menyebabkan penawaran jauh lebih kecil dibanding permintaan, padahal dalam keadaan seperti ini para konsumen berlomba-lomba membeli barang, akibatnya pasti terjadi inflasi.


Kebijakan Pemerintah yang Kurang Tepat 

Kebijakan pemerintah yang kurang tepat bisa memicu timbulnya inflasi. Misalnya, jika pemerintah menetapkan aturan (syarat) pemberian kredit yang terlalu longgar maka bisa dipastikan akan lebih banyak pengusaha yang mendapat kredit (pinjaman uang). Akibatnya, jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga memicu timbulnya inflasi.

Tingginya angka inflasi menyebabkan nilai uang semakin tidak berharga. Oleh karena itu, maka pemerintah melalui bank Indonesia akan mengeluarkan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter yang nantinya diharapkan bisa meredam angka inflasi. Inflasi bisa sangat mengancam stabilitas ekonomi, keamanan dan stabilitas politik dalam suatu negara. Jika terlalu tinggi, maka inflasi bisa menyebabkan terjadinya krisis moneter. 

Loading...
Blog, Updated at: 17.15

0 komentar:

Posting Komentar