Pengertian Investasi dan Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 17 Desember 2017

Loading...

Loading...
Saat ini, membahas investasi sudah menjadi hal umum dan banyak dibicarakan di berbagai media. Investasi selalu diidentikkan dengan penanaman modal untuk kemudian mendapatkan hasil dari modal yang ditanamkan itu. Seperti apakan bentuk investasi itu? Berikut ini penjelasan mengenai pengertian investasi dan faktor yang mempengaruhi investasi.

Pengertian Investasi 


Apakah investasi itu? Benarkah kegiatan membeli saham bisa digolongkan sebagai investasi? Menurut Sadono Sukirno dalam bukunya yang berjudul Makro Ekonomi, kegiatan membeli saham tidak bisa digolongkan sebagai investasi, karena menurutnya yang dimaksud dengan investasi adalah pengeluaran untuk membeli barang-barang modal (seperti, mesin-mesin) dan perlengkapan- perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan produksi barang dan jasa. Dengan adanya investasi, jumlah barang modal dan perlengkapan produksi akan bertambah. Pertambahan ini tentu akan menambah kemampuan perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa, sehingga jumlah barang dan jasa juga turut bertambah. 

Lalu, kegiatan apa saja yang bisa digolongkan sebagai investasi? Sesuai dengan pengertian investasi, kegiatan-kegiatan yang tergolong investasi di antaranya adalah: 
  • kegiatan membeli berbagai macam barang modal seperti mesin-mesin dan peralatan produksi lainnya; serta 
  • kegiatan mendirikan bangunan kantor, bangunan pabrik, dan bangunan-bangunan lainnya. 


Kegiatan membeli saham belum digolongkan sebagai investasi. Akan tetapi, bila perusahaan yang memperoleh uang dari penjualan saham menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan produksi barulah kegiatan pembelian tersebut digolongkan sebagai investasi.

Pengertian Investasi dan Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tinggi Rendahnya Investasi


 Jumlah investasi yang terjadi dalam perekonomian tidaklah tetap. Mengapa demikian? Karena banyak faktor yang dapat memengaruhi tinggi rendahnya investasi. Faktor-faktor tersebut di antaranya, sebagai berikut.

a. Tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh 

Semakin besar tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh maka akan semakin tinggi investasi yang ditanamkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat keuntungan yang diramalkan akan diperoleh, akan semakin rendah investasi yang ditanamkan.

b. Suku bunga 

Ada satu patokan yang digunakan para penanam modal (investor) dalam melakukan investasi, yaitu: persentase keuntungan yang diperoleh dari investasi harus lebih besar dari persentase bunga yang sedang berlaku. Persentase bunga disebut juga suku bunga. Mengapa persentase keuntungan harus lebih besar dari suku bunga? Ada dua alasan, yang pertama, bila investasi dilakukan dari uang pinjaman, investor tidak akan rugi karena dia bisa membayar bunga pinjaman dari keuntungan yang dia dapatkan dari berinvestasi. Sebaliknya, investor akan rugi bila persentase keuntungan dari investasi lebih kecil dari suku bunga, karena keuntungan yang diperoleh tidak cukup untuk membayar bunga. Alasan kedua, bila investasi dari uang sendiri, investor akan lebih suka berinvestasi dengan catatan persentase keuntungan harus lebih besar dari suku bunga. Karena bila persentase keuntungan lebih kecil dari suku bunga, investor akan lebih memilih membungakan atau meminjamkan uangnya dibandingkan berinvestasi.

c. Ramalan mengenai keadaan perekonomian di masa depan 

Keuntungan yang diperoleh dari investasi dipengaruhi oleh keadaan perekonomian, baik perekonomian masa sekarang maupun masa depan. Oleh karena itu, bila keadaan perekonomian di masa depan diramalkan sangat baik maka investor akan bersemangat melakukan investasi sehingga jumlah investasi akan meningkat. Sebaliknya, bila keadaan perekonomian di masa depan diramalkan buruk maka investor tidak bersemangat melakukan investasi sehingga jumlah investasi akan menurun.

d. Kemajuan teknologi 

Pada umumnya semakin banyak teknologi-teknologi baru yang ditemukan, akan semakin banyak pula kesempatan bagi pengusaha untuk menggunakan teknologi baru tersebut dalam proses produksi. Untuk melaksanakan proses produksi dengan teknologi baru, pengusaha harus membeli mesin-mesin baru dan sering kali juga harus mendirikan pabrik- pabrik baru. Ini berarti pengusaha harus melakukan investasi. Dengan demikian, semakin tinggi kemajuan teknologi, semakin tinggi pula jumlah investasi.

e. Tingkat pendapatan nasional 

Pendapatan nasional yang tinggi akan memperbesar pendapatan masyarakat. Pendapatan masyarakat yang besar akan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa. Peningkatan pendapatan bukan hanya meningkatkan konsumsi dan tabungan masyarakat. Peningkatan permintaan terhadap barang dan jasa akan mendorong investor melakukan investasi untuk memenuhi peningkatan permintaan tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pendapatan akan semakin tinggi jumlah investasi.

f. Keuntungan perusahaan 

Semakin besar keuntungan yang diperoleh perusahaan akan memberi kesempatan yang lebih banyak kepada pengusaha untuk memperluas usaha. Dalam rangka memperluas usaha maka perlu dilakukan investasi. Dengan demikian, semakin besar keuntungan perusahaan, akan semakin besar jumlah investasi.

Dewasa ini, ajakan untuk melakukan investasi semakin banyak dan marak. Sebagai konsumen, kita perlu berpikir dengan matang sebelum melakukan investasi pada sektor tertentu. Jangan sampai uang yang kita investasikan masuk ke dalam investasi bodong yang ujung-ujungnya hanya akan merugikan kita sendiri.

Loading...
Blog, Updated at: 22.10

0 komentar:

Posting Komentar