Pengertian Kebijakan Moneter dan Tujuan Kebijakan Moneter

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 17 Desember 2017

Loading...

Loading...
Apakah kebijakan moneter itu? Apa kaitan kebijakan moneter dengan inflasi dan deflasi? Kebijakan moneter dilakukan oleh pemerintah melalui bank sentral, dalam hal ini adalah Bank Indonesia untuk mempengaruhi kondisi perekonomian. Ada tujuan tertentu dibalik kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian kebijakan moneter dan tujuan kebijakan moneter.

Pengertian Kebijakan Moneter 


Bayangkan, ada sebuah negara yang memproduksi barang dan jasa setiap hari dalam jumlah sangat banyak, tetapi pemerintahnya hanya mencetak (menyediakan) uang dalam jumlah sangat sedikit. Apa yang terjadi? Para produsen atau penjual pasti akan kebingungan memasarkan barang dan jasa mereka, karena sangat sedikit konsumen yang bisa membeli. Mengapa demikian? Karena jumlah uang yang beredar sangat sedikit dan tidak seimbang dengan jumlah barang dan jasa yang ada. Uang yang beredar dengan jumlah yang terlalu sedikit juga bisa menyulitkan para pengusaha. 

Hal ini bisa menyebabkan terjadinya kelesuan ekonomi, karena siapa pun menjadi susah bergerak karena minimnya persediaan uang. Kondisi seperti ini disebut deflasi, yaitu jumlah uang yang beredar lebih sedikit dibandingkan jumlah barang dan jasa yang ada. Untuk mengatasi deflasi, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar dengan beberapa cara, antara lain dengan mencetak uang baru atau dengan menurunkan suku bunga bank. 

Sebaliknya, jika jumlah uang yang beredar terlalu banyak dibandingkan jumlah barang dan jasa yang ada, harga barang dan jasa akan melambung tinggi. Kondisi ini disebut inflasi. Untuk mengatasi inflasi, pemerintah perlu mengurangi jumlah uang yang beredar dengan beberapa cara, di antaranya dengan menjual SBI  (Sertifikasi Bank Indonesia), menaikkan suku bunga bank, atau menarik uang lama dari peredaran. Tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar disebut kebijakan moneter. 

Dalam praktiknya, kebijakan moneter dilakukan oleh Bank Sentral sebagai lembagakepercayaan pemerintah. Oleh karena itu, kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam rangka mengendalikan perekonomian. Di Indonesia, kedudukan bank sentral dipegang oleh Bank Indonesia (BI).

Pengertian Kebijakan Moneter dan Tujuan Kebijakan Moneter

 Tujuan Kebijakan Moneter 


Kebijakan moneter dilakukan pemerintah dengan tujuan sebagai berikut:

a. Menjaga Stabilitas Ekonomi 

Stabilitas ekonomi akan terganggu jika jumlah uang yang beredar di masyarakat melebihi jumlah barang dan jasa yang tersedia sehingga menyebabkan terjadinya inflasi (harga barang dan jasa naik tinggi). Stabilitas ekonomi juga akan terganggu jika jumlah uang yang beredar kurang dari jumlah barang dan jasa sehingga menyebabkan terjadinya deflasi (kelesuan ekonomi). Oleh karena itu, kebijakan moneter sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi yang selalu mengupayakan jumlah uang yang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia.

b. Menjaga Stabilitas Harga 

Tinggi rendahnya harga sangat memengaruhi jalannya perekonomian. Harga-harga yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan turunnya permintaan. Turunnya permintaan dapat pula menurunkan produktivitas dunia usaha. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah dapat menggunakan kebijakan moneter. Caranya, jika harga terlalu tinggi, pemerintah harus mengurangi jumlah uang yang beredar. Dan, jika harga terlalu rendah, pemerintah harus menambah jumlah uang yang beredar.

c. Meningkatkan Kesempatan Kerja 

Dengan mengatur jumlah uang yang beredar, perekonomian akan stabil. Jika perekonomian stabil, para pengusaha atau investor akan menambah investasi baru. Investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga kesempatan kerja dapat ditingkatkan.

d. Memperbaiki Posisi Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran 

Kebijakan moneter dapat dipakai untuk memperbaiki posisi neraca perdagangan  sehingga negara tidak terlalu banyak mengalami defisit, atau kalau bisa posisinya menjadi seimbang atau bahkan surplus. Salah satunya dengan melakukan devaluasi (menurunkan nilai mata uang negara sendiri terhadap mata uang asing). Dengan devaluasi, harga barang-barang dalam negeri menjadi lebih murah, bila dibeli dengan mata uang asing. Akibatnya, akan meningkatkan jumlah ekspor. Jika ekspor terus meningkat, posisi neraca perdagangan sekaligus neraca pembayaran dapat diperbaiki, paling tidak defisit dapat dikurangi atau kalau bisa seimbang, atau bahkan surplus.

Dengan devaluasi tersebut, di pasar internasional harga tas dan barang-barang lain produksi Indonesia menjadi lebih murah dibandingkan sebelum devaluasi sehingga produksi Indonesia menjadi lebih mampu bersaing dengan produk dari negara-negara lain. Selanjutnya, penurunan harga tersebut umumnya akan diikuti dengan mengalirnya order (pesanan) dari para pengimpor, akibatnya nilai ekspor Indonesia meningkat. Dan, jika ekspor terus meningkat maka posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran dapat diperbaiki, paling tidak defisit dapat dikurangi atau bisa seimbang, atau bahkan surplus.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian kebijakan moneter dan tujuan kebijakan moneter. Kebijakan moneter tentunya tidak dilakukan begitu saja. Ada berbagai macam kebijakan moneter. Pemerintah perlu melakukan berbagai pertimbangan, karena kebijakan moneter memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perekonomian negara.

Loading...
Blog, Updated at: 22.51

0 komentar:

Posting Komentar