Pengertian Konsumsi dan Tabungan serta Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi dan Tabungan

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 17 Desember 2017

Loading...

Apa yang anda lakukan ketika memperoleh gaji, melakukan kegiatan konsmumsi, menyimpan untuk tabungan atau melakukan investasi. Pada umumnya, kita akan melakukan salah satu atau bahkan ketiganya sekaligus. Konsumsi, tabungan dan investasi adalah cara kita untuk menggunakan uang. Orang yang bijak tidak hanya mengeluarkan uang untuk konsumsi, mereka akan menabung dan berinvestasi. Akan tetapi, ada faktor-faktor tertentu yang mendorong manusia untuk melakukan kegiatan konsumsi dan membuat tabungan. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian konsumsi dan tabungan serta faktor yang mempengaruhi konsumsi dan tabungan.

Pengertian Konsumsi dan Tabungan


Pengertian konsumsi secara umum adalah segala tindakan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi, baik individu ataupun kelompok untuk mengurangi atau menghabiskan nilai barang dan jasa dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhannya. Contoh perbuatan konsumsi adalah seseorang yang membeli bakso dan memakannya sampai habis untuk menghilangkan rasa laparnya.

Untuk melakukan kegiatan konsumsi, maka manusia perlu memiliki pendapatan. Tujuan manusia melakukan kegiatan konsumsi antara lain adalah untuk menghabiskan atau mengurangi nilai suatu barang dan/atau jasa untuk memuaskan kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohaninya. 

Pengertian tabungan secara umum adalah bagian pendapatan pelaku ekonomi baik individu maupun kelompok yang disimpan dan tidak digunakan untuk konsumsi. Tabungan merupakan 

faktor yang mempengaruhi konsumsi dan tabungan

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Konsumsi dan Tabungan


Tinggi rendahnya pendapatan menjadi faktor paling menentukan dalam menentukan besar kecilnya konsumsi dan tabungan dalam masyarakat. Selain pendapatan, masih ada beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi besar kecilnya konsumsi dan tabungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi dan tabungan tersebut adalah sebagai berikut.

a. Keadaan Perekonomian 

Bila perekonomian dalam keadaan baik, stabil, dan tidak banyak pengangguran maka masyarakat cenderung aktif melakukan konsumsi dan kurang aktif menabung. Sebaliknya, bila perekonomian dalam keadaan buruk, tidak stabil dan terdapat banyak pengangguran maka masyarakat cenderung berhati-hati dan mengurangi konsumsi, serta lebih memprioritaskan menabung untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan buruk.

b. Suku Bunga 

Bila suku bunga tinggi, masyarakat akan lebih suka menabung dan akan mengurangi konsumsi. Karena, dengan suku bunga yang tinggi masyarakat akan memperoleh jumlah bunga yang besar. Sebaliknya, bila suku bunga rendah, masyarakat akan malas menabung dan cenderung akan menambah konsumsi.

c. Kekayaan yang Telah Dimiliki 

Bila suatu rumah tangga telah memiliki kekayaan yang cukup atau berlebih, hasil dari bekerja atau mendapat warisan maka rumah tangga tersebut cenderung kurang aktif menabung dan lebih aktif melakukan konsumsi. Tetapi, bila suatu rumah tangga belum memiliki kekayaan yang cukup maka rumah tangga tersebut cenderung lebih aktif menabung agar memiliki sejumlah kekayaan yang diinginkan.

d. Budaya Berhemat 

Masyarakat memiliki budaya yang berbeda dalam menggunakan pendapatan. Ada kelompok masyarakat yang sangat suka berhemat dan selalu berusaha menabung untuk mempersiapkan masa depan. Ada pula kelompok masyarakat yang lebih suka berkonsumsi dan kurang mengenal budaya berhemat.

e. Distribusi Pendapatan 

Pada masyarakat yang distribusi pendapatannya tidak merata, jumlah tabungan umumnya lebih banyak. Mengapa demikian? Karena distribusi pendapatan yang tidak merata mengakibatkan sebagian masyarakat memperoleh pendapatan yang tinggi, sedangkan sebagian yang lain memperoleh pendapatan yang rendah yang hanya cukup untuk berkonsumsi. Masyarakat yang berpendapatan tinggi cenderung suka menabung sehingga jumlah tabungan menjadi banyak. Adapun pada masyarakat yang distribusi pendapatannya lebih merata, jumlah tabungan relatif lebih sedikit karena hampir seluruh masyarakat senang berkonsumsi.

f. Dana Pensiun 

Bila pemerintah suatu negara memberikan dana pensiun yang tinggi maka para pegawai cenderung senang berkonsumsi dan kurang aktif menabung. Sebaliknya, bila dana pensiun rendah, para pegawai cenderung labih aktif menabung untuk mempersiapkan diri di hari tua.

Loading...
Blog, Updated at: 22.10

0 komentar:

Posting Komentar