TEORI-TEORI INFLASI : Teori Kuantitas Fischer, Teori Keynes dan Teori Strukturalis

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 15 Desember 2017

Loading...

Loading...
Teori-teori inflasi adalah teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi untuk menjelaskan penyebab terjadinya inflasi. Dalam ilmu ekonomi, ada 3 teori yang dikenal, yaitu teori kuantitas Irving Fischer, teori Keynes, dan teori strukturalis. Berikut ini penjelasan mengenai teori-teori inflasi tersebut.

Teori Kuantitas 


Teori ini dikemukakan oleh Irving Fisher. Teori kuantitas membahas proses terjadinya inflasi yang disebabkan oleh dua faktor, yaitu: 

1) Jumlah uang yang beredar 

Inflasi hanya terjadi jika jumlah uang yang beredar ditambah. Jadi seandainya terjadi kenaikan harga, asalkan jumlah uang yang beredar tidak ditambah, maka harga akan turun dengan sendirinya, dan inflasi yang ditakutkan pun tidak mungkin terjadi.

2) Psikologi masyarakat 

Yang dimaksud psikologi masyarakat adalah sikap dan harapan (ekspektasi) masyarakat terhadap kenaikan harga. Umumnya masyarakat tidak mengharapkan terjadinya kenaikan harga sehingga jika mereka menerima pendapatan, sebagian akan ditabung. Akan tetapi, jika masyarakat mulai sadar akan adanya inflasi maka ketika menerima pendapatan, seluruhnya akan dibelanjakan. Dengan demikian, permintaan akan naik. Akibatnya harga-harga ikut naik, dan inflasi pun semakin meningkat. Selanjutnya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap nilai uang yang mereka miliki. 

Teori Keynes 


Teori ini dikemukakan oleh ahli ekonomi bernama Keynes, yang menyatakan bahwa terjadinya inflasi disebabkan oleh masyarakat yang ingin hidup melebihi batas kemampuan ekonominya. Masyarakat saling berebut rezeki agar dapat menggunakan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia, akibatnya permintaan akan melebihi penawaran. Dalam kondisi ini, terjadilah inflationary gap (celah inflasi). Celah inflasi terjadi karena adanya kelompok pemenang (yang terdiri dari pemerintah, pengusaha dan buruh) yang mampu mewujudkan keinginannya karena didukung sejumlah dana. Bagaimana kelompok pemenang memperoleh dana? Pemerintah memperoleh dana dengan menjalankan anggaran defisit yang ditutup dengan pencetakan uang baru. Pencetakan uang baru akan mendorong timbulnya inflasi. Buruh memperoleh dana dengan cara menuntut upah yang lebih tinggi. Pemberian upah yang lebih tinggi, akan memicu kenaikan harga-harga barang dan terjadilah inflasi.

Selain kelompok pemenang yang telah memicu terjadinya inflasi, terdapat pula kelompok yang kalah, yaitu kelompok yang tidak mampu berebut rezeki karena tidak dapat meningkatkan pendapatannya. Mereka itu adalah para pensiunan, pegawai negeri dan petani.

Teori Strukturalis 

teori-teori inflasi


Menurut teori ini, inflasi terjadi karena kekakuan struktur ekonomi yang terutama terjadi di negara berkembang. Ada dua kekakuan utama pada struktur ekonomi negara berkembang, yaitu: 
  1. Kekakuan penerimaan ekspor, yaitu bahwa nilai penerimaan ekspor selalu bertambah lebih lamban daripada nilai impor, akibat kelambanan tersebut negara mengalami kesulitan membiayai impor bahan-bahan baku dan barang modal (mesin-mesin). Karena itu, pemerintah menggiatkan industri dalam negeri dalam rangka mengganti barang- barang yang selama ini diimpor. Oleh karena umumnya biaya produksi industri dalam negeri cenderung lebih mahal maka harga-harga jual barang pun menjadi naik dan terjadilah inflasi.
  2. Kekakuan penawaran bahan makanan Pada umumnya di negara berkembang penawaran bahan makanan lebih lamban jika dibandingkan pertambahan jumlah penduduk dan pendapatan per kapita, akibatnya harga bahan makanan akan naik melebihi harga barang- barang lain. Karena bahan makanan merupakan kebutuhan primer maka naiknya harga bahan makanan mendorong para buruh menuntut kenaikan upah. Upah yang naik mengakibatkan naiknya biaya produksi di berbagai perusahaan yang pada akhirnya mengakibatkan naiknya harga jual berbagai macam barang dan jasa sehingga terjadilah inflasi.


Berdasarkan teori kuantitas Fischer, inflasi dipengaruhi oleh jumlah uang dan psikologi masyarakat. Jika jumlah uang terlalu banyak, maka inflasi terjadi. Jika masyarakat terlalu membelanjakan uang, maka inflasi juga terjadi. Oleh karena itu, isu rush money yang mendorong masyarakat untuk menarik uang dari bank sangat berbahaya bagi perekonomian.

Menurut teori Keynes, inflasi terjadi karena masyarakat ingin hidup melebihi kemampuannya. Dampak inflasi dalam teori inflasi Keynes ini sangat parah pada pada pensiunan pegawai negri dan petani yang tingkat pendapatannya stabil sementara harga barang selalu naik.

Loading...
Blog, Updated at: 17.16

0 komentar:

Posting Komentar