Penyebab Sengketa Internasional

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 19 Januari 2018

Loading...

Loading...
Dalam pergaulan internasional, sengketa antarbangsa bisa terjadi kapan saja. Sengketa internasional bisa melibatkan dua negara atau bahkan lebih. Kebanyakan sengketa internasional terjadi karena ada perbedaan pandangan dan kesepakatan terutama tentang batas negara. Indonesia pernah berseteru dengan Malaysia dan Filipina bahkan hingga China mengenai Laut Cina Selatan. Indonesia juga pernah mengalami perselisihan dan sempat bersitegang dengan Australia karena adanya dugaan penghinaan terhadap Pancasila.

Sengketa internasional memang tidak bisa dihindari dan harus diselesaikan secepat mungkin antara negara-negara yang berselisih. Sengketa internasional akan mempengaruhi hubungan para pihak dan bisa menghambat perkembangan negara-negara yang bersengketa karena terjadinya pemutusan hubungan kerja sama. 

Sengketa internasional (international dispute) adalah perselisihan yang terjadi antara negara dan negara, antara negara dan individu-individu, atau antara negara dan badan-badan atau lembaga-lembaga yang menjadi subjek hukum Internasional. Sengketa atau konflik yang terjadi secara umum disebabkan oleh hal-hal berikut :
  1. Salah satu pihak tidak memenuhi kewajiban dalam perjanjian Internasional. 
  2. Perbedaan penafsiran mengenai isi perjanjian Internasional. 
  3. Perebutan sumber-sumber ekonomi, misalnya saja mengenai Blok Ambalat antara Indonesia dengan Malaysia.
  4. Penghinaan terhadap harga diri bangsa, seperti yang dilakukan Australia terhadap Pancasila yang sempat membuat ketegangan antara kedua negara 
  5. Adanya intervensi terhadap kedaulatan negara lain. 
  6. Perebutan pengaruh ekonomi, politik, dan keamanan regional serta internasional, seperti yang pernah terjadi dalam perang dingin Amerika Serikat dan Uni Soviet.
  7. Ketidaksepahaman mengenai batas negara, misalnya klaim kepemilikan Laut China Selatan oleh China yang menyebabkan terjadi ketegangan antara Cina, Filipina dan Indonesia. 
  8. Adanya ancaman karena aktivitas militer yang dianggap membahayakan seperti antara Korea Utara dan Korea Selatan.


Konflik atau sengketa dapat dibedakan menjadi perang antaranegara dan sengketa bersenjata atas pelanggaran perdamaian yang tidak bersifat perang. Suatu sengketa dapat digolongkan menjadi perang atau bukan perang didasarkan pada luas atau dalamnya sengketa, niat para pihak yang bersengketa, dan sikap serta reaksi pihak-pihak yang tidak berperang.

Dalam Traktat Paris tahun 1928 disebutkan bahwa negara-negara peserta traktat bersepakat untuk tidak melakukan perang sebagai cara dalam menyelesaikan sengketa internasional. Para pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul di antara mereka dengan cara damai. Dalam piagam PBB juga diatur bahwa para pihak yang mengadakan perjanjian sepakat untuk menyelasaikan sengketa di antara mereka dengan cara damai sehingga tidak membahayakan perdamaian, keamanan, dan keadilan. 

Mereka yang mengadakan perjanjian telah berjanji untuk memenuhi kewajiban dengan itikad baik dan bersepakat untuk mematuhi saran-saran dan keputusan Dewan Keamanan. Dalam hubungan ini perlu dibedakan dua aspek yang penting, yakni: • Perang karena adanya agresi. • Perang karena membela diri.

Mengenai hak pembelaan, piagam PBB menentukan bahwa setiap negara untuk mengadakan pembelaan diri baik secara individu maupun kolektif terhadap adanya serangan bersenjata, selama menunggu saran dan keputusan dari Dewan Keamanan. Hak untuk mengadakan pembelaan diri ini hanya berlaku pada keadaan yang mendesak dan tidak dapat dilakukan dengan cara lain, serta tidak secara berlebihan. 

Apakah perdagangan dan lalu lintas antarwarga negara dari negara-negara yang bersengketa serta perjanjian yang ada tetap berlaku? Dalam hal ini hukum internasional memberikan kebebasan sebesar-besarnya kepada para pihak. Pertimbangannya adalah bahwa masalah tersebut merupakan masalah hukum internasional. Pada umumnya warga negara yang bersengketa membatalkannya karena beranggapan bahwa mereka dapat membantu pihak lawan apabila kegiatan perdagangan lalu lintas, dan perjanjian masih tetap dilaksanakan. Secara umum ada dua cara penyelesaian sengketa internasional, yakni penyelesaian secara damai dan apabila penyelesaian sengketa internasional dilakukan secara damai gagal dilakukan, maka penyelesaian sengketa internasional dilakukan dengan cara paksa atau kekerasan.

Penyebab Sengketa Internasional


Sengketa internasional antar negara sebisa mungkin diselesaikan dengan cara yang damai, karena jika diselesaikan dengan jalan kekerasan, maka bukan saja merugikan keuangan negara, penyelesaian sengketa internasional akan mengorbankan banyak nyawa masyarakat sipil yang tidak berdosa. 

Loading...
Blog, Updated at: 21.46

0 komentar:

Posting Komentar