Aturan-Aturan Interaksi Sosial

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 29 Juli 2018

Loading...

Loading...
Ada  tiga jenis aturan dalam interaksi sosial menurut Karp dan Yoels (1979), yaitu aturan mengenai ruang, waktu, dan gerak tubuh.  Di dalam kajian ilmu sosiologi, aturan dalam interaksi sosial berbeda dengan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial. Berikut ini adalah penjelasan mengenai aturan-aturan dalam interaksi sosial.

Aturan interaksi sosial mengenai ruang 


Teori Karp dan Yoels tentang aturan interkasi sosial didasarkan  pada karya Edward T. Hall mengenai konsep jarak sosial.  Dalam teori yang dikemukakan oleh  Edward T.Hall, manusia memiliki kecenderungan untuk  menggunakan empat macam jarak, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik dalam berbagai situasi sosial. Jarak sosial pasti terjadi karena salah satu ciri interaksi sosial adalah adanya hubungan antara lebih dari satu orang. Jarak-jarak sosial itu terbagi menjadi :

1) Jarak Intim (sekitar 0–45 cm) 

Jarak intim memaksa terjadinya keterlibatan intensif pancaindera dengan tubuh orang lain. Contoh jarak intim terjadi pada orang yang melakukan olahraga jarak dekat seperti olah raga bela diri campuran atau MMA maupun olahraga judo dan jujitsu.  Dalam jarak intim seperti di angkutan umum yang penuh sesak,  umumnya manusia akan berusaha sekeras mungkin menghindari kontak mata dengan orang sekitarnya yang tidak ia kenal. 

2) Jarak Pribadi (sekitar 45 cm–1,22 m) 

Jarak pribadi adalah jarak yang wajar  dan mudah dijumpai dalam interaksi  sosial dalam kehidupan sehari-hari. Jarak pribadi terjadi antara orang yang memiliki hubungan sangat dekat, seperti suami isteri atau ibu dan anak. 

3) Jarak Sosial (sekitar 1,22 m–3,66 m) 

Di dalam jarak sosial, interkasi sosial yang terjadi berlangsung secara normal tanpa adanya sentuhan secara fisik dengan orang lain. Contohnya interaksi di dalam pertemuan santai dengan teman, guru, dan sebagainya. 

4) Jarak Publik (di atas 3,66 m) 

Jarak publik memiliki jangkauan yang jauh. Politisi yang berkampanye maupun mahasiswa yang berdemmontrasi berada dalam jarak ini.  Dalam jarak public, seseorang didorong untuk mengeluarkan suara yang keras agar interaksi sosial bisa terjadi.


Aturan interaksi sosial mengenai waktu 


Waktu adalah salah satu hal paling berharga yang sering kali dilupakan oleh manusia. Ada orang yang begitu disiplin dan menghargai waktunya, sedangkan di sisi lain ada yang membuang-buang waktu tanpa pernah memanfaatkannya dengan baik. Bagi masyarakat Jepang ataupun Barat, waktu begitu berharga sehingga tingkat kedisiplinan sangat tinggi. Bahkan bus, kereta api maupun pesawat yang terlambat jarang ditemukan di sana. Sementara itu, di Indonesia kita sering mendengar istilah jam karet, bahkan istilah ini semakin membudaya seiring dengan berjalannya waktu.  Orang yang terbiasa menggunakan jam karet dalam hidupnya biasanya selalu terlambat, tidak menghargai waktu orang lain dan tidak pernah khawatir dengan keterlambatan.

Aturan-Aturan Interaksi Sosial

Aturan interkasi sosial mengenai gerak tubuh 


Bahasa tubuh lebih banyak berkomunikasi dibandingkan dengan bahasa verbal. Bahasa tubuh adalah bahasa pertama yang menjadi alat komunikasi manusia. Komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh sudah menjadi bagian penting dalam interaksi sosial manusia . Contoh bahasa tubuh memicingkan mata ketika berpikir, menjulurkan lidah ketika mengolok-oolok, mengangkat bahu menandakan kebingungan, membungkukkan badan sebagai bentuk hormat di Jepang, menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan, mengerutkan dahi, mengangkat ibu jari sebagai pertanda keberhasilan, dan lainnya. 

Perlu diingat bahwa bentuk komunikasi nonverbal terkadang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Oleh karena itu, bahasa tubuh non verbal ini hanya berlaku pada daerah dengan nilai-nilai dan prinsip kebudayaan yang sama. Oleh karena itu, terkadang dibutuhkan kerja sama untuk mengerti satu sama lain.

Loading...
Blog, Updated at: 22.06

0 komentar:

Posting Komentar