Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 22 Juli 2018

Loading...

Loading...
Antisosial atau biasa disingkat ansos umumnya dianggap sebagai perilaku yang suka mengasingkan diri dari lingkungan. Orang yang dianggap antisosial  biasanya adalah orang yang selalu suka menyendiri dan tidak memiliki banyak teman. Secara umum, antisosial adalah sebuah perilaku yang tidak memperdulikan pandangan umum dan penilaian orang lain terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, biasanya orang yang dianggap antisosial identic dengan pelanggar, pembangkan dan tukang bandel. Bentuk-bentuk sikap antisosial muncul karena berbagai macam hal, seperti deviasi individual, deviasi situasional, deviasi biologis, da nada pula sikap antisosial yang bersifat sosiokultural. Berikut ini adalah penjelasan mengenai bentuk-bentuk sikap antisosial.

Bentuk sikap antisosial karena deviasi individual


Sikap antisosial karena deviasi individual muncul karena faktor dari dalam diri individu itu sendiri. Beberapa faktor itu antara lain adalah pembawaan karakter, penyakit atau kecelakaan pada masa lalu hingga adanya pengaruh dari sosiokultural budaya tertentu. Bentuk sikap antisosial yang muncul karena deviasi individual antara lain adalah :
  1. Pembandel, yaitu orang yang tidak mau merubah pendiriannya dan tidak mau tunduk pada nasehat-nasehat orang di sekelilingnya.
  2. Pembangkang, yaitu orang yang tidak tunduk pada aturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang. 
  3. Pelanggar, yaitu orang yang suka untuk melakukan tindakan yang melanggar dan melenceng dari aturan yang dibuat. 
  4. Penjahat, yaitu orang yang tidak mematuhi norma-norma dan aturan yang ada dalam tatanan masyarakat serta cenderung melakukan perbuatan yang melanggar aturan yang menyebabkan kerugian bagi orang lain.

Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial

Bentuk sikap antisosial karena deviasi situasional


Sikap antisosial karena deviasi situasional muncul karena adanya pengaruh situasi dan keadaan dari luar individu yang memengaruhi tingkah laku seseorang. Bentuk-bentuk sikap antisosal karena deviasi situasional diantaranya adalah :
  1. adanya degradasi moral atau demoralisasi  pada orang-orang yang bekerja pada tempat tertentu berupa  kata-kata keras dan radikal karena pengaruh dari tempatnya bekerja.
  2. adanya remaja yang memiliki tingkah laku yang kasar 
  3. perempuan yang mengalami menopasuse juga memiliki tekanan batin yang bisa mengarah pada sikap antisosial. 
  4. menunda perkawinan menyebabkan deviasi seksual. 
  5. sikap homoseksual yang muncul pada narapidana yang ada di lembaga permasyarakatan


Bentuk sikap antisosial karena deviasi biologis 


Perbedaan ciri-ciri biologis bisa mendorong seseorang atau sekelompok orang memiliki sikap antisosial. Beberapa perbedaan biologis itu antara lain adalah ciri-ciri ras seperti warna kulit, bentuk maupun tinggi badan. Perbedaan biologis karena cacat luka maupun gangguan fisik karena kehilangan anggota tubuh juga memicu sikap antisosial karena deviasi biologis ini. Bentuk-bentuk sikap antisosial yang muncul karena deviasi biologis diantaranya adalah :
  1. Egoisme, yaitu suatu bentuk sikap merasa paling unggul dibanding yang lainnya. Sejarah mencatat bahwa Nazi Jerman pernah mencoba untuk membantai dan menghilangkan semua ras di muka bumi karena mengaggap ras Arya adalah ras unggul dan terbaik manusia.
  2. Rasisme, yaitu sikap membeda-bedakan orang berdasarkan suku dan warna kulit sehingga menyebabkan terjadinya diskriminasi. 
  3. Rasialisme, pada dasarnya sama dengan rasisme yang melakukan diskriminasi terhadap ras lain.
  4. Stereotip, yaitu menganggap citra kaku suatu daerah adalah kebenaran tanpa perlu mengecek apa yang benar-benar terjadi. Contoh sterotip adalah pandangan bahwa budaya timur adalah budaya sopan dan santun.


Bentuk sikap antisosial yang bersifat sosiokultural 


Berikut ini adalah bentuk sikap antisosial yang bersifat sosiokultural :
  1. Primordialisme, yaitu suatu sikap berpegang teguh kepada hal-hal telah melekat pada diri individu sejak semula, seperti suku bangsa, ras, agama ataupun asal-usul kedaerahan oleh seseorang dalam kelompoknya, kemudian meluas dan berkembang. Sikap  ini muncul karena adanya anggapan istimewa oleh individu dalam suatu kelompok atau perkumpulan sosial maupun adanya keinginan mempertahankan keutuhan kelompok terhadap ancaman dari luar serta adanya nilai-nilai terkait sistem keyakinan berupa nilai-nilai agama dan pandangan hidup. 
  2. Etnosentrisme atau fanatisme suku bangsa, yaitu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan standar ukuran yang berlaku di masyarakatnya.
  3. Sekularisme, yaitu suatu sikap yang mengesampingkan dan mamisahkan agama dari hal-hal lain yang bersifat non agama seperti teknologi maupun pemerintahan. 
  4. Hedonisme, yaitu suatu sikap manusia yang suka hidup bermewah-mewahan, glamour dan berfoya-foya tanpda adanya kepedulian terhadap orang lain. 
  5. Fanatisme, yaitu suatu sikap mencintai sesuatu secara berlebihan sehingga buta akan hal-hal negative yang ada pada hal yang dicintainya tersebut. Sikap ini bisa menimbulkan perpecahan jika terus terjadi.
  6. Diskriminasi, yaitu suatu sikap yang dilakukan untuk membeda-bedakan seseorang dengan orang lain ataupun sekelompok orang dengan kelompok orang lainnya. Beberapa penyebab terjadinya diskriminasi adalah adanya perbedaan terutama dalam hal budaya, ras, bahkan agama.

Sikap antisosial pada dasarnya bukanlah sikap yang baik untuk terus dipertahankan dalam diri. Sikap antisosial bisa menimbulkan perpecahan jika terus dipelihara dalam jangka waktu yang lama. 

Loading...
Blog, Updated at: 19.59

0 komentar:

Posting Komentar