Bentuk Pola Pemukiman Penduduk Pada Umumnya

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 17 Juli 2018

101 alasan
Loading...

Loading...
Pola pemukiman penduduk baru terbentuk ketika manusia telah memasuki revolusi agraris dan mengembangkan pertanian. Sebelumnya, manusia masih hidup pada fase berburu dan mengumpulkan makanan. Kehidupan manusia pada saat itu masih nomaden dan selalu berpindah-pindah. Akibatnya, tidak ada pola pemukiman penduduk seperti sekarang ini.

Bentuk pola pemukiman penduduk sangat bergantung pada bentang alam dan kondisi geografis suatu daerah. Pegunungan, dataran rendah, sungai, hingga pantai menjadi kawasan bermukim manusia sejak berabad-abad yang lalu.

Ketika manusia pertama kali memutuskan untuk tinggal dan menetap pada suatu daerah, manusia kebanyakan hidup di daerah sepanjang aliran sungai. Dengan demikian, maka pola pemukiman penduduk pada saat itu adalah memanjang. Pola pemukiman penduduk linear atau memanjang masih bisa kita temukan hingga hari ini. Bukan hanya di suku pedalaman, tetapi juga di daerah-daerah hingga di perkotaan.

Di Sulawesi Selatan misalnya, pola pemukiman penduduk memanjang bisa kita lihat pada Kabupaten Barru. Pola pemukiman penduduk memanjang mengikuti jalan raya. Di pesisir pantai, pada umumnya juga memiliki pola linier. Masyarakat nelayan hidup di sepanjang pantai agar memudahkan akses mereka ke lautan untuk mencari nafkah. Sedangkan di kota besar seperti Jakarta, kita bisa menemukan pemukiman-pemukiman yang dibangun di sepanjang rel kereta api.

Ketika  manusia kemudian mulai mengembangkan perkotaan, pada peradaban telah semakin maju. Hidup dengan pola lama di sepanjang sungai tidak menjamin keselamatan. Terkadang ada masa paceklik ataupun serangan dari luar. Dengan mengembangkan perkotaan, maka manusia bisa memiliki jaminan keselamatan yang lebih baik. Kota-kota pada umumnya dibangun di dataran rendah. Pola pemukiman penduduk yang ada pada saat itu adalah pola pemukiman terpusat.  Biasanya kota-kota seperti ini terpusat pada suatu pegunungan ataupun pada sumber-sumber air.

Hingga saat ini, kebanyakan kota-kota di dunia adalah kota yang dibangun dengan pola pemukiman memusat. Bedanya jika dahulu air atau lahan yang menjadi pertimbangan untuk bermukim, saat ini masyarakat memilih bermukim di kota besar karena kota besar menjadi pusat kegiatan seperti perdagangan, kesehatan, industri, dan lain-lain sebagainya.

Di samping itu, ada juga pola pemukiman yang menyebar. Di daerah-daerah yang kering, di mana sumber mata air tidak memusat pada satu tempat, masyarakat harus hidup menyebar untuk kelangsungan hidup mereka. Masyarakat akan menempatkan diri pada daerah-daerah yang mengandung mata air. Keadaan geografis seperti ini tentu saja memaksa masyarakatnya untuk menyebar.

Bentuk Pola Pemukiman Penduduk Pada Umumnya


Berdasarkan penjelasan di atas, maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa setidaknya ada 3 pola pemukiman penduduk pada umumnya yaitu :
  1. Pola pemukiman linear atau memanjang, biasanya mengikuti aliran sungai, jalan raya, sepanjang garis pantai hingga rel kereta api.
  2. Pola pemukiman terpusat, biasanya terdapat di kota-kota besar yang menjadi pusat dan sentral kegiatan manusia.
  3. Pola pemukiman menyebar, biasanya terdapat di daerah-daerah pedesaan, bergantung pada sumber air, hingga posisi lahan perkebunan atau pertanian.

Pola pemukiman penduduk pada dasarnya memang bergantung pada sumber daya alam. Akan tetapi untuk kota-kota besar, pola pemukiman penduduk bergantung pada banyak hal, misalnya jauh tidaknya dari sumber mata pencaharian hingga baik tidaknya tingkat keamanan setempat.

Loading...
Blog, Updated at: 00.41

0 komentar:

Posting Komentar