Pengertian Kekuasaan Legislatif dan Fungsinya

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 18 Mei 2019

Loading...

Loading...
Kekuasaan legislatif adalah salah satu bentuk kekuasaan yang disebutkan dalam teori pembagian kekuasaan John Locke dan Teori Pemisahan Kekuasaan Montesquieu. Berdasarkan teori pembagian kekuasan John Locke, kekuasaan legislatif memiliki fungsi yang berbeda dengan kekuasaan federative dan eksekutif. Begitu pula dalam teori pemisahan kekuasaan Montesquieu, fungsi kekuasaan legislatif sangat berbeda dengan kekusaan eksekutif dan yudikatif. Meskipun demikian, dalam teori yang dikemukakan oleh kedua ahli tersebut, kekuasaan legislative memiliki pengertian dan fungsi yang sama. Berikut penjelasannya.

Pengertian kekuasaan legislatif

Pada dasarnya, definisi kekuasaan legislatif yaitu kekuasaan yang diberikan kepada suatu badan untuk membentuk undang-undang. Lembaga yang diberi kekuasaan legislatif berperan untuk membuat segala peraturan yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan segala hal berhubungan dengan daerah atau wilayahnya. 

Segala peraturan yang dibuat oleh lembaga legislatif memiliki kekuatan mengikat dan wajib ditaati. peraturan-peraturan yang wajib dibuat oleh lembaga legislatif menyangkut segala bidang, mulai dari ekonomi, politik, hukum, keamanan, budaya, penyiaran, pajak, dan lain-lain sebagainya. 

Di Indonesia, lembaga yang memegang kekuasaan legislatif adalah DPR RI, sesuai dengan yang diamanatkan pada Pasal 20 ayat (1) UUD 1945.  Di daerah Tingkat I atau provinsi, kekuasaan legislatif dipegang oleh DPRD Provinsi. Begitu pula untuk daerah Tk. II atau Kabupaten/Kota, pemegang kekuasaan legislatif adalah DPRD Kabupaten/Kota tersebut.

Hanya saja, perbedaan dari ketiga lembaga legislatif tersebut adalah produk yang dihasilkannya. DPR RI membentuk undang-undang, DPRD Provinsi membentu Perprov sedangkan DPRD Kabupaten/Kota membuat Perda yang mana penyusunan peraturan-peraturan tersebut tidak boleh bertentangan dengan asas penyusunan undang-undang yaitu lex superior derogate lege inferiori.

Selain itu, dalam prakteknya penyelenggaraan negara, kita juga tahu bahwa lembaga eksekutif, memiliki hak untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) kepada DPR, sehingga secara tidak langsung lembaga eksekutif juga memiliki peran dalam penyusunan peraturan perundang-undangan. Selain itu, lembaga eksekutif bahkan memiliki hak untuk membuat Perpu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang). 

Dengan demikian, maka sebenarnya lembaga eksekutif juga memiliki kekuasaan legislatif.

pengertian kekuasaan legislatif dan fungsinya

Fungsi kekuasaan legislatif

Beberapa fungsi kekuasaan legislatif DPR di Indonesia diantaranya adalah :
1. Kekuasaan untuk membuat undang-undang (fungsi legislasi)
2. Kekuasaan untuk menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBD (fungsi anggaran)
3. Kekuasaan untuk mengawasi pemerintah dalam menjalankan undang-undang (fungsi pengawasan)

Berdasarkan fungsi kekuasaan legislatif tersebut, kita bisa melihat bahwa meskipun fungsi utama DPR adalah berperan untuk membuat undang-undang, sebagai lembaga legislatif DPR juga memiliki fungsi yudikatif, yaitu melakukan pengawasan.

Loading...
Blog, Updated at: 08.49

0 komentar:

Posting Komentar