Pengertian Asas Ius Sanguinis dan Ius Soli serta Contoh Negara Penganut Asas Ius Sanguinis dan Ius Soli

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 21 Juli 2019

Loading...

Loading...
Asas-asas kewarganegaraan adalah asas yang digunakan dalam menentukan kewarganegaraan seseorang. Umumnya, kita mengenal asas ius sanguinis dan ius soli. Selain itu, adapula asas-asas kewarganegaraan lainnya. Berikut penjelasannya.

Asas ius sanguinis

Asas ius sanguinis adalah asas penentuan kewarganegaraan berdasarkan keturunannya. Jadi, meskipun seorang bayi dilahirkan di negara lain, ia tetap dianggap sebagai warga negara di mana orang tuanya berasal atau keturunan aslinya. Berdasarkan asas ius sanguinis ini, maka kewarganegaraan seseorang yang baru lahir mengikuti kewarganegaraan orang tuanya, meskipun bayi tersebut lahir di negara lain. 

Contoh negara yang menganut asas ius sanguinis adalah Jepang, Spanyol, China, Jerman, dan lain-lain. Negara-negara penganut asas sanguinis umumnya memiliki sejarah yang sangat panjang, sehingga masih menjaga kemurnian rasnya. Oleh karena itu, setiap bayi yang terlahir dari orang tua yang menganut asas ius sanguinis, maka ia akan tetap mengikuti kewarganegaraan orang tuanya, meskipun dilahirkan di negara yang berbeda. Contohnya, pasangan China yang melahirkan bayi di Amerika, maka bayi tersebut tetap dianggap berkewarganegaraan China, meskipun di sisi lain, bayi itu juga memperoleh kewarganegaraan Amerika. 

Pengertian Asas Ius Sanguinis dan Ius Soli serta Contoh Negara Penganut Asas Ius Sanguinis dan Ius Soli

Asas ius soli

Asas ius soli adalah asas kewarganegaraan yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat kelahirannya.  Jadi, berdasarkan asas ini, garis keturunan orang tua tidak berpengaruh pada kewarganegaraan bayi yang baru lahir. Ketika ada bayi yang terlahir di negara yang menganut asas ius soli, maka secara otomatis bayi tersebut mengikuti kewarganegaraan tempatnya dilahirkan, bukan kewarganegaraan orang tuanya.

Contoh negara penganut asas ius soli dalam penentuan kewarganegaraan adalah Amerika, Brazil, Canada, Argentina, Venezuela, dan lain-lain. Dengan demikian, ketika ada pasangan suami istri asal Indonesia yang melahirkan anaknya di Amerika, maka anak tersebut memperoleh kewarganegaraan Amerika

Adanya perbedaan antara ius sanguinis dan ius soli menyebabkan terjadinya beberapa kemungkinan dan bahkan mungkin masalah di kemudian hari. Contohnya :
1. Pasangan china (asas ius sanguinis) melahirkan bayi di Jepang (asas ius sanguinis). Oleh karena China dan Jepang sama-sama menganut asas ius sanguinis, maka bayi yang lahir di Jepang tersebut tetap berkewarganegaraan China, mengikuti kewarganegaraan orang tuanya.
2. Pasangan asal Amerika (ius soli) melahirkan anak di Argentina (ius soli). Dengan demikian, maka anak tersebut berkewarganegaraan Argentina, tempat bayi itu dilahirkan. Hal ini terjadi karena Amerika dan Argentina sama-sama menganut asas ius soli. Di mana bayi dilahirkan, maka di situ kewarganegaraannya.
3. Pasangan asal China (ius sanguinis) melahirkan bayi di Amerika (ius soli). Anak tersebut akan memiliki dua kewarganegaraan (bipatride) karena memperoleh kewarganegaraan dari negara asal orang tuanya dan juga memperoleh kewarganegaraan dari negara Amerika, tempat di mana ia dilahirkan.
4. Pasangan asal Amerika (ius soli) melahirkan bayi di China (ius sanguinis). Anak tersebut tidak akan memperoleh kewarganegaraan China, karena China hanya memberikan kewarganegaraan pada keturunan China. Anak tersebut juga tidak berkewarganegaraan Amerika karena sesuai dengan asas ius soli, maka kewarganegaraannya adalah tempat dimana ia dilahirkan. Hal ini menyebabkan bayi tersebut tidak memiliki kewarganegaraan atau biasa disebut apatride. 

Loading...
Blog, Updated at: 21.45

0 komentar:

Posting Komentar