Pengertian Nilai Guna dan Macam-Macam Teori Nilai Guna (Utility) dalam Ilmu Ekonomi

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 24 Juli 2019

Loading...

Loading...
Teori nilai guna adalah teori dalam ilmu ekonomi yang mempelajari mengenai tingkat kepuasan yang diperoleh subjek atau individu setelah mengkonsumsi barang dan jasa. Semakin tinggi kepuasan yang diperoleh individu, maka semakin besar pula nilai guna atau utility barang dan jasa tersebut. Sebaliknya, semakin rendah kepuasan yang diperoleh dari suatu barang, maka semakin rendah pula nilai guna atau utility barang dan jasa tersebut. Berdasarkan  teori nilai guna, semua barang memiliki kegunaan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen atau pemakainya. Alasan seseorang mengonsumsi suatu barang adalah untuk  memperoleh kegunaan dari barang tersebut. Berdasarkan teori, nilai guna dibedakan menjadi dua, yaitu nilai guna total (total utility) dan nilai guna marginal (marginal utility).

Pengertian nilai guna

Secara umum, nilai guna adalah nilai yang menunjukkan tingkat kepuasan yang diraih oleh seseorang setelah  menggunakan barang dan jasa. Semakin tinggi kepuasan yang diperoleh seseorang, maka semakin tinggi pula nilai guna barang tersebut.  Besar kecilnya nilai guna suatu barang dan jasa tergantung pada individu yang menilainya. Semakin banyak orang yang menilai suatu barang dan jasa sebagai barang dan jasa yang berguna, maka semakin besar pula nilai guna barang itu. Contohnya, bagi orang pada umumnya, nila guna mobil Honda Jazz sudah sangat memuaskan. Sedangkan bagi orang yang memiliki harta melimpah, kepuasan memiliki mobil Honda Jazz hanya biasa saja. Mereka lebih memperoleh kepuasan dengan menggunakan mobil Toyota Alphard atau Ferrari.

Pengertian Nilai Guna dan Macam-Macam Teori Nilai Guna (Utility) dalam Ilmu Ekonomi

Macam-macam teori nilai guna

Di atas, telah disebutkan bahwa ada dua teori nilai guna, yaitu nilai guna total dan nilai guna marginal. Nilai guna total adalah nilai guna yang menunjukkan kepuasan yang diperoleh seseorang setelah mengkonsumsi barang tertentu. Misalnya, ketika lapar, saya akan makan 2 potong ayam dan nasi. Pada hari lainnya, ketika saya sangat lapar, saya akan makan 4 potong ayam dan 2 piring nasi. Itu artinya, nilai guna total ayam dalam keadaan lapar biasa adalah 2 sedangkan dalam keadaan sangat lapar, nilai guna total ayam adalah 4.

Nilai guna total berbeda-beda, tergantung pada individunya. Bagi yang lain, 2 potong ayam saat lapar sudah lebih dari cukup.

Nilai guna marginal adalah nilai yang menunjukkan kepuasan seseorang setelah adanya pertambahan atau pengurangan suatu barang tertentu. Di dalam nilai guna marginal, ada kemungkinan seseorang merasa tidak puas dengan banyaknya barang yang dikonsumsi jika barang tersebut bertambah atau berkurang. Sebagai contoh, dalam keadaan lapar saya makan 2 potong ayam. Maka nilai guna marginal 2 potong ayam tersebut menurut saya adalah 90. Bagaimana jika saya menambah 2 potong ayam lagi ? nilai guna aya kemudian akan berkurang, karena perut saya sudah tidak cukup dan saya merasa 2 potong ayam tambahan itu hanya menyusahkan. Sehingga, nilai guna marginal ayam yang kedua turun menjadi 60.

Dari contoh tersebut, terlihat bahwa nilai guna marginal suatu barang tidak selalu meningkat seiring dengan adanya pertambahan barang tersebut.  Mengkonsumsi suatu barang terlalu banyak justru akan membuat nilainya berkurang.



Loading...
Blog, Updated at: 21.59

0 komentar:

Posting Komentar