Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 06 Juni 2020

Siklus akuntansi perusahaan dagang terdiri atas beberapa tahap, yaitu pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan.Beberapa hal yang berkaitan dengan catatan-catatan akuntansi dan prosedur-prosedur untuk perusahaan dagang tidak jauh berbeda dengan perusahaan jasa.
Siklus akuntansi perusahaan dagang di tahap pencatatan terdiri atas kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1) Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
2) Pencatatan dalam jurnal
3) Pemindahbukuan ke buku besar

Siklus akuntansi perusahaan dagang pada tahap pengikhtisaran terdiir atas kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1) Pembuatan neraca saldo
2) Pembuatan jurnal penyesuaian
3) Pembuatan neraca lajur

Siklus akuntansi perusahaan dagang yang terakhir adalah tahap pelaporan. Tahap pelaporan terdiri atas kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1) Penghitungan harga pokok penjualan
2) Pembuatan laporan keuangan
3) Pembuatan jurnal pembalik
4) Pembuatan jurnal penutup
5) Pembuatan neraca saldo setelah penutup

Siklus akuntansi perusahaan dagang pada tahap pencatatan

Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
Pada tahap ini, perusahaan dagang akan mencatat seluruh bukti-bukti transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Sebuah perusahaan dagang tentu akan melakukan kegiatan jual beli dan dalam kegiatan jual beli itu perusahaan dagang membuat atau memperoleh bukti transaksi.
Bukti transaksi perusahaan dagang terdiri atas faktur, nota kredit dan kuitansi. Faktur adalah………………………….. nota kredit adalah……………………….. Sedagkan, kuitansi adalah……………………………..

Pencatatan ke dalam jurnal umum dan jurnal khusus
Secara umum akuntansi perusahaan dagang tidak jauh berbeda dengan akuntansi perusahaan jasa. Perbedaannya terletak pada kegiatan (proses akuntansi) yang dilakukan kedua perusahaan tersebut. Perlu diketahui bahwa dalam perusahaan dagang terdapat akun barang dagang dan akun-akun lain yang berhubungan dengan barang dagang. Hal ini yang membedakan dengan perusahaan jasa.
Jurnal umum adalah………………………………………
Jurnal khusus adalah……………………………………
Jurnal khusus dibuat untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu, buku besar perusahaan juga dibuat untuk hal yang sama. Buku besar yang  demikian itu disebut buku besar tambahan atau buku besar pembantu (subsidiary ledger). Buku besar pembantu digunakan untuk mencatat data lain disamping data yang terdapat dalam buku besar. Pada umumnya, buku pembantu merupakan bagian dari buku besar, yang merinci lebih lanjut data dalam salah satu akun. Akun di buku besar yang mempunyai buku pembantu disebut akun induk atau akun pengendali (controlling account). Buku pembantu dicatat setiap hari dari bukti pembukuan dan dibuat secara individual. Pencatatan transaksi dalam buku pembantu bersamaan waktunya dengan pencatatan pada jurnal. Dengan demikian pencatatan pada buku pembantu bukan berdasarkan pada jurnal.
Pada umumnya dalam perusahaan dagang, buku pembantu yang digunakan adalah buku pembantu piutang atau disebut buku piutang (account receivable subsidiary ledger) dan buku pembantu utang yang disebut buku utang (account pay- able subsidiary ledger). Fungsi buku piutang adalah  mencatat rincian piutang perusahaan menurut nama langganan. Buku piutang merupakan rincian akun piutang dagang yang terdapat dalam buku besar. Dengan demikian akun piutang dagang merupakan akun induk bagi buku piutang. Adapun buku utang berisi rincian utang menurut nama kreditor. Akun pengendalinya adalah utang dagang.
Bentuk buku pembantu umumnya sama dengan buku besar. Buku pembantu dapat berbentuk stafel maupun berbentuk skontro.

Pemindahbukuan ke dalam buku besar


Blog, Updated at: 02.04

0 komentar:

Posting Komentar